Ilustrasi Sakit (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, KARANGANYAR – Warga Colomadu, Karanganyar, diimbau mewaspadai penyakit yang ditularkan melalui air kencing tikus. Sebab pekan lalu, salah seorang warga Gawanan, Colomadu, Karanganyar, meninggal akibat menderita penyakit leptospirosis.

Sebelumnya UPT Puskesmas Colomadu I mendapatkan laporan dari warga terkait penyakit leptospirosis. Tetapi diagnosa jenis penyakitnya belum diketahui.

“Warga tersebut sempat ditangani di salah satu rumah sakit di Solo. Dari hasil check up, warga tersebut positif mendertita penyakit leptospirosis,” kata Kepala UPT Puskesmas Colomadu, Elisabeth Mardiningtyas Kusumaningsih, saat ditemui Solopos.comn di ruang kerjanya, Selasa (21/1/2020).

Dari kejadi tersebut, ia mengatakan, Puskesmas diminta pihak rumah sakit melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait kewaspadaan penyakit tersebut.

“Selama ini banyak masyarakat yang belum tahu mengenai penularan penyakit leptospirosis. Terlebih penularannya banyak ditemukan melalui air kencing tikus. Selama ini mungkin ketika ada tikus di rumah, warga menganggap hal yang biasa. Tetapi di sisi lain justru air kencingnya bisa menimbulkan penyakit serius,” terang dia.

Proses penularannya, lanjut dia, berawal dari luka di bagian tubuh manusia, seperti kaki atau tangan. Ketika ada bakteri dari air kencing tikus, luka tersebut sebagai jalan atau penghubung bakteri masuk ke dalam tubuh.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten