Hindari Jeratan Tekfin Ilegal

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/8/2019). Esai ini karya Subroto Rapih, dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret dan sedan menempuh studi doktor bidang Economics and Finance di Yamguchi University, Jepang. Alamat e-mail penulis adalah subrotorapih@gmail.com.

Solopos.com, SOLO — Baru-baru ini kita disuguhi berita nasabah pinjaman online berbasis aplikasi teknologi finansial (tekfin) yang menjadi korban penagihan dengan cara tidak manusiawi. Telat melunasi utang membuat penyedia layanan menagih dengan cara mempermalukan peminjam kepada rekan-rekannya melalui grup Whatsapp.

Belakangan diketahui tekfin itu merupkan tekfin ilegal, belum terdaftar dan tak berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Tekfin sebenarnya suatu terobosan luar biasa di sektor keuangan.  Tekfin memudahkan dan mempercepat layanan nasabah yang ingin mendapatakan pinjaman.

Persyaratan mengajukan pinjaman relatif mudah karena syarat dan prosedur tidak sekompleks dan serumit pengajuan kredit di bank. Kemudahan dan kecepatan inilah yang menjadikan layanan tekfin makin digemari masyarakat sebagai alternatif mendapatkan dana pinjaman.  

Tekfin ilegal inilah kadang-kadang memberikan syarat dan ketentuan yang tidak masuk akal kepada debitur. Tekfin ilegal kadang-kadang menagih dengan cara-cara tidak manusiawi ketika debitur telat melunasi pinjaman.

Mengapa masih ada masyarakat yang menggunakan tekfin ilegal? Pertama, minimnya regulasi tentang tekfin. Sampai saat ini pemerintah hanya memblokir dan menghapus aplikasi tekfin ilegal tanpa sanksi bagi pelakunya.

Artinya, pelaku pendirian dan pengoperasian tekfin ilegal tidak bisa dijerat secara hukum selama tidak melakukan tindak pidana yang menyebabkan kerugian moral maupun material bagi nasabah. Kelonggaran hukum ini menjadikan tekfin ilegal terus bermunculan karena memang sangat menjanjikan keuntungan.

Pada 2018, Satuan Tugas Waspada Investasi OJK memblokir 404 aplikasi tekfin. Pada 2019 (per Agustus) Satgas Waspada Investasi OJK memblokir 826 aplikasi tekfin. Ini membuktikan meskipun telah diblokir dan dihapus, jumlah tekfin ilegal terus bertambah karena longgarnya hukum.

Tidak Terkontrol

Kedua, masih rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat. Semkin banyak jasa tekfin sebenarnya cukup baik bagi peningkatan inklusi keuangan, namun karena sifatnya yang mudah dan cepat dalam proses pengajuan pinjaman menjadikan masyarakat cenderung tidak terkontrol dalam mengajukan pinjaman.

OJK telah memublikasikan tekfin terdaftar dan berizin, tetapi faktanya tidak menjadikan tekfin ilegal kehilangan nasabah. Rendahnya tingkat literasi keuangan menjadikan masyarakat tidak mengetahui dan memahami risiko yang mungkin mereka terima ketika meminjam dana  melalui tekfin. Sebagian masyarakat cenderung tidak memedulikan aspek legalitas tekfin yang mereka gunakan.

Ketiga, rendahnya literasi tenologi informasi. Tekfin merupakan jasa keuangan berbasiskan teknologi sehingga perlu membekali masyarakat pemahaman tentang model pinjaman online. Walapun kegiatan intinya merupakan kegiatan kredit, ada perbedaan yang cukup signifikan dengan layanan bank.

Perbedaan-perbedaan model bisnis inilah yang kadang-kadang kurang dipahami masyarakat akibat minimnya literasi teknologi informasi. Pada model bisnis tekfin, komunikasi yang teejalin antara kreditur dan debitur nyaris hanya dilakukan melalui perantara gadget.

Selain itu, karena sifatnya yang nyaris tanpa agunan menjadikan tekfin membutuhkan ikatan yang lebih kuat untuk meminimalkan risiko gagal bayar atau wanprestasi oleh debitur. Bentuk ikatan tambahan kepada debitur oleh penyedia layanan fintek biasanya dengan meminta persetujuan calon nasabah untuk mengakses nomor kontak di handphone nasabah.

Hal-hal seperti ini kadang-kadang tidak diperhatikan calon nasabah sehingga bisa menjadi celah bagi tekfin “nakal”  menyalahgunakan daftar kontak di handphone nasabah untuk kepentingan penagihan dengan cara-cara tidak manusiawi.

Solusi

Pemberantasan tekfin ilegal melalui Satuan Tugas Waspada Investasi OJK merupakan solusi yang patut diapresiasi, namun perlu pula penerbitan regulasi tentang pelarangan pendirian dan pengoperasian tekfin ilegal. Sampai saat ini, belum ada regulasi yang secara spesifik bisa menjerat secara pidana pendiri dan pengelola tekfin ilegal.

Jeratan hukum hanya bisa dilakukan ketika pengelola tekfin melakukan tindak pidana kepada calon nasabah, misalnya ketika menagih dengan cara-cara tidak manusiawi. Jika perlakuan terhadap tekfin ilegal hanya sebatas pemblokiran dan penghapusan aplikasi, tidak akan bisa menghalangi munculnya tekfin ilegal baru.

Pemberantasan tekfin ilegal sangat terbatas dan tidak akan mampu memberantas seluruhtekfin  ilegal yang beroperasi di Indonesia. Langkah lain yang juga sangat penting adalah penguatan dan peningkatan tingkat literasi keuangan masyarakat. Penguatan dan peningkatan tingkat literasi keuangan masyarakat mutlak diperlukan guna memutus mata rantai korban tekfin ilegal.

Literasi keuangan menjadi penting ketika regulasi dan birokrasi perbankan seolah-olah kehilangan relevansi. Pada kasus pinjaman di tekfin, ketika syarat dan proses pengajuan kredit menjadi sangat mudah dan sederhana, maka kontrol diri menjadi kunci guna terhindar dari pengajuan kredit yang tidak sehat dan jeratan tekfin ilegal.

Manfaat tekfin akan tercapai secara maksimal hanya jika dibarengi dengan tingkat literasi masyarakat yang memadai. Penguatan literasi teknologi informasi juga harus terus dilakukan guna membekali masyarakat tentang penggunaan layanan jasa berbasiskan teknologi informasi seperti tekfin.

Rendahnya literasi teknologi informasi menjadikan masyarakat tidak sadar bahwa mereka telah melakukan kesepakatan yang berpotensi merugikan secara moral maupun material. Proses edukasi literasi keuangan dan literasi teknologi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak sehingga kerja sama lintas sektor wajib dilakukan.

Keterlibatan penyelenggara layanan tekfin mutlak diperlukan. Keterbukaan informasi apa pun tentang syarat dan ketentuan pengajuan pinjaman oleh penyedia tekfin harus terus didorong. Jangan sampai pengelola tekfin menutupi atau memberikan informasi samar-samar sehingga menyebabkan calon nasabah kurang memahami hak dan kewajiban mereka.

Berita Terkait

Espos Premium

Perjalanan Makin Longgar,  Angkutan Darat Sudah Siap dengan Protokol Kesehatan Belum?

Perjalanan Makin Longgar, Angkutan Darat Sudah Siap dengan Protokol Kesehatan Belum?

Pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) pada moda transportasi darat  seperti bus menjadi bahan sorotan lantaran pengawasannya masih rendah. Penguatan pelaksanaan prokes penting guna menanggapi perubahan pandemi menjadi endemi.

Berita Terkini

Puluhan Kendaraan Menuju ke Hutan Pinus Mangunan Diminta Putar Balik

Puluhan kendaraan yang menuju ke Hutan Pinus di Mangunan, Dlingo, Bantul, DIY, diminta putar balik karena pemberlakuan penyekatan.

Voice Note di Whatsapp Kok Terdengar Lebih Cepat? Kenali Cara Ubah Setelannya

Kenali setelan kecepatan pemutaran pesan suara/voice note pada aplikasi Whatsapp.

Ali Kalora Ditembak Mati Satgas Madago Raya, Mahfud Md Minta Masyarakat Tenang

Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Ali Kalora, tewas ditembak Satgas Madago Raya. Menko Polhukam Mahfud Md meminta masyarakat tetap tenang.

Jangan Lupa Cicipi Pindang Tetel Jika Singgah ke Pekalongan

Kuliner Pekalongan berupa pindang tetel menjadi sajian yang wajib Anda cicipi ketika bertandang ke sana, karena rasanya yang lezat tiada duanya.

Wajib Tahu! Ini Manfaat Aplikasi PeduliLindungi

Tahukah Anda kali ini membahas tentang sederet manfaat aplikasi PeduliLindungi.

Perjalanan Makin Longgar, Angkutan Darat Sudah Siap dengan Protokol Kesehatan Belum?

Pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) pada moda transportasi darat  seperti bus menjadi bahan sorotan lantaran pengawasannya masih rendah. Penguatan pelaksanaan prokes penting guna menanggapi perubahan pandemi menjadi endemi.

Profil Wihaji, Bupati Batang Kelahiran Sragen Cucu Abdi Dalem Mangkunegaran Solo

Wihaji merupakan putra daerah Kabupaten Sragen yang lahir pada 22 Agustus 1976, cucu abdi dalem Mangkunegaran Solo yang saat ini menjabat sebagai Bupati Batang.

Misteri Kematian Pria Jakarta Timur Saat Live Tiktok, Keluarga Tepis Dugaan Bunuh Diri

Belum lama ini jagat dunia maya Tanah Air dihebohkan dengan kematian pria IS, 29, saat live di Tiktok di rumah susun di Jatinegara, Jakarta Timur.

Sinyal Lemah, Penarapan Aplikasi PeduliLindungi di Tawangmangu Jadi Susah

Penerapan aplikasi PeduliLindungi di kawasan wisata Tawangmangu, Karanganyar, terkendala sinyal internet yang lemah.

10 Berita Terpopuler: Potensi Tsunami di Pacitan hingga Kecelakaan di Wonogiri

Kabar tentang potensi tsunami setinggi 28 meter di Pacitan, Jawa Timur menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Minggu (19/9/2021).

Tak Cuma Pacitan, Wonogiri Juga Berpotensi Tsunami Besar

Selain Pacitan di Jawa Timur, wilayah Wonogiri juga memiliki potensi tsunami besar.

Hore.. Diskon 100% PPnBM Diperpanjang Hingga Desember

Pemerintah resmi memperpanjang diskon 100% PPnBM hingga Desember 2021.

Viral! Aksi Maling HP Terobos Lubang Pagar Besi Bikin Tegang, Dikira Nyantol Ternyata...

Aksi seorang pencuri ponsel yang terekam kamera CCTV viral di media sosial lantaran mampu melewati lubang pagar besi yang kecil.

Bobol Konter Dua Kali, Pasutri di Ponorogo Curi Puluhan Tabung Gas Elpiji

Sepasang suami istri mencuri 50 tabung gas 3 kg dan uang Rp1 juta di konter 212 Cellular depan BRI Siman, Desa Brahu, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.

IKM di Grobogan Didorong Meningkatkan Daya Saing

Pemkab Grobogan bersama anggota DPR RI menggandeng sejumlah perusahaan untuk sosialisasi agar IKM memiliki daya saing.