Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno (Instagram@prabowo)

Solopos.com, JAKARTA -- Pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan pihaknya menghormati putusan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, rupanya dia masih mempertimbangkan jalan hukum lain yang mungkin ditempuh,

"Kami menghormati hasil Mahkamah Konstitusi tersebut. Kami menyerahkan seluruhnya kebenaran dan keadilan yang Hakiki kepada Allah SWT," ujar Prabowo di kediaman Kertanegara Jakarta, Kamis (26/6/2019) malam.

Meski kecewa dengan hasilnya, Prabowo menyatakan pihaknya masih akan berkonsultasi dengan tim hukum mengenai langkah hukum lainnya yang dapat ditempuh setelah putusan MK dibacakan.

Di sisi lain, dalam pidato di Kertanegara bersama Sandiaga Uno itu, Prabowo sama sekali tidak menyampaikan ucapan selamat kepada Jokowi-Maruf Amin yang secara otomatis menjadi pemenang Pilpres 2019.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi melalui putusannya menyatakan menolak seluruh permohonan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden 2019

"Amar putusan mengadili, menyatakan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," ujar Ketua Majelis Hakim Konstitusi Anwar Usman ketika membacakan amar putusan Mahkamah di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta, Kamis.

Putusan ini secara tidak langsung menetapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk periode 2019-2024, berdasarkan keputusan hasil rekapitulasi nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten