Aparat Polsek Tirtomoyo mengecek jenazah Warijem, 70, di rumah duka di Duren RT 001/RW 007, Ngarjosari, Tirtomoyo, Wonogiri, Rabu (21/11/2018). (Istimewa- Dok. Humas Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI — Dua warga Wonogiri ditemukan dalam kondisi tak bernyawa diduga kuat akibat gantung diri, Rabu (21/11/2018). Penemuan mayat kedua warga itu hanya berselang sembilan jam di lokasi berbeda.

Kasubag Humas Polres Wonogiri, Kompol Hariyanto, saat dihubungi solopos.com, Rabu, menginformasikan mereka adalah Warijem, 70, warga Duren RT 001/RW 007, Ngargosari, Tirtomoyo, dan Eko Priyono, 57, warga Pokoh RT 002/RW 001, Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri.

Mayat Warijem kali pertama ditemukan dalam kondisi tergantung selendang yang mengait lehernya di pohon cengkih samping rumahnya oleh anaknya pukul 22.00 WIB. Sementara, mayat Eko Priyono ditemukan dalam kondisi tergantung di kayu usuk samping rumah oleh istrinya pukul 11.30 WIB.

“Berdasar keterangan keluarga, Mbah Warijem diduga gantung diri karena putus asa menanggung penyakit stroke yang sejak enam tahun lalu tak kunjung sembuh. Sementara, Pak Eko diduga gantung diri karena impitan ekonomi. Dia bekerja serabutan yang tak punya penghasilan tetap. Pada sisi lain dia harus memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Hariyanto mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.

Dia melanjutkan mayat Warijem ditemukan anaknya, Warti, 45, saat beraktivitas di samping rumah. Berdasar pemeriksaan, tak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan dia tubuh Warijem. 

Sementara itu, Purwanti, 55, menemukan mayat suaminya, Eko, dalam kondisi tergantung tali yang mengait kayu usuk rafia saat dia mencarinya di samping rumah. Waktu itu Purwanti baru pulang dari pasar.

Perempuan paruh baya itu pun langsung menjerit histeris ketika mendapati tubuh suaminya tergantung tali rapiah yang mengait kayu usuk. Anak lelaki Purwanti yang berada tak jauh dari rumah dan warga sekitar langsung menuju lokasi setelah mendengar teriakan Purwanti.

“Pak Eko sempat dibawa ke RSUD Wonogiri [RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso] karena saat disentuh tubuhnya masih hangat, sehingga pihak keluarga mengira masih hidup. Namun, saat sampai di RSUD Pak Eko dinyatakan sudah meninggal dunia,” imbuh Hariyanto. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten