Hore! Warga Margokaton Sleman Bersiap Jadi Milader

Di Margokaton, terdapat 228 bidang milik warga yang terdampak. Dengan estimasi uang ganti kerugian sebesar Rp107 miliar.

 Patok terkait proyek pembangunan tol Solo-Jogja terpasang di Dukuh Ngentak, Desa Kranggan, Polanharjo, Klaten, Rabu (5/8/2020). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Patok terkait proyek pembangunan tol Solo-Jogja terpasang di Dukuh Ngentak, Desa Kranggan, Polanharjo, Klaten, Rabu (5/8/2020). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, SLEMAN — Warga Margokaton, Kapanewon (Kecamatan) Seyegan, Sleman yang terdampak pembangunan jalan tol Jogja-Bawen mulai mengikuti tahapan musyawarah warga. Pelaksanaan musyawarah warga digelar sesuai pedoman protokol kesehatan (prokes).

Kepala Bidang Pengadaan Tanah BPN Kanwil DIY Margaretha Elya Lim Putraningtyas mengatakan kegiatan musyawarah warga untuk Margokaton digelar selama empat kali. Pasalnya jumlah bidang terdampak di kalurahan ini sebanyak 228 bidang.

“Pelaksanaan musyawarah warga digelar empat hari. Pekan ini tiga kali dimulai hari ini, besok dan lusa. Untuk pekan depan, musyawarah warga digelar tanggal 22 September,” kata Elya kepada Harian Jogja, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Heboh Fenomena Laut Selatan Jawa Bercahaya, Tanda Nyi Roro Kidul Muncul?

Sama halnya dengan kegiatan musyawarah warga sebelum-sebelumnya, kata Elya, di Margokaton juga digelar sesuai prokes. Warga yang hadir diminta menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Sebelum kami gelar musyawarah, kami uji antigen untuk seluruh peserta sebelum memasuki gedung pertemuan. Prokes diterapkan dengan tertib saat pelaksanaan,” katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Jogja-Solo, Wijayanto mengatakan dari ratusan warga terdampak pembangunanan jalan tol di Margokaton sebagaian besar lahan berupa area persawahan.

Baca juga: Bagikan UGR Proyek Tol ke Anak, Kakek Miliarder di Sleman: Jangan Buat Beli Mobil!

“Di Margokaton, terdapat 228 bidang milik warga yang terdampak. Dengan estimasi uang ganti kerugian sebesar Rp107 miliar. Untuk hari ini, yang hadir pemilik 63 bidang saja dengan estimasi dana ganti kerugian sebesar Rp45 miliar,” katanya.

Sekadar diketahui, di Margokaton luas area yang dibutuhkan untuk pembanguna jalan tol Jogja-Bawen seluas 10,2 hektare. Dari jumlah tersebut jumlah pemukiman terdampak sekitar 46 unit sementara sisanya berupa area persawahan.

 

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Kemiskinan Kulonprogo Tembus 18,1 Persen, DPRD Minta Ada Evaluasi

Tingginya angka kemiskinan di Kulonprogo menjadi sorotan DPRD setempat. Legislatif ingin ada Pemkab mengevaluasi program pengentasan kemiskinan.

Pemkot Jogja Ingin Seluruh Wisata di DIY Bolehkan Anak 12 Tahun Masuk

Pemerintah Kota atau Pemkot Jogja berharap seluruh tempat wisata di Yogyakarta diizinkan untuk memperbolehkan anak usia di bawah 12 tahun masuk ke kawasan wisatanya.

Ternyata... Gaji Debt Collector Pinjol Ilegal di Sleman Setara UMR

Debt collector salah satu kantor pinjol ilegal di ruko lantai 3, Jalan Prof Herman Yohanes, Depok, Sleman, DIY digaji sesuai UMR Yogyakarta.

Pemkot Jogja Tidak Lagi Gunakan Metode Swab untuk Tes Covid-19, Lalu?

Pemerintah Kota Jogja tidak akan lagi menggunakan metode swab dalam pengambilan sampel tes Covid-19.

Bertambah, Pasien Covid-19 Klaster Senam Sehat di Bantul Jadi 14 Orang

Jumlah pasien Covid-19 dari klaster senam di Mbelan, Sidomulyo, Bambanglipuro, Kabupaten Bantul terus bertambah hingga Kamis (14/10/2021), tercatat 14 orang.

Ini Daftar Wisata Terbaru di Yogyakarta yang Instagramable

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beragam destinasi wisata terbaru yang layak dikunjungi.

Wisata Pantai di Gunungkidul Kapan Buka?

Inilah penjelasan kenapa sampai saat ini objek wisata pantai di Gunungkidul tak kunjung dibuka.

Jual ke Penyedia Nikah Siri, Komplotan Pencuri Buku Nikah Diringkus

Aparat Polres Gunungkidul meringkus komplotan pencurian spesialis buku nikah dan akta nikah untuk dijual lagi ke penyedia jasa nikah siri dan kawin kontrak.

Tabrakan Pikap dan Scoopy Di Kulonprogo, Dua Orang Tewas di TKP

Dua orang meninggal dunia seketika di tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan antara pikap dan Scoopy di Kulonprogo.

Gempa 4,9 Magnitudo Goyang Yogyakarta, Warga Berhamburan Keluar Gedung

Gempa bumi berkekuatan 4,9 Magnitudo yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur, turut dirasakan warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

7 Warga Positif Covid-19 dari Klaster Tilik Bantul Dipindahlan ke RSLKC

Warga yang terpapar Covid-19 dari klaster tilik di Srigading, Saden, Bantul mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid (RSLKC) Bambanglipuro Bantul.

Gempa Kekuatan Magnitudo 4,9 Guncang Yogyakarta Siang Ini

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 di ke kedalaman 10 kilometer (km) dan pusat gempa di perairan selatan Jawa.

Antisipasi Gelombang Tiga, Dinkes Sleman Jemput Bola Vaksinasi Covid-19

Kepala Dinkes Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, menyampaikan penurunan level PPKM berdampak pada pelonggaran aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Siaga Banjir Lahar di Merapi, BPBD Sleman Andalkan 20 EWS

BPBD Sleman menyiagakan 20 unit early warning system (ews) di lereng Merapi dan Prambanan untuk mengantisipasi banjir lahar di Kali Gendol dan Kali Boyong.

Dapat Izin Menparekraf, GL Zoo Perbolehkan Anak di Bawah 12 Tahun Masuk

Pengelola kebun binatang Gembira Loka atau GL Zoo memperbolehkan anak usia di bawah 12 tahun untuk masuk ke dalam area wisatanya.