Kategori: Jateng

Hiiii.... Miliaran Semut Teror Warga Banyumas


Solopos.com/Newswire

Solopos.com, BANYUMAS -- Teror semut menyerang warga Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. Rumah hingga pepohonan di sekitar rumah warga dikerubuti semut yang diduga berkembang biar di pengolahan gerajen.

Semut-semut tersebut berjumlah sangat banyak. Warnanya cokelat kemerahan dengan ukuran kecil.

Kawanan semut itu kerap ditemukan di kayu atau pepohonan. Semut-semut itu cukup agresig dan sering kali menggigit manusia yang melintas hingga menimbulkan rasa pedih serta gatal.

"Ini sudah miliaran ini semutnya, bukan ribuan apa jutaan lagi. Berawal dari tempat gergaji kayu, saya lihat dulu baris-barisnya nyeberangnya itu ke arah utara terus, tapi waktu itu saya tidak kepikiran mau sampai sebanyak ini," kata Munjiat, 50, warga RT 3/RW 3 Desa Pageraji, seperti dilansir Detik.com, Minggu (15/11/2020).

Klaster Hajatan di Sragen Mengancam, Ini Instruksi Gubernur Ganjar

Siapa sangka teror semut di Banyumas itu terus terjadi selama hampir dari tiga tahun. Munjiat menambahkan, keberadaan semut-semut tersebut cukup meresahkan karena sering menyerang warga saat beraktivitas.

"Dampaknya mengganggu sekali, kalau tidur pada jatuh kengrumut, pada menggigit. Pohon kelapa juga banyak (petani) yang tidak dideres, karena dikuasai oleh semut, sangat meresahkan sekali. Mengganggu orang ibadah ya pada gatal-gatal kegigit. Orang masak, orang tidur pada keganggu semua," sambung dia.

Munjiat menuturkan warga sebenarnya telah berupaya membasmi semut tersebut. Namun, usaha mereka menekan perkembangbiakan semut itu tidak berhasil.

"Yang sudah tahu pakai obat nyamuk, memang menpan, tapi berapa banyak kalau harus diteruskan, sedangkan obat nyamuk mahal, untuk sekedar penanggulangan paling saya pakai bedak bayi, sekedar meminimalkan supaya tidak menyerang itu, lalu pakai produk pertanian yang untuk nyemprot-nyemprot tanaman sudah ada regent dan lain lain tapi tidak mempan. Mempan sih, tapi saking banyaknya," jelasnya.

Viral, Inilah Andhik Prass Pencipta Lagu Wonogiri Mblenjani Janji yang Dinyanyikan Syafa Inema

Agresif

Teror semut di Banyumas itu semakin mengganggu saat musim penghujan tiba. Biasanya kawanan semut itu keluar dari sarang pada malam hari.

"Mengganggunya itu ngigit sama di mata pedih, semutnya juga agresif, misalnya kita ganggu justru nyerang. Semutnya kalau musim kemarau itu lagi dingin jarang. Tapi kalau musim musim kayak gini, musim hujan keluar, terutama malam hari bisa lebih 10 sampai 20 kali lipat dari siang," tuturnya.

Ketua RW 003 Desa Pageraji, Banyumas, Slamet Sunardi, mengatakan teror semut itu terjadi di 30 rumah warga. Semut itu juga kabarnya muncul di Desa Langgongsari yang berbatasan dengan tempat tinggalnya.

"Sebenarnya belum satu RT, tapi yang terdampak separuh lebih, kalau dihitung-hitung sudah ada 30 rumahan lebih. Semutnya mengarah ke utara, jadi kalau utara disemprot tapi selatan tidak, ya muncul lagi karena sumbernya dari selatan, bahkan malah sudah ada di Langgongsari itu wilayah desa sebelah sudah melampaui wilayah. Semutnya sama karena ada rambatan pohon ke sana," ucap Slamet.

Gisel Tanggapi Cocokologi Netizen Soal Kamar Tidur di Video Syur

Guna menangani teror semut tersebut, pihak BPBD Banyumas dan kepolisian melakukan penyemprotan dengan water cannon. Water cannon itu dimanfaatkan untuk menyemprotkan 6 ribu liter pestisida ke lokasi penggergajian kayu di Desa Pageraji.

"Upaya yang dilakukan, yang pertama pembakaran kayu-kayu yang sudah lama dan menjadi sumber semut, ribuan, jutaan bahkan miliaran semut. Selain dibakar, hari ini juga kita semprot (menggunakan water Cannon) bekerja sama dengan Polresta Banyumas melakukan penyemprotan pakai pestisida," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Titik Puji Astuti.

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita