Hore! Gaji Tambahan Rp600.000 untuk Pekerja Swasta Ditarget Cair September
Erick Thohir (Instagram-@erickthohir)

Solopos.com, JAKARTA -- Pemerintah akan memberikan stimulus berupa gaji tambahan bagi pekerja swasta atau non-PNS dan BUMN. Stimulus berupa uang tunai Rp600.000 per bulan yang diberikan selama enam bulan.

Stimulus tambahan ini disediakan bagi pekerja yang terdaftar sebagai anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp150.000.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengatakan program stimulus berupa gaji tambahan bagi pekerja ini sedang dalam proses finalisasi.

Yeay, Pekerja dengan Gaji di Bawah Rp5 Juta/Bulan Bakal Dapat Tambahan dari Pemerintah

Menteri yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu menargetkan program ini berjalan September 2020. “Program stimulus ini sedang difinalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan di bulan September 2020 ini,” jelas dia dalam rilis yang diterima Solopos.com, Kamis (5/8/2020).

Dia menjelaskan fokus bantuan pemerintah kali ini adalah 13,8 juta pekerja non-PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Pekerja penerima stimulus tambahan adalah pekerja dengan iuran BPJS Ketenagakerjaan di bawah Rp150.000 per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan.

Bantah Tawarkan Duit Rp1 Miliar untuk Maju Pilkada Solo, Purnomo: Mencederai Demokrasi

Gaji Tambahan Langsung Masuk Rekening

“Bantuan Rp600.000 per bulan selama empat bulan akan langsung diberikan per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan,” urai dia.

Gaji tambahan untuk pekerja ini penting untuk mendorong konsumsi masyarakat. Peningkatan konsumsi menjadi fokus pemerintah lantaran menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB).

Seperti diketahui, PDB Indonesia terjun bebas pada kuartal II/2020 dengan capaian minus 5,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau year on year (yoy). Salah satu penyebabnya, konsumsi rumah tangga drop hingga minus 5,51 persen.

4 Petugas Kebersihan Tipes Solo Jatuh Akibat Bak Mobil Patah, 3 Dirawat di RS

Penyebab konsumsi rumah tangga minus adalah anjloknya penjualan eceran di hampir semua kelompok penjualan, seperti makanan, minuman, hingga tembagau dan sandang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penjualan pakaian, alas kaki, dan jasa perawatannya minus 5,13 persen.

Menurut rilis tersebut, gaji tambahan untuk pekerja ini melengkapi program pemulihan ekonomi yang dilaksanakan pemerintah. Program pemulihan ekonomi memang cukup banyak, namun saling berkesinambungan. Seperti bantuan sosial tunai, bantuan pangan nontunai, program keluarga harapan, hingga penyaluran kredit di sektor UMKM.

Aneh! Pencuri Mobil BRI Solo Malah Senyam-Senyum Saat Kepergok Legislator Solo

Program Pemulihan Ekonomi Beriringan

Untuk merealisasikan sejumlah program itu dibutuhkan waktu, data yang akurat, serta koordinasi dengan banyak pihak.

“Percepatan realisasi program pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan prioritas utama pemerintah untuk kesehatan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pandemi ini agar kesehatan pulih dan ekonomi pun bangkit,” jelas Erick.

10 Berita Terpopuler: Megawati Mendadak Panggil Gibran ke Jakarta Siang Ini, Ada Apa?

Penjelasan Erick ini sekaligus mengkonfirmasi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Rabu (5/8/2020), bahwa stimulus selanjutnya dari pemerintah adalah bantuan gaji tambahan kepada pekerja dengan pendapatan tertentu. Tambahan gaji dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Pemerintah telah memiliki program bantuan untuk rakyat miskin dan pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja melalui Program Kartu Pra Kerja. Tujuan pemerintah menggelontorkan bantuan gaji tambahan ini adalah untuk mendorong konsumsi masyarakat. Hal ini penting untuk menggerakkan perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi,” jelas Erick.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom