Tutup Iklan
Hore, Museum Kereta Api Ambarawa Kembali Dibuka
Kereta api uap B5202 buatan Maschinenfabriek Esslingen Jerman 1902 yang menjadi koleksi Museum Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang. (Solopos.com-Imam Yuda Saputra)

Solopos.com, SEMARANG – Setelah sekian lama ditutup akibat pandemi Covid-19, Museum Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang, kembali dibuka.

Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Pariwisata (Kawisata), Totok Suryono, mengatakan Museum Kereta Api Ambarawa resmi dibuka kembali sejak Selasa (28/7/2020). Sebelum dibuka kembali, beberapa persiapan telah dilakukan di museum tersebut.

“Kami mulai menata dan melakukan persiapan untuk membuka kembali tempat wisata Museum Kereta Api Ambarawa. Terutama untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung. Protokol kesehatan diterapkan seperti pembatasan jumlah pengunjung, penerapan physical distancing, menyediakan fasilitas cuci tangan, hingga kewajiban memakai masker,” ujar Totok dalam keterangan resmi.

Jateng Siapkan Skenario Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi Covid-19

Total ada sekitar delapan tempat cuci tangan yang disediakan pengelola museum sebagai sarana bagi pengunjung menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, pengunjung yang datang juga wajib diukur suhu tubuhnya di pintu masuk. Pihak pengelola juga menerapkan sistem electronic gate atau e-gate dengan scan barcode tiket agar alur masuk pengunjung menjadi lebih praktis dan aman.

Selama masa pandemi ini, pihak pengelola Museum Kereta Api Ambarawa juga akan menerapkan jam operasional mulai pukul 09.00-15.00 WIB. Jam buka ini lebih pendek daripada sebelum pandemi, yakni pukul 08.00 – 17.00 WIB.

Belum Aman, Kota Salatiga Tak Izinkan Salat Iduladha di Lapangan

Pihak Museum Kereta Api Ambarawa juga akan menerapkan pembatasan jumlah pengunjung yang masuk sekitar 50% dari total kapasitas.

Tak hanya itu, pembatasan juga diterapkan kepada pengunjung yang berniat menyewa kereta api wisata, di mana semula 40 orang menjadi 20 orang per kereta.

Meski demikian, kereta api wisata ini untuk saat ini belum dijalankan. Kereta api wisata itu akan dijalankan jika ada permintaan atau penyewa.

Kalangan DPRD Kudus Desak Belajar Online Diakhiri


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho