Warga berjejalan untuk membeli bakso di warung bakso milik Sugeng di Desa Kedongmaron, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Senin (3/2/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN — Menyebarnya informasi hoaks soal bakso berbahan daging tikus tidak hanya merugikan pemilik warung bakso di Desa Kedongmaron, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Viralnya video itu juga berdampak pada pemilik usaha pembuatan bakso yang ada di Kabupaten Nganjuk.

Pemilik warung bakso yang sempat dicurigai berbahan daging tikus, Sugeng, memang mengambil bakso dari salah satu produsen bakso yang ada di Kabupaten Nganjuk. Setelah viral video hoaks bakso tikus di Madiun, tempat usaha produksi bakso tersebut pun menurun drastis.

4 Warga Meninggal Dunia, Karanganyar Waspada Leptospirosis

Pemilik usaha pembuatan bakso di Nganjuk, Nanang Setiawan, mengaku selama ini Sugeng memang mengambil bakso produksinya lewat pedagang yang ada di Saradan, Madiun. Dia menyampaikan setelah video bakso tikus itu viral di media sosial, omzet penjualannya menurun drastis.

Dia menyebut omzet yang awalnya mencapai Rp25 juta/hari, kini hanya sisa Rp12 juta sehari. Menurunnya omzet ini masih terus dirasakan hingga sekarang, meskipun video tuduhan baksonya mengandung daging itu sudah terbantah dengan hasil laboratorium.

Kondisi WNI Bekas ISIS: 47 Ditahan, 553 Pengungsi, Buang Paspor Indonesia

“Sampai sekarang masih dirasakan. Permintaan cukup lenggang sejak adanya video itu. Di Nganjuk dan daerah Jombang, isu bakso daging tikus ini masih viral dan diperbincangkan, ini sangat merugikan saya,” jelas dia saat ditemui di warung bakso milik Sugeng di Desa Kedungmaron, Senin (3/2/2020).

Bakso produksinya, kata dia, selama ini memang untuk memenuhi kebutuhan pedagang bakso di berbagai daerah, bukan hanya Madiun. Seperti Nganjuk, Jombang, hingga Kediri. Sehingga saat ada isu sensitif seperti ini tentu akan langsung berdampak pada usahanya.

“Saya sampaikan terima kasih kepada Kapolres Madiun karena telah bergerak cepat dan menguji produk bakso saya. Ternyata hasilnya negatif dari daging tikus, boraks, dan formalin,” katanya.

Lupakan Eriksen! Tottenham Kini Punya Bergwijn

Pria yang juga menjadi Ketua Paguyuban Pedagang Bakso Nganjuk ini, meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah memvonis dan menyebar berita bohong soal bakso tikus. Karena sekali isu itu tersebar, maka akan merugikan para pedagang bakso. Meskipun isu bakso tikus itu belum tentu kebenarannya.

“Saya minta kepada masyarakat untuk tidak mudah memvonis dan menyebar berita bohong soal bakso tikus. Kasihan para pedagang bakso,” jelasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten