Hilang, Penambang Pasir Sukodono Sragen Ditemukan Meninggal di Bengawan Solo

Penambang pasir asal Ngewung, Sukodono, Sragen, yang hilang sejak Sabtu (24/7/2021) ditemukan sudah tak bernyawa pada Minggu (25/7/2021).

 Warga, anggota TNI dan sukarelawan SAR di lokasi kejadian di perairan Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh/Desa Newung, Sukodono, Sragen, Sabtu (24/7/2021). (Istimewa-Kades Newung)

SOLOPOS.COM - Warga, anggota TNI dan sukarelawan SAR di lokasi kejadian di perairan Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh/Desa Newung, Sukodono, Sragen, Sabtu (24/7/2021). (Istimewa-Kades Newung)

Solopos.com, SRAGEN — Sarwan, 64, penambang pasir asal Dukuh/Desa Newung RT 009, Sukodono, Sragen, yang hilang di perairan Sungai Bengawan Solo, Sabtu (24/7/2021) siang, ditemukan sudah meninggal dunia, Minggu (25/7/2021) sore.

Jasad Sarwan ditemukan pada jarak sekitar 200 meter arah utara dari tempat ia menambang pasir. Jasad Sarwan ditemukan tim Search and Rescue (SAR) gabungan bekerja sama dengan warga sekitar pada pukul 15.45 WIB.

“Lokasi penemuannya di dekat kedung sungai. Ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Ada luka lecet yang kemungkinan berasal dari benturan atau apa,” ucap Kepala Desa Newung, Sutrisno, kepada Solopos.com.

Baca Juga: Misteri Warga Newung Hilang Saat Cari Pasir Bengawan Solo

Sutrisno menjelaskan keluarga sudah menerima kematian penambang pasir asal Sukodono, Sragen, itu. Mereka tidak menuntut apa pun atas kematian korban. Selanjutnya, korban dimakamkan setelah Magrib.

“Dari Tim Inafis Polres datang, tapi tidak memeriksa jasad korban. Keluarga sudah menerima kematian korban dan tidak menuntut apa pun,” ujar Sutrisno.

Sebelumnya diberitakan, seorang warga Dukuh/Desa Newung RT 009, Kecamatan Sukodono, Sragen, Sarwan, 64, hilang saat mencari pasir di perairan Bengawan Solo, Sabtu (24/7/2021) sekitar pukul 13.00 WIB.

Baca Juga: Waduh, 363 Napi LP Sragen Belum Divaksin Corona Karena Tak Punya KTP

Menambang Pasir Sendirian

Puluhan anggota search and rescue (SAR) dan warga digerakkan untuk mencari keberadaan penambang pasir asal Sukodono, Sragen, itu hingga Sabtu malam. Lokasi pencarian pasir tersebut tak jauh dari rumah Sarwan.

Kepala Desa Newung, Sukodono, Sragen, Sutrisno, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu malam, menyampaikan peristiwa hilangnya Sarwan itu berawal saat Sarwan pergi ke sungai untuk menambang pasir.

Selepas Zuhur, Sarwan mencari pasir di perairan Bengawan Solo sedalam sekitar 4 meter. Ia menggunakan ban bekas dan cintung atau alat untuk mengeruk pasir di dasar sungai dengan kedalaman tertentu.

Baca Juga: Keluarga di Sragen Siapkan Rumah untuk Alviano, Bocah Yatim Piatu Gegara Covid-19

Menurut Sutrisno, biasanya Sarwan mencari pasir itu bertiga. Siang itu dua orang temannya tidak datang. Ia sendirian mencari pasir. Kemudian istrinya menyusul untuk membantu melangsir pasir.

“Sesampai di lokasi, istrinya kaget karena tidak menemukan suaminya. Dipanggil-panggil juga tidak ada jawaban. Istrinya berlari ke permukiman dan berteriak meminta tolong kalau suaminya tidak ada di sungai,” ujarnya.

Berita Terkait

Espos Premium

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Sebelum pandemi stok darah yang dimiliki PMI cukup untuk kebutuhan empat hari, pada masa pandemi berkurang menjadi hanya dua hari. Selain khawatir tertular Covid-19, masyarakat pun sulit mengakses fasilitas donor darah akibat pembatasan mobilitas.

Berita Terkini

Diberi Gelar Kanjeng Pangeran, Gibran Juga Dapat Pesan ini Dari Raja Keraton Solo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendapat beberapa pesan dan arahan seusai menerima gelar Kanjeng Pangeran dari Raja Keraton Solo.

Catat! Syarat Masuk Pasar Klewer Solo Akan Pakai Aplikasi Peduli Lindungi

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, menyebut perlunya penggunaan aplikasi Peduli Lindungi untuk masuk ke Pasar Klewer.

Kasus Perusakan Nisan Makam, Permakaman Muslim Polokarto Sukoharjo Punya Aturan Ketat

Permakaman Muslim Polokarto, Sukoharjo, yang sebelumnya dilaporkan terdapat kasus perusakan makam, memiliki sejumlah aturan ketat.

Kembali Dilonggarkan, Hajatan di Solo Boleh Undang 50 Orang

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali melonggarkan aturan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada pekan ini.

Panas Lur...! BMKG Ingatkan Suhu Udara Jateng Bisa Capai 37 Derajat Celsius sampai Oktober

BMKG Jateng mengingatkan akan adanya peningkatan suhu udara, bahkan bisa mencapai 37 derajat Celcius hingga Oktober mendatang.

Penutupan Dam Colo Sukoharjo Mundur 10 Hari, Ini Penyebabnya

Penutupan aliran saluran irigasi Dam Colo, Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mundur 10 hari dari jadwal sebelumnya akan ditutup pada 1 Oktober 2021.

Hiii... Aura Wingit Pembantaian PKI di Cincim Jembatan Bacem Sukoharjo Masih Terasa

Warga sekitar Jembatan Bacem di Sungai Bengawan Solo, Telukan, Sukoharjo, masih merasakan aura wingit dari tragedi pembantaian PKI 1965 lalu.

Pemkot-Keraton Solo Buka Sentra Vaksinasi Covid-19 Sasar Abdi Dalem, Pelajar, dan Umum

Pemkot bekerja sama dengan Keraton Solo membuka sentra vaksinasi Covid-19 dengan sasaran kalangan abdi dalem, pelajar, dan umum.

Gibran Dapat Gelar Pangeran dari Keraton Solo

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mendapat gelar Pangeran dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Lansia di Desa Bendo Boyolali Antusias Ikut Vaksinasi

Lansia di Desa Bendo, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, antusias mengikuti vaksinasi yang digelar di desa setempat.

Iuuuhhhh… Air Sungai Bengawan Solo di Sragen Hitam Pekat Seperti Oli, Bau Busuk

Air Sungai Bengawan Solo di Sragen berwarna hitam pekat seperti oli dan berbau busuk akibat tercemar limbah.

Pria Mirip Didi Kempot yang Viral Ternyata Orang Boyolali, Jago Nyanyi Hlo!

Inilah sosok pria yang memiliki paras mirip seniman campursari asal Solo, Didi Kempot. Videonya sempat viral di Instagram beberapa hari lalu.

Mengenang Malam Tragedi Pembantaian PKI di Jembatan Bacem, Puluhan Mayat Terduga PKI Mengapung di Bengawan Solo

Jembatan Bacem di Sungai Bengawan Solo merupakan saksi sejarah kelam eksekusi banyak orang terduga anggota dan simpatisan PKI pada 1965.

Kisah Heroik Petugas Palang Pintu Rel KA Selamatkan Orang Hendak Bunuh Diri di Klaten

Seorang petugas penjaga pintu perlintasan KA di Klaten melakukan aksi heroik menyelamatkan orang yang hendak bunuh diri di rel.

Pengumuman Lur! Jl Veteran dan Jl Pemuda Klaten Masih Ditutup Pukul 21.00-05.00 WIB

Ruas Jl Veteran dan Jl Pemuda Klaten dipastikan masih ditutup saban malam hingga pagi. Penutupan dilakukan hingga penutupan itu benar-benar tak lagi dibutuhkan.