Unit bus terbaru BST yang digunakan di koridor satu Solo. (Solopos-Candra Mantovani)

Solopos.com, SOLO — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menganggarkan dana subsidi senilai Rp250 miliar pada 2020 untuk implementasi skema beli jasa atau buy the service transportasi massal di lima kota besar di Indonesia.

Solo menjadi salah satu kota yang dipilih lantaran sudah memiliki layanan bus rapid dan menjadi pusat daerah sekitarnya, Soloraya.

Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, mengatakan selain Solo, kota besar yang mendapat program ini adalah Yogyakarta, Palembang, Medan, dan Denpasar.

“Meski Solo sudah memiliki Batik Solo Trans (BST), mereka tetap harus ikut lelang karena akan ada penataan rute baru. Semunya dilibatkan, kalau bisa termasuk angkutan pengumpan atau feeder. Harus saling melengkapi,” kata dia, saat dihubungi solopos.com, Senin (16/9/2019).

Budi mengatakan jika skema tersebut diterapkan layanan BST bisa digratiskan. Kendati begitu, hal tersebut masih harus diperhitungkan.

“Masih dihitung nanti, jadi belum bisa bilang pasti gratis, tapi mungkin bisa gratis. Karena belum dihitung berapa operator dan rutenya. Kalau tidak gratis, tarifnya menjadi lebih murah karena operasional bus disubsidi. Program enggak hanya berjalan pada 2020, bisa terus berlanjut. Tapi akan ada evaluasi,” papar Budi. 

Ia menyebut program buy the service sudah melalui pengkajian yang dilakukan bersama sejumlah pakar transportasi. Skema itu dipilih lantaran program bantuan bus belum berhasil di beberapa daerah.

“Ini masih dalam proses penguatan. Kami akan memilih formula yang kuat. Sampai sekarang, kami belum dapat paparan dari daerah. Tenggatnya akhir Oktober, mereka harus menyiapkan skemanya, karena pada November sudah harus lelang,” tandasnya.

Ia berharap program tersebut dapat membuat masyarakat beralih menggunakan transportasi umum, karena tarifnya murah. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten