Tutup Iklan -->
Hore! 8.400 Alat Rapid Test Corona Sudah Tiba di Jateng
Ilustrasi tes virus corona (Freepik)

Solopos.com, SOLO - Alat tes massal atau dikenal dengan rapid test corona telah tiba di Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jateng. Rencanannya, alat rapid test tersebut akan segera didistribusikan ke daerah pada hari ini juga, Jumat (27/3/2020).

Sebanyak 8.400 alat rapid test yang digunakan untuk tes virus corona kepada masyarakat Jateng itu langsung dicek oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Pemain Persib Bandung Diizinkan Mudik di Tengah Wabah Corona

Ganjar Pranowo menjelaskan alat-alat tersebut akan dikirim ke daerah-daerah dengan orang dalam pengawasan terbanyak.

"Alhamdullilah alat rapid test sudah tiba di Jateng. Sebanyak 8.400 sudah ada. Dan saya minta langsung didistribusikan hari ini juga," beber Ganjar sebagaimana diinformasikan pengelola akun media sosial Instagram @kominfo.jateng, Jumat.

10 Berita Terpopuler: Pasien Corona Solo Sembuh - Tegal Lockdown

Sebelumnya, Ganjar Pranowo pernah mengatakan Semarang dan Solo merupakan dua wilayah prioritas pelaksanaan rapid test corona.

Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur Ganjar Pranowo di kantornya, Jumat (20/3/2020). Dia menjelaskan keputusan itu diambil berdasarkan hasil penelusuran kasus positif corona di Jawa Tengah.

APD Corona dari China Made In Indonesia? Ini Jawaban BNPB

“Prioritasnya ya setidaknya Solo dan Semarang. Itu dilihat dari hasil penelusuran [kasus positif virus corona]. Kalau ada [alat tes cepat] ya kita prioritaskan dulu [Solo dan Semarang],” ungkap Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, kepada Semarangpos.com.

Hasil Negatif, Belum Tentu Bebas Corona

Perlu diingat, hasil rapid test negatif ternyata tidak menjamin seseorang bebas dari virus corona. Juru Bicara Penangana Covid-19 untuk Indonesia Achmad Yurianto mengatakan meski hasilnya negatif, rapid test perlu diulang sekali lagi di pekan selanjutnya.

Tanah Gerak Disertai Suara Gemuruh, 127 Orang di Ponorogo Mengungsi

Dia mengatakan bisa saja seseorang terinfeksi virus corona, tetapi masih terdeteksi negatif melalui tes cepat (rapid test). Kondisi ini terjadi karena respons dari sistem imun seseorang belum muncul.

“Ini sering terjadi pada infeksi di bawah 7 hari atau 6 hari. Oleh karena itu, ini akan diulang lagi 6 - 7 hari kemudian dengan pemeriksan yang sama,” katanya melalui siaran resmi di Graha BNPB Jakarta, Sabtu (21/3/2020).

Pandemi Corona, Iphone 12 Terancam Rilis Tahun Depan

Lelaki yang akrab disapa Yuri ini meminta masyarakat dengan hasil rapid test negatif tetap harus melakukan pembatasan aktivitas. Artinya dia harus mengatur jarak sosial dan menghindari kontak interaksi secara berlebihan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho