Hore! Besok Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur Kembali Dibuka
Pengelola Obyek Wisata (OW) Waduk Gajah Mungkur atau WGM bersama Satuan Tugas Covid-19 saat melakukan simulasi di area OW WGM, Sabtu (28/11/2020). (Solopos.com/M. Aris Munandar)

Solopos.com,WONOGIRI -- Obyek Wisata (OW) Waduk Gajah Mungkur atau WGM Wonogiri akan kembali dibuka untuk para wisatawan mulai Minggu (29/11/2020). Objek wisata ini hampir sembilan bulan ditutup akibat pandemi Covid-19.

Tentnya, pembukaan OW WGM akan disertai dengan penerapan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penularan Covid-19. Pengelola bakal membatasi jumlah pengunjung.

Pemkab Wonogiri akhirnya bisa membuka kembali obyek wisata di Kabupaten Gaplek tersebut setelah ada izin dari Satuan Tugas Covid-19 Wonogiri. Untuk memastikan kenormalan siap diterapkan, pada Sabtu (28/11/2020) pagi hingga siang, pengelola OW WGM bersama Satgas Covid-19 Wonogiri menggelar simulasi pembukaan tempat wisata.

Ini Syarat Tempat Wisata Wonogiri Bisa Beroperasi Saat Pandemi

Plt Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Wonogiri, Pranata, mengatakan banyak dampak negatif yang dirasakan berbagai pihak dengan penutupan OW WGM selama hampir sembilan. Atas dasar itu, pengelola berkoordinasi dengan Satgas terkait pembukaan kembali OW WGM.

"Setelah dirembuk bersama Satgas, OW WGM akhirnya diperbolehkan buka kembali dengan protokol kesehatan yang ketat. Baik bagi pengelola, pengunjung maupun pedagang yang berjualan di area wisata," kata Pranata di sela-sela kegiatan simulasi.

Cek Kesiapan

Ia mengatakan simulasi tadi bertujuan untuk mengetahui kesiapan pengelola dalam membuka obyek wisata. Simulasi dilakukan di semua area, mulai dari tempat berjualan, wahana permainan, tempat satwa atau kebun binatang, taman hingga dermaga atau wisata perahu.

Ratusan Petani Wonogiri Terima Pompa Air Konversi BBM ke BBG, Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan

"Simulasi untuk memastikan apakah di WGM telah memenuhi persyaratan dibukanya obyek wisata atau tidak. Begitu juga dengan kelengkapan alat protokol kesehatan dan petugasnya. Saat simulasi dicek semua," ungkap dia.

Pranata menambahkan, saat ini fasilitas di OW WGM seperti tempat mencuci tangan dan alat pengecek suhu sudah ada dan mencukupi. Kursi atau tempat duduk di area tempat wisata sudah diberi tanda agar wisatawan selalu menjaga jarak.

Selain itu para petugas dan pedagang juga telah diberi edukasi terkait pelaksanaan protokol kesehatan. "Setelah simulasi selesai, pengelola akan membersihkan beberapa area. Karena penutupan OW WGM sudah cukup lama, ada beberapa tempat yang harus dibersihkan" ujar dia.

Emoh Hanya Dapat Debu, Pemdes Tlogoharjo Akan Bangun Rest Area di JLS Wonogiri Untuk Dongkrak Ekonomi

Pengunjung Dibatasi

Meski telah dibuka, kata Pranata, pembatasan jumlah pengunjung diberlakukan, hanya diperbolehkan setengah dari kapasitas area. Dengan luasan area yang dimiliki, OW WGM mampu menampung 25.000 wisatawan. Jadi maksimal hanya 12.500 pengunjung yang diperbolehkan masuk.

Sementara itu, OW WGM dibuka seperti biasanya, dari pagi hingga sore hari. Saat dibuka, petugas akan memantau protokol kesehatan dengan ketat dari buka hingga tutup. Harus dipastikan tidak ada kerumunan dan harus berjaga jarak. Terutama di area wahana permainan, wahana air, dan dermaga.

"Besok saat hari pertama dibuka kami jadikan momentum untuk evaluasi. Jika ada yang belum sempurna menerapkan protokol kami tertibkan. Ini demi keamanan bersama," kata Pranata.

CFD Giritontro Wonogiri Diminta Pindah ke Jalan Kabupaten

Sementara itu, untuk lima obyek wisata milik pemerintah lainnya akan dibuka secara bertahap. Kelima tempat wisata itu yakni Kahyangan, Kawasan Museum Karst, Wisata Setren, Pantai Sembukan, dan Goa Putri Kencana.

"Untuk wisata yang dikelola swasta dan BUMDes sudah kami beri sosialisasi beberapa hari lalu. Kami perintahkan untuk melakukan simulasi pembukaan tempat wisata. Hasilnya diserahkan ke Disporapar, kemudian dimintakan rekomendasi ke Satgas," kata Pranata.

Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri, Adhi Dharma, mengatakan semua area di WGM beresiko terhadap penularan Covid-19. Namun setiap setiap area itu mempunyai tingkatan resiko yang berbeda. Misalnya, di WGM ada pertunjukan di dalam ruangan yang berlokasi di Omah Walik. Tentunya, tempat itu lebih berisiko dari pada area satwa atau taman. Obyek wisata seperti WGM memang lebih berisiko daripada obyek wisata pantai.

Diduga Langgar Aturan Netralitas ASN, Begini Penjelasan Camat Giritontro Wonogiri

"Maka kami imbau agar protokol kesehatan diterapkan dengan ketat dan disiplin. Jumlah pengunjung juga harus dibatasi," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom