Hore! Warga Ngadirojo Wonogiri Panen Petai, Harganya Rp2.000/Lonjor

Sejumlah tanaman petai di Kabupaten Wonogiri memasuki masa panen belum lama ini.

 Warga Dusun Blimbing, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Sutimin, menunjukkan pohon petai yang ditanam di halaman depan rumahnya, Rabu (14/9/2022). (Solopos.com/Luthfi Shobri M.)

SOLOPOS.COM - Warga Dusun Blimbing, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Sutimin, menunjukkan pohon petai yang ditanam di halaman depan rumahnya, Rabu (14/9/2022). (Solopos.com/Luthfi Shobri M.)

Solopos.com, WONOGIRI — Sejumlah tanaman petai di Kabupaten Wonogiri memasuki masa panen belum lama ini. Salah satu daerah yang kini tengah memanen berada di Dusun Blimbing, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

Warga Dusun Blimbing, Desa Ngadirojo Kidul, Sutimin, memiliki dua pohon petai yang ditanam di halaman depan rumahnya. Satu pohon di antaranya telah berbuah dan dipanen sejak, Agustus 2022.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Mulai berbunga sekitar Mei 2022. Tapi jadi buahnya baru tiga bulan kemudian. Saya petik dan jual sendiri karena panennya cuman sedikit. Sekitar 350 batang [lonjor],” ucap Sutimin kepada Solopos.com, Rabu (14/9/2022).

Hasil panen petai itu ia jual ke warga sekitar tempat tinggalnya dan pedagang di Pasar Ngadirojo. Setiap lonjor petai, dijual senilai Rp2.000.

“Selama sekali panen kemarin ini, kurang lebih saya mendapat Rp700.000,” imbuhnya.

Jumlah panen itu lebih sedikit dibanding hasil panen pada tahun sebelumnya. Di tahun 2021, dia mampu memperoleh untung Rp2,6 juta.

“Saya enggak menghitung. Pokoknya banyak dan sistemnya langsung ditebas. Jadi ada penebas datang. Mereka memetik semua petainya. Saya tinggal menerima uang,” imbuh dia.

Menurutnya curah hujan yang tinggi mengakibatkan hasil panen yang minim. Hal itu menyebabkan pohon petai yang sudah berbunga menjadi rontok.

“Akhirnya, pohon petai gagal berbuah,” katanya.

Erna, warga Dusung Blimbing lainnya juga mengaku memiliki satu pohon petai. Pohon itu telah berbuah sejak pertengahan Agustus 2022. Namun, musim panen petai di daerahnya sebenarnya tak melulu terjadi, Agustus-September.

“Bisa saja bulan ini [September] enggak panen, pohon petai milik orang lain panen. Dalam setahun juga enggak pasti sekali panen. Kadang bisa dua atau tiga kali,” imbuhnya.

Meski telah memasuki masa panen, pohon petai milik Erna yang sudah berbuah tak dijual. Petai yang sudah siap dipanen itu biasanya dibagi-bagikan kepada tetangga.

“Saya enggak pernah nebas atau menjual. Biasanya, ya untuk konsumsi sendiri dan dibagi-bagi ke tetangga. Memang, niat awal menanam pohon petai ini bukan untuk bisnis,” kata dia.

Hal senada diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Produksi Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan Pangan) Wonogiri, Ridwan Jauhari. Tanaman petai di Wonogiri bukan menjadi komoditas unggulan.

“Enggak ada petani yang khusus menanam petai di Wonogiri. Biasanya, petai itu ditanam di pekarangan-pekarangan rumah warga. Di samping itu, peminatnya juga sedikit,” kata Ridwan, Senin (12/9/2022).

Berdasar data yang dihimpun dari Dispertan Pangan Wonogiri, jumlah tanaman petai mencapai 200.708 pohon saat memasuki akhir triwulan II 2022. Jumlah petai sebanyak itu tak selalu bisa dipanen setiap tahun.

“Misalnya, petai di Ngadirojo tahun 2021 mencapai 1.500 pohon. Dari jumlah itu, tanaman yang produktif hanya 1.000 pohon,” katanya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Ganti Musim, BPBD Karanganyar: Waspada Bencana Alam

      Hujan dengan intensitas rendah, sedang, hingga lebat sudah terjadi di wilayah Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

      Sudah Musim Penghujan, BPBD Sragen Masih Lakukan Dropping Air

      Kepala BPBD Sragen, Agus Cahyono, mengatakan dropping air dilakukan di wilayah sisi utara Bengawan Solo.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak di sini.

      Ustaz Adi Hidayat akan Isi Pengajian Muktamar Muhammadiyah Solo Akhir Pekan Ini

      Tabligh Akbar itu bakal diikuti warga persyarikatan Muhammadiyah se-Soloraya secara daring dan luring. Diperkirakan ada 100.000 jemaah yang bakal mengikuti acara.

      Agenda Solo Hari Ini: Fashion Show By Sosialita di SBF, Krenova di STP

      Agenda Kota Solo hari ini, Rabu (5/10/2022), akan ada Fashion Show By Sosialita di Solo Batik Fashion, Krenova Subosukawonosraten di Solo Technopark dan wayang orang di GWO Sriwedari.

      Stok Vaksin Covid-19 di Solo Habis, Ini Langkah Wali Kota Gibran

      Stok vaksin Covid-19 di Solo habis sejak awal Oktober dan sudah mengajukan stok ke Dinkes Jateng

      Tekan Inflasi, Klaten Galakkan Tanam Sejuta Pohon Cabai

      Pemkab Klaten menggalakkan menanam sejuta pohon cabai sebagai upaya menekan inflasi.

      Berlokasi di Perbatasan Sukoharjo-Karanganyar, Pasar Sedayu Milik Sukoharjo

      Pasar Sedayu terdapat 34 pedagang kios dan 132 pedagang los yang mayoritas menjajakan busana, bahan makanan berupa sayuran, makanan ringan, dan kebutuhan pokok, serta hewan ternak.

      Kepiting Jadi Program Andalan Puskesmas Juwangi Boyolali Tekan Angka Stunting

      Program Kepiting bertujuan memantau dan mengendalikan angka stunting di Kecamatan Juwangi.

      Kabel PT Telkom Senilai Puluhan Juta Rupiah Dicuri, Begini Cara Pelaku Beraksi

      Sindikat pencuri kabel Telkom membawa beragam peralatan seperti linggis, kapak, pasak hingga balok kayu untuk mempermudah mengangkat gulungan kabel.

      HUT Ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo Undang Tukang Becak Makan Bersama

      Dalam rangka memperingati HUT ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo mengundang tukang becak, pemulung, penyapu jalanan, dan petugas kebersihan makan bersama.

      Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini: Berawan lalu Gerimis saat Sore

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Rabu (5/10/2022), diprediksi berawan saat pagi hingga siang kemudian hujan dengan intensitas ringan saat sore.

      Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini: Aman! Berawan Pagi hingga Malam

      Prakiraan cuaca Sukoharjo hari ini, Rabu (5/10/2022) diprediksi berawan sepanjang hari menurut BMKG.

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022, Lebih Bersahabat

      Informasi mengenai prakiraan cuaca Sragen hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa Anda baca pada artikel ini.