Hoaks Pasar di Sragen Ditutup Bikin Resah Pedagang, Ini Tanggapan Disperindag
Bupati Sragen Yuni Sukowati (kiri) kaget saat ditawari bayam satu ikat senilai Rp15.000 di Pasar Bunder Sragen, Jumat (15/11/2019). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Informasi tidak benar alias hoaks mengenai penutupan sejumlah pasar tradisional di Sragen beredar luas dan membikin resah para pedagang, terutama di Pasar Bunder.

Yuliatman, 41, pedagang sekaligus pemasok cabai di Pasar Bunder mengatakan isu terkait penutupan pasar itu sudah beredar dalam empat hari terakhir. Menurut isu yang beredar di kalangan pedagang itu, Pasar Bunder akan ditutup selama dua hari.

Selama penutupan itu, Pasar Bunder akan disemprot disinfektan untuk mengantisipasi persebaran virus corona (Covid-19).

Tambah, Warga Wonogiri Karantina Mandiri Karena Kontak Dengan Pasien Corona Jadi 117 Orang

“Banyak pedagang bertanya-tanya kebenaran terkait isu itu. Ada yang percaya, ada yang ragu, termasuk saya. Kalau pasar induk ditutup, bagaimana nasib pasar-pasar lainnya,” terang pedagang asal Sambirejo itu kepada Solopos.com, Jumat (20/3/2020).

Karena infonya simpang siur, Yuliatman akhirnya bertanya kepada Lurah Pasar. Hasilnya, tidak ada rencana penutupan Pasar Bunder di Sragen. Bisa dipastikan informasi itu tidak benar alias hoaks.

Isu terkait pandemi Covid-19 membuat banyak warga mengurangi aktivitas di luar rumah, termasuk pergi ke pasar untuk berbelanja. Akibatnya, jumlah pengunjung pasar menjadi turun drastis. Oleh sebab itu, Yuliatman sengaja mengurangi pasokan cabai demi menghindari kerugian.

Misteri Virus Corona di Seminar Bogor, Panitia Tak Bisa Ditemukan

“Biasanya saya mendatangkan satu ton cabai, sekarang hanya tujuh kuintal. Itu pun tidak habis dalam sehari. Mudah-mudahan wabah virus corona itu segera berlalu supaya aktivitas jual beli di pasar kembali normal,” papar Yuliatman.

Pasar di Sragen Siapkan Antisipasi Penularan Corona

Lurah Pasar Bunder, Sugino, menegaskan informasi terkait penutupan Pasar Bunder yang beredar di kalangan pedagang dan warga Sragen adalah hoaks. Sebagai langkah antisipasi persebaran Covid-19, Sugino menyediakan fasilitas cuci tangan di pintu masuk pasar.

Sementara di dalam pasar, disediakan tiga wastafel yang bisa dimanfaatkan pedagang untuk mencuci tangan.

Disebut Jokowi Sebagai Obat Virus Corona, Ini Penjelasan Tentang Avigan dan Klorokuin

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen, Tedi Rosanto, menegaskan semua pasar di Sragen tidak akan ditutup dalam situasi apa pun. Namun, dia meminta warga yang merasa demam atau tidak enak badan tidak pergi ke pasar.

“Pasar hanya untuk pedagang dan pembeli yang sehat. Pasar tidak akan ditutup apa pun yang terjadi. Hoaks selalu ada untuk meresahkan masyarakat. Tidak rela kalau negaranya aman dan nyaman,” papar Tedi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho