Hore! Jateng Pesan 100 GeNose C-19 dari UGM, Tes Covid-19 Enggak Perlu Swab
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meniupkan napas ke kantung plastik yang akan diuji dengan alat GeNose Covid-19 di Jogja, Selasa (5/1/2021). (Istimewa-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SEMARANG -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng memesan 100 unit GeNose C19, alat pendeteksi Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada alias UGM Yogyakarta.

Alat yang diberi nama GeNose C19 memungkinkan deteksi dini Covid-19 tanpa tes swab RT-PCR yang butuh biaya mahal.

Pemesanan alat pendeteksi Covid-19 itu dilakukan langsung Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dengan mendatangi UGM Science Technopark di Yogyakarta, Selasa (5/1/2021).

Ba'asyir Segera Bebas, Kapolda Jateng: Tak Ada Pengamanan Khusus

Dalam kesempatan itu, Ganjar tak hanya menyaksikan cara kerja GeNose C19. Ia juga menjajal alat yang diklaim memiliki tingkat akurasi mendeteksi virus Corona hingga 97%.

Berbeda dengan metode pemeriksaan Covid-19 yang selama ini dikenal masyarakat seperti swab PCR, GeNose C19 hanya cukup menggunakan udara yang diembuskan pasien untuk pendeteksian.

Napas yang diembuskan pasien itu nantinya dimasukkan ke kantong plastik khusus yang telah disiapkan. Setelah itu, plastik yang berisi napas pasien itu kemudian dimasukkan ke alat GeNose yang sudah terkoneksi dengan peralatan komputer. Dalam hitungan tiga menit, hasil pemeriksaan pun sudah keluar.

Wow! Libur Pergantian Tahun, Trafik Data XL Axiata Melonjak 70%

Baru Tersedia 35 Unit

"Cepat sekali. Hanya hitungan menit sudah keluar hasilnya. Keren ini," ujar Ganjar kagum.

Ganjar pun langsung memesan untuk Jateng 100 unit GeNose C19. Namun, karena produksinya masih sedikit, baru 35 unit GeNose saja yang bisa dibawa pulang.

"Saya mau beli 100, tapi baru dapat 35 unit. Ternyata ini baru 10 hari berproduksi karena izin edar baru keluar. Saya ke sini untuk melihat seperti apa kondisinya, sekaligus saya ngetes sendiri tadi bagaimana cara kerjanya," kata Ganjar.

Dari hasil tes yang dilakukan, GeNose dianggap sangat efektif untuk meningkatkan upaya tracing Covid-19. Cara kerjanya sangat simpel dan waktu yang dibutuhkan sangat cepat, yakni maksimal tiga menit.

Bupati Wardoyo Siap Jadi Penerima Pertama Vaksin Covid-19 di Sukoharjo

"Hanya dengan niup napas kita, kemudian diukur dengan alat ini, tiga menit sudah keluar hasilnya apakah positif atau negatif. Ini waktu yang sangat cepat, dibanding dengan tes lain misalnya PCR. Jadi nantinya laboratorium tidak pusing lagi, masyarakat juga tidak sakit lagi karena harus di-swab, cukup nyebul saja sudah keluar hasilnya," jelasnya.

Gubernur Jateng itu pun mengusulkan agar Indonesia menerapkan GeNose C19 sebagai alat uji resmi Covid-19. Ia membayangkan jika semua puskesmas di Indonesia memiliki alat ini, maka proses tracing akan semakin cepat.

Selain itu, para surveilans yang bekerja di lapangan akan sangat terbantu dalam memutus mata rantai persebaran Covid-19.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom