Hidup Sengsara di Negara Tetangga, Pengungsi Suriah Pengin Pulang

Hidup Sengsara di Negara Tetangga, Pengungsi Suriah Pengin Pulang

SOLOPOS.COM - Pengungsi Suriah berdiri di pengungsian Kelbit dekat perbatsan Turki-Suriah (Reuters/Osman Orsal)

Warga Suriah kepengin pulang karena hidup sengsara di pengungsi Suriah.

Solopos.com, SOLO – Sejumlah pejabat negara di kawasan Eropa dan Timur Tengah tengah merundingkan cara untuk mengembalikan jutaan pengungsi Suriah ke kampung halaman mereka.

Selama ini, krisis berkepanjangan yang terjadi di Suriah membuat jutaan warganya terpaksa mengungsi ke beberapa negara di kawasan Eropa dan Timur Tengah.

Dilansir Aljazeera, Senin (5/2/2018), perang yang terjadi selama tujuh tahun terakhir ini membuat jutaan warga Suriah terpaksa meninggalkan kampung halaman. Sekitar lima juta orang mengungsi di negara tetangga, seperti Turki, Lebanon, serta Yordania. Sebab, beberapa negara tersebut berbaik hati membuka perbatasan untuk menampung warga Suriah.

Tapi, belakangan ini pengungsi Suriah berniat kembali ke negaranya karena hidup dalam penderitaan di negara tetangga. Sebuah laporan yang disampaikan oleh beberapa lembaga amal, termasuk Dewan Nasional Norwegia (NRC), Save the Children, CARE International, mengatakan pengungsi Suriah ingin kembali ke rumah masing-masing.

"Sebagian besar pengungsi Suriah hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Mereka ingin kembali ke rumah masing-masing. Tapi, mereka ingin kembali dalam keadaan aman dan terlindungi," kata Sekretaris Jenderal NRC, Jan Egelenad.

Sementara itu, organisasi hak asasi manusia, Human Right Watch (HRW), mendesak pemerintah Turki untuk menghentikan serangan mematikan terhadap warga sipil Suriah di perbatasan. Mereka meminta pemerintah Turki membuka perbatasan dan mengizinkan pengungsi Suriah memasuki wilayah mereka.

"Banyak warga Suriah yang ingin mencari suaka di Turki. Tapi, pasukan penjaga perbatasan justru menembaki dan mengusir mereka," ujar perwakilan HRW.

Pemulangan pengungsi Suriah ini telah menjadi perdebatan di Turki, Lebanon, dan Yordania. Ketiga negara ini merupakan yang paling banyak menampung pengungsi Suriah.

Sampai saat ini, dilaporkan Turki menampung sekitar tiga juta pengungsi Suriah. Guna membatasi bertambahnya jumlah pengungsi, pemerintah Turki akhirnya menembaki warga Suriah yang hendak memasuki wilayah mereka.

Tapi, menurut HRW, situasi di Suriah terlalu berbahaya bagi pengungsi untuk kembali. Apalagi saat ini tengah berlangsung operasi militer oleh Turki di Afrin yang turut membuat bertambahnya jumlah pengungsi Suriah di Ankara. Mereka mendesak pemerintah Turki mengizinkan pengungsi Suriah memasuki wilayah mereka.

Berita Terkait

Berita Terkini

Setahun Proses Seleksi, 3 Jabatan Eselon II Pemkab Klaten Akhirnya Terisi

Bupati Klaten Sri Mulyani melantik tiga pejabat yang mengisi tiga jabatan eselon II yang selama setahun ini melewati proses seleksi.

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.