Hidden Canyon, Mutiara Tersembunyi di Kaki Pegunungan Muria

Alasan penamaan tersebut karena ngarai tersebut berada di tempat tersembunyi dan memang belum banyak diketahui keberadaanya oleh banyak orang karena akses jalannya yang sulit.

 Hidden Canyon, Desa Rahtawu, Pegunungan Muria (Sumber: Youtube/ Panorama Jawa Tengah)

SOLOPOS.COM - Hidden Canyon, Desa Rahtawu, Pegunungan Muria (Sumber: Youtube/ Panorama Jawa Tengah)

Solopos.com, KUDUS — Di balik panorama yang indah Desa Rahtawu miliki karena berada di kaki pegunungan Muria, terdapat suatu tempat yang belum pernah terjamah. Tempat itu berupa sungai dengan berbagai bebatuan yang disebut sebagai Hidden Canyon.

PromosiSiaran Digital April 2022, Pemerintah Jamin Ketersediaan Set Top Box

Berdasarkan pantuan Solopos.com di sebuah kanal Youtube, Sabtu (4/12/2021),  kelompok pencinta alam yang sering menyusuri daerah pegunungan Muria, sungai tersebut diberi nama Hidden Canyon atau Ngarai Tersembunyi.

Alasan penamaan tersebut karena ngarai tersebut berada di tempat tersembunyi dan memang belum banyak diketahui keberadaanya oleh banyak orang karena akses jalannya yang sulit. Untuk mencapai tempat tersebut, harus menyusuri sungai radak selama kurang lebih 30 menit. Dalam menyusuri, tidak perlu buru-buru karena batu-batu sungainya sangat licin, apalagi jika alirannya deras sehingga harus berhati-hati agar tidak tergelincir atau terpeleset.

Saat sudah mencapai lokasi Hidden Canyon, rasa lelah akan terbayar karena pemandangannya sangat indah serta suara aliran air benar-benar mengundang siapapun yang berkunjung untuk bermain air di aliran sungai tersebut. Aliran airnya bersih dan tidak begitu dalam sehingga pengunjung dapat dengan santai bermain air di area ngarai.

Baca Juga: PLN Bagikan Gerobak Molis kepada UKM Jateng, Dorong Produktivitas Usaha

Salah satu keunikan yang ada di Hidden Canyon ini adalah bentuk batu tebingnya yang menyerupai telinga serta berwarna belang abu-abu dan coklat tua. Keunikan batu ini bisa juga dijadikan latar untuk berswafoto sehingga menghasilkan sebuah gambar yang Instagramable.

Karena tempat ini belum terjamah, tidak ada biaya masuk untuk menikmati kesegaran air di sana. Namun, pengunjung harus memiliki stamina yang kuat untuk bisa mencapai Hidden Canyon ini karena seperti yang disebtukan, lokasi Hidden Canyon ini terpelosok dan aksesnya masih sulit.

Tempat ini bisa menjadi tempat untuk menyegarkan diri, baik fisik maupun pikiran. Melalui segarnya air dan juga indahnya panorama kaki Pegunungan Muria, rasa penat dan lelah pasti akan hilang.

Baca Juga: Indahnya Sunrise di Taman Posong Lereng Sindoro Temanggung

Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog merupakan salah satu desa wisata yang memiliki beragam macam keindahan alam, Jaraknya sekitar 21 km dari pusat Kota Kudus dan bisa ditempuh dengan sepeda motor atau kendaraan roda empat selama kurang lebih 40 menit. Ada sekitar 13 klaster wisata yang sedang dikembangkan dan salah satunya yang sudah dikenal adalah wisata pendakian Natas Angin dan puncak-puncak lainnya. Seperti yang sudah diketahui, Pegunungan Muria dikenal dengan 7 Summits yang juga menjadi tujuan para pencinta alam untuk menyalurkan hobi pendakian.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Berita Terkini

Gelar Apel, Polres Grobogan Ingin Wujudkan Zero Knalpot Brong

Polres Grobogan hingga Kamis (27/1/2022) telah menindak dan memusnahkan 215 knalpot brong dengan cara dipotong kemudian dilindas.

Bupati Tak Ingin Ada Omicron di Kabupaten Grobogan

Pemkab Grobogan tetap melakukan antisipasi, namun tidak ingin ada kasus Omicron di Grobogan.

Netizen Geger! Bupati Husein Prediksi Omicron Sudah Masuk Banyumas

Bupati Banyumas Achmad Husein membuat geger netizen setelah menyebut virus SARS CoV-2 varian Omicron telah masuk Banyumas.

Tak Cuma di Semarang, Harta Pengusaha Terkaya Asia Tersebar Luas

Aset kerajaan bisnis yang dibangun pengusaha terkaya Asia dari Semarang, Jawa Tengah, Oei Tiong Ham, bukan hanya berada di Indonesia. Melainkan tersebar di berbagai negara.

Misteri Akhir Hayat Pengusaha Terkaya Asia Semarang: Warisan Disita

Akhir hayat Oei Tiong Ham si pengusaha terkaya Asia dari Semarang, Jawa Tengah, menyimpan misteri. Baik tentang penyebab kematian hingga sengketa harta warisan.

Dibuka, Penerimaan Anggota Polri dari Jalur Sarjana, Simak Caranya Lur!

Kepolisian Republik Indonesia atau Polri membuka pendaftaran siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun 2022.

Triawan Munaf Kepincut Baju Adat Ganjar Pranowo, Seperti Apa Sih?

Komisaris Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia, Triawan Munaf, tertarik dengan baju adat yang dikenakan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Kerupuk Tayamum, Makanan Legend Khas Pantura Kriuk-Kriuk Shrpp

Kerupuk/krupuk tayamum alias kerupuk pasir atau kerupuk melarat merupakan salah satu makanan khas Pantura Jawa yang melegenda.

Istana Gergaji, Warisan Pengusaha Terkaya Asia di Semarang

Istana Gergaji merupakan salah satu warisan peninggalan kerajaan bisnis pengusaha terkaya Asia, Oei Tiong Ham, di Semarang, Jawa Tengah.

Intip Istana Megah Pengusaha Terkaya Asia di Semarang

Kondisi Istana Pamularsih, salah satu peninggalan pengusaha terkaya Asia dari Semarang kini sangat memprihatinkan.

Ini Total Harta Kekayaan Pengusaha Terkaya Asia dari Semarang

Tidak ada yang tahu pasti total harta kekayaan pengusaha terkaya Asia asal Semarang, Oei Tiong Ham, karena asetnya pun sulit didata saking banyaknya.

Mengulik Asal Kekayaan Pengusaha Terkaya Asia dari Semarang

Oei Tiong Ham, pengusaha terkaya Asia asal Semarang tak hanya dikenal sebagai Raja Gula dari Semarang, tapi juga perdagangan candu atau opium.

Ini Deretan Warisan Pengusaha Terkaya Asia dari Semarang yang Disita

Inilah deretan harta warisan peninggalan si pengusaha terkaya Asia dari Semarang, Jawa Tengah, Oei Tiong Ham.

Warisan Pengusaha Terkaya Asia dari Semarang Disita Rezim Sukarno?

Aset warisan pengusaha terkaya se-Asia dari Semarang, Jawa Tengah, Oei Tiong Ham, disita negara pada pemerintahan Presiden Sukarno tahun 1961.

Meski Jalan Putus, PLN Berhasil Pulihkan Listrik di Pekalongan

PLN berhasil pulihkan listrik pascabencana tanah longsor yang melanda Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan.

Polres dan BIN Gelar Vaksinasi di Grobogan, Tapi Beda Sasaran

Polres Grobogan melaksanaan vaksinasi booster untuk seluruh anggotanya, sedang vaksinasi oleh BIN Jateng sasarannya anak/pelajar.