Tutup Iklan

Hore, Data Penerima Bantuan Subsidi Upah Diusulkan Tambah 1,5 Juta Pekerja

Sebanyak 1,5 juta data pekerja peserta diusulkan BPJS Ketenagakerjaan menerima bantuan subsidi upah atau BSU tahap III.

 Ilustrasi kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan (Twitter)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan (Twitter)

Solopos.com, JAKARTA — Sebanyak 1,5 juta data pekerja peserta , diusulkan menerima bantuan subsidi upah atau BSU tahap III.

Data peserta yang bakal menerima bantuan subsidi upah tersebut telah diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan. Sebanyak 1,5 juta peserta ini menambah jumlah peserta yang sebelumnya telah masuk dalam usulan sebagai calon penerima BSU tahap III.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek, Anggoro Eko Cahyo, menyerahkan data calon penerima bantuan subsidi upah tersebut kepada Kementrian Ketenagakerjaan pada Jumat (19/8/2021).

Baca juga: Nahas, Warga Tanon Sragen Jadi Korban Ke-20 Meninggal Akibat Jebakan Tikus

Dengan penyerahan data tahap III ini membuat total data yang telah disampaikan mencapai 3,75 juta pekerja. Sementara target calon penerima BSU sebanyak 8,7 juta pekerja.

Menurut Anggoro, penyerahan data bantuan subsidi upah sengaja dilakukan secara bertahap untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran. Hal itu sekaligus untuk meminimalisasi terjadinya kesalahan distribusi BSU dengan melalui proses verifikasi bertahap.

Baca juga: Dusun Ini Adalah Pusat Pemkab Magelang di Masa Peralihan

Ringankan Beban Ekonomi Pekerja

“Kami harapkan proses penyaluran dan proses verifikasi data dapat berjalan sesuai rencana dan dapat meringankan beban ekonomi pekerja terdampak. Semoga dana yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pekerja sekaligus menggerakkan roda perekonomian Indonesia pada sektor riil, sesuai dengan tujuan BSU ini,” ujar Anggoro pada Selasa (24/8/2021) seperti dikutip Bisnis.com.

Dia menjelaskan khusus pada tahap III, data yang diserahkan kepada  Kementerian Ketegangakerjaan merupakan data pekerja yang belum memiliki rekening Bank Himbara.

Seperti diketahui, bantuan subsidi upah tahun 2021 disalurkan melalui Bank Himbara sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan 16/2021.

Baca juga: AHM Hadirkan Gold Wing 2021 Bertabur Fitur Canggih

“Untuk pekerja yang tidak memiliki rekening Bank Himbara, BPJamsostek dan Kemnaker akan memfasilitasi pekerja untuk membuka akun rekening bank secara kolektif di Bank Himbara. Namun, hal ini membutuhkan kerjas ama dan peran aktif perusahaan untuk membantu mengumpulkan secara kolektif data pekerja yang dibutuhkan, Ini sebagai sebagai syarat pembukaan rekening,” ujar Anggoro.

Sementara itu, untuk membuka rekening secara kolektif dibutuhkan sejumlah data. Data tersebut yaitu Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat, nama ibu kandung, nomor telepon selular yang masih aktif, dan alamat e-mail.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sejarah Hari Ini : 28 November 1975, Timor Timur Merdeka dari Portugal

Beragam perstiwa terjadi pada 28 November dan terangkum dalam Sejarah Hari Ini, salah satunya tentang pendeklarasian kemerdekaan Timor Timur.

Tiga Anggota Polisi di Labuhanbatu Sumut Dipecat, Penyebabnya Ini

Pemecatan ketiga polisi itu membuktikan Kepolisian Indonesia, dalam hal ini Polres Labuhanbatu, tidak pandang bulu menegakkan hukum.

Luapan Sungai Genangi Rel, Sejumlah Kereta Api di Bandung Tertahan

Luapan sungai Cikeruh naik sampai ke jalan kereta api di Bandung, juga membawa banyak sekali sampah dan ranting kayu

BMKG Peringatkan 13 Wilayah Jabar Rawan Banjir, Tapi Jangan Panik

Sebanyak 13 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat (Jabar) dinyatakan rawan bencana banjir hingga banjir bandang pada akhir November ini.

Presiden Jokowi Patenkan 2 Obat Ini untuk Covid-19, Apa Saja?

Presiden Joko Widodo meneken dua Peraturan Presiden (Perpres) tentang pelaksanaan paten oleh pemerintah terhadap dua obat untuk pengobatan Covid-19.

Polres Metro Tangkap 18 Warga Kampung Boncos saat Pesta Narkoba

Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap 18 orang warga Kampung Boncos saat pesta narkoba, Sabtu (27/11/2021).

Begini Kondisi Mobil Ketua MPR Bamsoet, Kecelakaan saat Reli di Bekasi

Kondisi mobil yang ditumpangi Ketua MPR, Bambang Soesatyo, akrab disapa Bamsoet ringsek usai kecelakaan saat balap mobil di Rally Meikarta, Bekasi, Sabtu (27/11/2021).

Polisi Dalami Motif Pria Bekasi yang Aksinya Lecehkan Kitab Suci Viral

Polres Metro Bekasi Kota menangkap BF, 37, warga Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi karena aksinya viral diduga melecehkan kitab suci Alquran.

Pelaku Pengeroyokan Pelajar SMA Hingga Tewas di Bandung Ditangkap

Pelaku pengeroyokan pelajar SMA hingga tewas di Jalan Aceh, Bandung, dibekuk jajaran Polsek Bandung Wetan di Bandung.

Kongres Kaum Muda Kemukakan Delapan Tuntutan demi Indonesia Emas 2045

Kerinduan untuk menemukan kembali identitas bangsa Indonesia yang berakar pada tanah dan air menggelorakan keinginan kaum muda untuk menjadi bagian dalam proses penyusunan kebijakan

Ketua MPR Bamsoet Kecelakaan saat Reli di Bekasi, Begini Kondisinya

Ketua MPR, Bambang Soesatyo, mengalami kecelakaan saat mengikuti balapan Sprint Rally 2021 di Meikarta, Bekasi, Sabtu (27/11/2021).

Lanjutan Kasus Macbook Rp67 Juta, Polisi Sebut Korban 18 Orang Lebih

Dirkumsus Polda Metro Jaya memperkirakan korban penggelapan barang mahal yang dilakukan dua kurir ojol fiktif lebih dari 18 orang.

PNS Telanjur Ajukan Cuti Libur Nataru, BKN Minta Batalkan

BKN memastikan ASN dilarang cuti selama libur Natal dan Tahun Baru 2022, kecuali bagi yang melahirkan dan sakit.

Waduh, 19 Kabupaten/Kota Sempat Alami Lonjakan Kasus Covid-19

Menkes Budi Gunadi menyampaikan persentase kenaikan kasus Covid-19 di sejumlah daerah tersebut memang terbilang kecil.

Tragis! Pria 68 Tahun Diterkam Buaya Saat Selfie, Begini Ceritanya

Seorang pria berusia 68 tahun diterkam buaya karena mengira reptil raksasa itu palsu dan terbuat dari plastik.

Varian Omicron Muncul di Afrika, Warga 8 Negara Dilarang Kunjungi AS

Sebagian besar warga negara non-AS yang telah berada di 8 negara di Afrika dalam 14 hari sebelumnya tidak akan diizinkan masuk ke Amerika Serikat.