Hiii... Pendaki Gunung Salak Berubah Jadi Pocong

Kisah misteri kali ini tentang seorang pendaki Gunung Salak yang berubah menjadi pocong akibat pesugihan.

 Gunung Salak. (Wikipedia)

SOLOPOS.COM - Gunung Salak. (Wikipedia)

Solopos.com, BOGOR — Kisah misteri terjadi di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Salah seorang pendaki dikabarkan berubah menjadi pocong secara mengejutkan akibat jimat pesugihan.

Kisah misteri tersebut viral berkat unggahan pengguna akun Twitter @arangga_aria. Kisah ini bermula dari mantel yang merupakan jimat pesugihan milik orang tua salah satu pendaki.

Kisah yang terjadi pada 2008 ini bermula saat tujuh orang pendaki naik ke Gunung Salak. Rombongan ini terdiri dari empat pria dan dua wanita asal Jakarta.

Baca juga: Misteri Gunung Salak Sebagai “Kuburan” Pesawat

Kala itu Aria saat yang dalam keadaan mendesak dan membutuhkan uang untuk study tour ke Jogja menerima tawaran sebagai pemandu untuk menemani rombongan pendaki tersebut bersama temannya. Perjalanan mereka dimulai dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Saat itu angin berembus kencang dan banyak suara-suara binatang yang membuat bulu kuduk merinding. Tiba-tiba, mantel salah satu pendaki bernama Ririn hilang saat bermalam di Gunung Salak. Ririn pun meminta rombongan mencari mantel itu karena takut dimarahi sang ayah lantaran tidak izin saat membawa mantel tersebut.

Anggota rombongan itu pun dengan sigap membantu Ririn mencari mantelnya. Akan tetapi hasilnya nihil dan mereka memutuskan beristirahat.

Baca juga: Kokoh! Ini Satu-Satunya Rumah Selamat saat Erupsi Gunung Semeru

Sebagai tour guide, Aria pun menjaga tenda. Tiba-tiba, dia melihat mantel milik Ririn melayang di sekitar tenda. Tak lama kemudian, Ririn yang buang air kecil di sekitar sungai di jalur pendakian Gunung Salak itu pun kembali ke tenda dan membawa mantelnya yang ditemukan secara tidak sengaja.

Perjalanan para pendaki ini pun dilanjutkan dengan berkumpul mengelilingi api unggun pada malam ketiga. Di tengah agenda Ririn masuk ke tenda untuk mengambil mantel. Namun dia mendadak menjerit seperti orang kesurupan.

Ririn berteriak meminta tolong agar mantelnya dilepaskan. Namun, usahanya tidak membuahkan hasil. Ririn pun meloncat ke sana kemari sambil menangis meminta tolong dan akhirnya menghilang. Salah seorang teman Ririn, Mita, yang melihat kejadian tersebut akhirnya pingsan.

Baca juga: Mitos Gunung Slamet Meletus Bikin Pulau Jawa Terbelah, Benarkah?

Jadi Pocong

Dikabarkan Okezone.com, Selasa (7/12/2021), sejak saat itu kondisi Ririn berubah-ubah, kadang menjadi pocong dan manusia. Melihat kondisi itu, para pendaki lainnya pun memutuskan turun Gunung Salak untuk meminta pertolongan.

Singkat cerita, ayah Ririn yang dihubungi langsung menuju lokasi. Dia pun mencari keberadaan anaknya yang hilang di Gunung Salak diduga diusir oleh makhluk halus yang menunggu tempat itu.

Pencarian Ririn dilakukan selama tujuh hari berturut-turut. Sampai akhirnya pada hari ketujuh Ririn ditemukan di atap permukiman warga sambil menangis.

Baca juga: 3 Misteri Gunung Prau: Ada Pintu Gaib Bikin Pendaki Tersesat

Proses pencarian itu pun membutuhkan bantuan ustaz dan orang pintar. Butuh perjuangan pula untuk melepaskan mantel yang dikenakan Ririn. Mantel itu berkali-kali berubah menjadi kain kafan yang membuat Ririn tampak seperti pocong.

“Pas dilepasin kainnya itu kain berubah jadi mantel lagi. Pocong itu kembali jadi Ririn lagi, tapi dia telanjang badannya kotor, bau busuk gitu,” tulis pemilik akun tersebut.

Meski terdengar mengerikan, sampai saat ini cerita misteri tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Akan tetapi selama ini Gunung Salak yang berada di Jawa Barat ini memang dikenal angker. Gunung tersebut jarang dikunjungi pendaki karena terkesan angker.

Berita Terkait

Espos Plus

Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Berita Terkini

Faisal Basri Bakal Gugat UU Ibu Kota Negara

Faisal Basri menilai pengesahan UU IKN tergesa-gesa.

Kasus Omicron Melonjak, Ini Pesan Presiden Jokowi

Jokowi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap varian Omicron tetapi tidak perlu bereaksi berlebihan.

Sosok Sabdo Palon, Tokoh yang Dikenal Sebagai Penguasa Tanah Jawa

Inilah sosok Sabdo Palon yang dikenal sebagai tokoh penguasa Tanah Jawa.

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$35,34 M, Tertinggi Sejak 2006

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut neraca perdagangan Indonesia pada 2021 mengalami surplus tertinggi sejak 2006 atau 15 tahun lalu.

Kapolri Impikan Polisi Punya Kemampuan Auditor Keuangan

Kapolri menyebutkan, pentingnya pemberian sertifikat CSFA untuk para perwira menengah dan perwira pertama Polri agar memiliki kemampuan untuk melakukan audit.

Ahli Kepolisian: Penembakan Anggota Laskar FPI Seusai Prosedur

Penembakan empat anggota FPI yang dilakukan oleh dua polisi di Tol KM 50 tidak menyalahi prosedur karena insiden itu masuk kategori situasi ekstrem.

Kisah Dibalik Perubahan Nama Yusuf Mansur, Sama-Sama 2 Kali Dipenjara

Yusuf Mansur membeberkan kisah dibalik perubahan namanya dari Jam'an Nurchotib Mansur menjadi Yusuf Mansur, yakni sama-sama pernah dua kali dipenjara.

Gempa Afghanistan Telan Korban 22 Nyawa

Korban meninggal akibat gempa bermagnitudo 5,6 di Provinsi Badghis, Afghanistan bertambah menjadi 22 orang, Selasa (18/1/2022).

Vaksin Merah Putih Jadi Prioritas Badan Riset Negara

Vaksin Merah Putih menjadi salah satu jenis vaksin yang diharapkan menjadi vaksin yang dihasilkan oleh anak bangsa.

Perempuan Depresi Turun dari Menara Setelah Kapolsek Panggil "Sayang"

Melalui alat pengeras suara (toa), Kompol Manapar bereaksi dan mengucapkan, 'Sayang ayo turun", sebanyak dua kali, untuk membujuk Julidar.

+ PLUS Periode Maret-September 2021, Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Menurun

Tingkat ketimpangan atau pengeluaran masyarakat di tingkat nasional yang diukur oleh rasio Gini pada Maret 2021 dan pada September 2021 menunjukkan penurunan.

Miris, Umrah Batal Gara-Gara Investasi ke Yusuf Mansur Menguap

Padahal, uang tabungan tersebut sengaja mereka investasikan dengan harapan hasilnya bisa dipakai untuk biaya umrah orang tua mereka.

Vonis Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat, Akan Lebih Ringan atau Mati

Vonis Komisaris PT TRAM, Heru Hidayat, terdakwa kasus korupsi dana investasi PT Asabri akan sesuai tuntutan atau lebih ringan tergantung keputusan Pengadilan Tipikor Jakarta Selasa (18/1/2022).

Tsunami Tonga Disebut Ledakan Satu Kali dalam Ribuan Tahun

Tsunami di kepulauan Tonga yang disebabkan oleh letusan gunung berapi pada Minggu (16/1/2022), disebut ilmuwan sebagai once in a thousand years atau ledakan satu kali dalam ribuan tahun.