Jemaah haji kembali ke tenda setelah melaksanakan lontar jamrah, Rabu (22/8/2018) (Reuters-Zohra Bensemra)

Solopos.com, MEKAH – Kementerian Agama menyarankan jemaah calon haji untuk pergi umrah dan beribadah di Masjidil Haram pada waktu Duha dan setelah salat Isya. Pasalnya, itu adalah waktu di mana kondisi di Masjidil Haram maupun bus shalawat pengangkut jemaah agak lengang.

Hal ini disampaikan Kepala Daerah Kerja Mekah Subhan Cholid saat meninjau terminal Syib Amir, Makkah. "Bada Isya, sekitar jam 10 malam seperti ini sudah cukup lengang terminalnya. Sehingga jemaah bisa berangkat ke Masjidil Haram dan tidak akan bertubrukan dengan jemaah yang baru selesai salat," ujar Subhan, Sabtu (20/7/2019) malam.

Salah satu kiat yang diungkapkan Subhan untuk mengetahui kondisi kepadatan di Masjidil Haram adalah memantaunya lewat layar televisi. "Di tiap hotel kan ada yang menayangkan siaran langsung Masjidil Haram, nah pantau di sana. Kalau terlihat agak lengang, silakan segera berangkat," ujarnya sebagaimana dilansir Kemenag.go.id.

Sementara, anggota tim Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (P3JH) dr.Hendro mengungkapkan, setelah sepekan operasional haji di Daerah Kerja Mekah, dirinya kerap mendapati jemaah kelelahan di Masjidil Haram.

"Biasanya, karena jemaah langsung melaksanakan umrah setibanya di Mekah. Padahal, seringkali jemaah masih dalam kondisi lelah usai menempuh perjalanan dari Madinah," tutur pria yang bertugas di Pos Sektor Khusus Masjidil Haram ini.

Hendro pun menyarankan agar sebelum melaksanakan umrah wajib jemaah dapat mencukupi asupan makanan serta mengistirahatkan tubuhnya.

"Apalagi untuk jemaah lansia, idealnya lakukan relaksasi dan orientasi lingkungan terlebih dahulu. Jangan terburu-buru untuk umrah. Idealnya, jemaah lansia terutama, butuh waktu sekitar tiga sampai empat jam untuk berelaksasi dahulu sebelum dibawa ke Masjidil Haram," jelas Hendro, yang sehari-hari bekerja di RS Haji Jakarta ini.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten