Tutup Iklan

Hindari Emak-Emak, Mobil Pikap Terguling di Telukan Sukoharjo

Mobil pikap pengangkut semen terguling di jalan Sukoharjo-Wonogiri wilayah Telukan, Grogol, Sukoharjo, gara-gara menghindari emak-emak naik motor jalannya tidak stabil.

 Semen yang jatuh di jalan setelah mobil pikap pengangkutnya terguling di jalan wilayah Telukan, Grogol, Sukoharjo, Senin (25/10/2021). (Solopos/Candra Mantovani)

SOLOPOS.COM - Semen yang jatuh di jalan setelah mobil pikap pengangkutnya terguling di jalan wilayah Telukan, Grogol, Sukoharjo, Senin (25/10/2021). (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, SUKOHARJO — Mobil pikap yang mengangkut semen mengalami kecelakaan dan terguling di jalan Sukoharjo-Wonogiri wilayah Telukan, Grogol, Sukoharjo, Senin (25/10/2021). Mobil tersebut menabrak pembatas jalan lantaran menghindari ibu-ibu yang mengendarai motor tidak stabil di depannya.

Pantauan Solopos.com di lokasi Senin pukul 16.00 WIB, sejumlah polisi sudah tiba di lokasi terjadinya kecelakaan. Beberapa pemuda tampak mengevakuasi semen yang berserakan di jalan raya.

Sementara itu, mobil pikap berpelat nomor AD 1799 YT yang terlibat kecelakaan sudah dievakuasi ke seberang jalan. Pengemudi mobil pikap, Joni Irawan, warga Manyaran, Wonogiri, mengatakan pikapnya terguling di wilayah Telukan, Sukoharjo, sekitar pukul 15.40 WIB.

Baca Juga: Waduh! Buruh Sukoharjo Sebut Rumus Baru UMK Beratkan Pekerja

Ia mengatakan saat itu sedang mengangkut barang berupa semen dari arah Solo ke Desa Pondok, Kecamatan Grogol. Namun, saat perjalanan di depannya ada seorang perempuan mengendarai motor tidak stabil dan menghalangi laju pikapnya.

“Saat itu ada ibu-ibu yang bersepeda motor di depan saya. Saya sudah klakson berkali-kali tapi malah berkendaranya tidak benar. Nganan ngiri tidak lurus jalannya. Setelah saya mau menyalip malah nganan lagi, menghalangi laju kendaraan saya,” ujarnya ketika ditemui Solopos.com di lokasi kecelakaan.

Menabrak Pembatas Jalan

Joni mengatakan saat mencoba menghindari ibu-ibu tersebut, ia tidak bisa mengendalikan kemudi pikap hingga kemudian menabrak pembatas. Akibatnya, pikap yang ia kemudikan anjlok dari pembatas jalan dan terguling di seberang jalan wilayah Telukan, Sukoharjo, itu.

Baca Juga: Tak Mau Kecolongan, Tim Gabungan Nguter Sukoharjo Rutin Patroli Prokes

“Saya akhirnya tidak bisa mengendalikan dan bablas menabrak pembatas jalan. Untungnya saya tidak luka-luka, hanya saja ada benturan di dada saya. Ini masih sakit. Ibu-ibunya juga bablas terus, tidak berhenti,” ucapnya.

Akibat kecelakaan tersebut, semen yang diangkut Joni berserakan di jalan dan menyebabkan kemacetan. Belum diketahui nilai kerugian yang dialami pengemudi pikap akibat kecelakaan tersebut.

Baca Juga: Asal Kawanan Kera yang Serbu Mojolaban Sukoharjo Masih Misterius

Saat ini kedua pengemudi masih dalam pemeriksaan polisi di lokasi dan mendapatkan penanganan medis. Salah satu warga sekitar, Agus, mengatakan tidak mengetahui penyebab kecelakaan.

Ia mengaku tahu-tahu kendaraan pengangkut semen tersebut sudah terguling di jalan. “Tidak tahu awalnya bagaimana, tiba-tiba saja sudah terguling. Tadi langsung ramai juga,” ucapnya.


Berita Terkait

Espos Plus

Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

+ PLUS Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

Yang perlu diingat adalah manusia tidak bisa mencegah letusan gunung berapi, yang bisa dilakukan manusia hanyalah mengurangi risiko (risk reduction) akibat bencana letusan gunung berapi.

Berita Terkini

Lagi Viral Kuliner Rating Rendah di Soloraya, Banjir Komentar Sadis

Baru-baru ini viral di media sosial potret review kuliner rating rendah di Google Review yang mengulas salah satu warung makan di Soloraya.

Viral Video Mesum Sejoli 25 Detik, Diduga Terjadi di Sragen

Beredar sebuah video mesum sejoli di kamar berdurasi 25 detik, yang diduga terjadi di Sragen, Jawa Tengah.

Round Up: 3 Warga Boyolali Jadi Korban Pengeroyokan di Colomadu

Tiga warga asal Boyolali mengalami luka-luka akibat keributan yang terjadi di Cafe Jazz, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (4/12/2021) malam.

Hari ke-3, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Jelajahi Ibu Kota

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 tiba di Jakarta, Minggu (5/12/2021) pukul 23.45 WIB.

3 Dokter UNS dan Sukarelawan Tim SAR Bakorlak Bertolak ke Lumajang

Kedelapan personel yang berangkat ke Lumajang itu terdiri atas tiga dokter, tiga sukarelawan SAR dan dua sopir.

Tokoh Difabel Kota Solo Dorong Kesetaraan Akses Pekerjaan

Tokoh difabel di Kota Solo mendorong adanya kesetaraan akses untuk kaum difabel sesuai undang-undang dan tidak adanya inklusivitas di lingkungan kerja.

Kinerja BPR Syariah Diklaim Tumbuh Positif dalam Setahun Terakhir

Bank Pembiayaan Rakyat atau BPR Syariah Indonesia mencatatkan kinerja yang tumbuh secara positif selama kurun waktu setahun terakhir.

6 Peserta Workshop Bawa Pulang Penghargaan Festival Ayo Membaca 2021

Enam orang peserta membawa pulang penghargaan dalam workshop penulisan cerpen dan artikel sebagai rangkaian Festival Ayo Membaca (FAM) 2021.

Lalu Lintas Solo Padat Saat Nataru? Dishub Siapkan Tim Patroli Keliling

Dishub Solo akan mengerahkan semua sumber daya termasuk tim patroli keliling untuk antisipasi kepadatan arus lalu lintas saat momen Nataru.

Kisah Eric, Trader Emas asal Boyolali Sukses lewat DNA Pro Akademi

Seorang trader saham asal Boyolali menceritakan pengalamannya sukses dalam investasi saham dengan bantuan DNA Pro Akademi.

Soal Jam Buka Saat Nataru, Pengelola Mal Solo Instruksi Resmi Wali Kota

Pengelola mal dan pusat perbelanjaan Kota Solo masih menunggu surat edaran resmi dari Wali Kota terkait penambahan jam buka selama penerapan PPKM level 3 Nataru.

Hari Kedua Rampung, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital Menuju Jakarta

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mengakhiri agenda liputan di Semarang pada hari kedua Minggu (5/12/2021) sore.

Mewarisi Api Perjuangan Sapto Nugroho, Pejuang Difabel Asal Solo

Sapto Nugroho terkenal dengan pemikiran “Ideologi Kenormalan” sebagai sarana memperjuangkan kesetaraan dengan kalangan nondifabel.

Atasi Tengkes, PKK Wonogiri Realisasikan Bumi Limase pada 2022

PKK akan berkolaborasi dengan pemerintah desa, karang taruna, kader posyandu, dan layanan kesehatan melalui Program Ibu Hamil dan Balita Makan Sehat (Bumi Limase).

Ukur Kecepatan Evakuasi, Warga KRB III Merapi Swadaya Gelar Simulasi

Simulasi yang dilakukan meliputi respons warga ketika ada tanda untuk berkumpul dan bersiap evakuasi hingga kecepatan warga.

Inilah Jumariyanto, Pengusaha Wonogiri yang Diganjar Penghargaan PLN

Pengusaha sukses asal Kabupaten Wonogiri, Jumariyanto, meraih penghargaan kategori Wirausaha Niaga Tangguh (Gold Appreciation) dari PT PLN (Persero), Selasa (30/11/2021) lalu.