HM Sampoerna Realisasi Investasi Rp2,3 Triliun, Ini Pesan Menko Airlangga

Penerimaan cukai sepanjang tahun 2020 mencapai Rp205,68 triliun dengan proporsi terbesar Cukai Hasil Tembakau sebesar Rp170,24 triliun atau naik sebesar 3,24%.

 Menko Airlangga Hartartomenghadiri acara realisasi investasi PT HM Sampoerna Tbk. (ekon.go.id)

SOLOPOS.COM - Menko Airlangga Hartartomenghadiri acara realisasi investasi PT HM Sampoerna Tbk. (ekon.go.id)

Solopos.com, KARAWANG — PT HM Sampoerna Tbk. yang merupakan afiliasi dari Philip Morris International mengumumkan realisasi investasi dengan total nilai sekitar $166,1 juta atau setara Rp2,37 triliun.

Realisasi investasi itu untuk pembangunan fasilitas produksi untuk produk tembakau yang dipanaskan yakni IQOS-HEETS. Industri pengolahan tembakau mempunyai peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional, karena mempunyai multiplier effect yang luas.

Baca Juga: Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Begini Upaya Strategis RI Mengatasinya

Industri jasa terkait dapat tumbuh melalui ekspansi investasi, penyediaan lapangan usaha dari hulu ke hilir, penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan bahan baku dalam negeri serta kontribusi cukai pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai salah satu penyumbang pendapatan negara.

Saat ini, kinerja industri hasil tembakau di Indonesia mencatatkan kontribusi terhadap APBN pada 2020 sebesar 10,11%. Penerimaan cukai sepanjang tahun 2020 mencapai Rp205,68 triliun dengan proporsi terbesar cukai hasil tembakau sebesar Rp170,24 triliun atau naik sebesar 3,24%.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mencatat produksi rokok mengalami tren penurunan dari tahun 2016-2018. Angka produksi terendah terjadi pada tahun 2018 yang tercatat sebesar 332 miliar batang. Pada periode Januari-September, industri rokok berdasarkan jenisnya pada tahun 2021 mengalami total kenaikan produksi secara tahunan sebesar 4,3% atau di angka 235,9 miliar batang.

Baca Juga: Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Begini Upaya Strategis RI Mengatasinya

Kontribusi industri hasil tembakau terhadap ekspor memiliki nilai yang positif di mana ekspor cenderung meningkat. Namun, di masa pandemi ini, kinerja ekspor industri hasil tembakau pada tahun 2020 mengalami sedikit penurunan dari periode sebelumnya sebesar 3,96%.

Produk Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan merupakan hasil dari pengembangan inovasi serta teknologi telah digunakan di sejumlah negara sebagai strategi alternatif untuk membantu perokok untuk beralih ke produk tembakau yang lebih rendah risiko.

“Dengan adanya kemitraan berharap nilai tukar petani harus tetap dijaga. Di Indonesia telah memasuki super komoditas namun kita melihat bahwa di sektor tembakau di industri komoditas cengkeh harus tetap di jaga kemitraannya agar nilai tukar petani bisa dijaga dan hidup layak sehingga dapat mendorong sustainability industri secara keseluruhan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan pada acara peresmian Realisasi Investasi Produk Inovatif Berorientasi Ekspor PT HM Sampoerna Tbk di Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/11/2021).

PT HM Sampoerna menyatakan bahwa IQOS dirancang khusus untuk memanaskan tembakau dan bukan membakarnya. Dengan IQOS, tidak ada pembakaran tembakau sehingga tidak menghasilkan asap.

Baca Juga: Targetkan Nol Persen Kemiskinan Ekstrem 2024, Ini Strategi Pemerintah

Hal ini menjadi penting dikarenakan tingkat risiko kesehatan menjadi sangat kecil namun tidak menghilangkan cita rasa dari tembakaunya. Adapun HEETS merupakan merek dari batang tembakau yang secara eksklusif dirancang untuk digunakan dengan IQOS.

Investasi yang dilakukan PT HM Sampoerna Tbk. melalui produk HPTL IQOS-Heets diharapkan memiliki tujuan penciptaan ekonomi dan investasi sebagaimana yang telah dikemukakan sebesar $635 juta atau 8,7 triliun rupiah dapat terlaksana.

Realisasi investasi nantinya akan berdampak pada banyak sektor antara lain sektor UMKM, ritel tradisional, kemitraan dengan petani, pengembangan R&D, serta distribusi.

“Saya ucapkan selamat atas peresmian realisasi investasi ini. Hal ini merupakan peresmian yang berbeda karena seperti yang kita ketahui peresmian investasi biasanya berupa ground breaking, peresmian final produk, dan ini peresmian in progress. Kita berharap realisasi agar lebih cepat kurang lebih dari satu tahun,” pungkas Menko Airlangga.

Baca Juga: Sinergi Seluruh Stakeholder Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi RI

Turut hadir dalam acara tersebut, yakni Menteri Investasi/ Kepala Badan Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Askolani, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, dan Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis.

Berita Terkait

Espos Plus

Rehabilitasi Pencandu Narkoba Lebih Efektif Secara Sukarela

+ PLUS Rehabilitasi Pencandu Narkoba Lebih Efektif Secara Sukarela

Kesukaleraan menjalani rehabilitasi lebih efektif mengentaskan pencandu narkoba. Pendekatan hukum acap kali membuat pengguna narkoba tiarap dan enggan melaporkan diri ke institusi penerima wajib lapor.

Berita Terkini

Terkait Dana Bansos Rp2,7 Triliun Tertahan di Himbara, Ini Respons BRI

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan, BRI beserta bank Himbara lainnya telah melaksanakan tugas dalam penyaluran bansos sesuai dengan tupoksinya masing masing.

Pembebasan Lahan Tol Jogja-YIA Dimulai Pertengahan 2022, Anggarannya?

Pembebasan lahan tol Jogja-Yogyakarta International Airpot (YIA)  Kulonprogo diperkirakan akan dimulai pada pertengahan 2022.

Meningkatkan Okupansi dan Wisata Soloraya Lewat Hotel Expo 2022

Sedikitnya 25 stan berdiri di grand atrium Solo Paragon Lifestyle Mall, Rabu (19/1/2022) memamerkan dan pusat informasi potensi hotel-hotel peserta Hotel Expo 2022.

Kompak Naik Nih! Cek Yuk Harga Emas Pegadaian Jumat 21 Januari 2022

Harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian Jumat (21/1/2022) ini terpantau naik baik untuk emas UBS maupun Antam.

Webinar JNE: Mengungkap Rahasia UMKM Bertahan Diterjang Pandemi

Setidaknya ada tiga kiat utama untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) maupun ekonomi kreatif agar bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Pemerintah Tolak Rencana Kerja 460 Perusahaan Tambang, Kenapa?

Pemerintah menolak sebanyak 460 rencana kerja dan biaya (RKAB) 2022 dari perusahaan pertambangan mineral dan batu bara.

5 Tips Pinjol Cepat Cair, Prosesnya Cuma Hitungan Menit!

Berikut lima tips untuk mendapatkan pinjaman online (pinjol) yang cepat cair dalam hitungan menit tanpa berbelit-belit.

Diharamkan MUI dan Muhammadiyah, Minat Investasi Kripto di RI Surut?

Pernyataan Muhammadiyah yang menetapkan aset kripto sebagai barang haram diyakini tidak akan mengendurkan minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi pada instrumen ini.

BRImo E-Payment Cara Praktis Transaksi di E-Commerce dari BRI

BRImo E-Payment merupakan metode pembayaran yang memungkinkan konsumen bertransaksi di berbagai merchant tanpa perlu berpindah aplikasi.

Bermodal Suara, Ini Tips Menghasilkan Uang dari Voice Over Talent

Di era perkembangan teknologi digital saat ini, voice over talent semakin banyak diminati masyarakat bahkan karena dapat menjadi pemasukan tetap.

KPPU Sebut 4 Produsen Kuasai Pasar Minyak Goreng, Ada Praktik Kartel?

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan adanya sinyal praktik kartel atau persekongkolan dalam kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri.

Minyak Goreng Harga Rp14.000 Per Liter Mulai Tersebar di Jogja

Beberapa pedagang di Kota Jogja mulai menerapkan harga tunggal minyak goreng dengan harga Rp14.000 per liter.

Jadi Laboratorium Klinik Terbesar, Ini Fokus Prodia di Layanan Digital

Prodia Mobile menjadi salah satu pelayanan digital yang paling diminati banyak pelanggan.

Segera Cair, Ini Cara dan Syarat Mendapatkan BLT UMKM 2022

Untuk mendapatkan BLT para pelaku usaha sebelumnya harus mengetahui cara dan melengkapi syarat administrasi.

Jagongan Madiun Raya: Menangkap Peluang Ekonomi 6 Kabupaten/Kota

Kawasan Madiun Raya sejatinya lebih memiliki ketahanan (resilience) secara ekonomi selama pandemi dibandingkan ketahanan secara nasional.