Tutup Iklan

Heroik! Penjaga Perlintasan Grompol Adang KA Malabar Sebelum Tabrakan

Heroik! Penjaga Perlintasan Grompol Adang KA Malabar Sebelum Tabrakan

SOLOPOS.COM - Warga di sekitar perlintasan KA yang melintang di jalan Grompol-Batu Jamus berkerumun melihat kondisi truk yang ringsek dihantam KA, Sabtu (29/10/2016) malam. (Istimewa)

Penjaga perlintasan Grompol, Sragen, sempat berlari mengadang KA Malabar sebelum tabrakan dengan truk pengangkut ekskavator.

Solopos.com, KARANGANYAR -- Penyebab tabrakan antara Kereta api (KA) Malabar rute Malang-Bandung PP dengan truk pengangkut ekskavator di perlintasan KA Kemiri-Masaran, perbatasan Grompol, Masaran, Sragen, dengan Dusun Bekonsepur, Desa Kaliwuluh, Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (29/10/2016) malam, akhirnya terungkap.

Meski tidak ada korban jiwa, sejumlah fasilitas kereta api rusak. Bangunan lama pos jaga perlintasan jalan KA, sistem sinyal KA, palang pintu, rel, dan lain-lain, rusak akibat benturan keras. Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, sebelum kecelakaan, truk itu mogok saat hendak melintasi rel.

Truk melaju dari barat ke timur menuju Kerjo, Karanganyar. Penyebab mogoknya truk tersebut adalah aspal jalan yang menggelembung di dekat perlintasan KA yang menyangkut bagian belakang truk. Seketika, Bayu Sahara, 22, sopir truk dari Dusun Sukamanah, RT 001/RW 003, Desa Danasari, Kecamatan Cisaga, Ciamis, berupaya memperbaiki. Bahkan, warga di sekitar perlintasan berupaya membantu.

Warga membantu mendongkrak selama 10 menit dan mendorong truk dengan berpelat nomor B 9071 ZJ itu agar menjauh dari rel, namun tak berhasil. Nahas, KA Malabar yang dikemudikan Erwan Widiyanto, 37, mendekat ke lokasi itu dari arah utara. Petugas jaga pintu perlintasan kereta api, Yulianto, 38, yang menerima sinyal dari stasiun kereta api terdekat langsung turun tangan. Baca juga: Sebelum Dihantam KA Malabar, Truk Pengangkut Ekskavator Mogok di Rel.

Petugas asal Dusun Bekonsepur, RT 001/RW 002, Desa Kaliwuluh, Kebakkramat, Karanganyar, berlari keluar pos jaga sejauh 300-500 meter sembari membawa bendera. "Pak Yulianto lari. Dari pos jaga ke utara. Ya lumayan mbak, lari 400 meter lebih. Maksudnya mungkin mau kasih tanda supaya kereta api berhenti karena ada truk mogok di perlintasan," kata tetangga Yulianto, Drajat, di teras rumahnya, Minggu (30/10/2016).

Saat kejadian, Drajat yang berada di rumahnya (6 meter dari rel) mendengar suara dentuman. Dia melihat truk bermuatan ekskavator terseret hingga beberapa meter di belakang rumah Yulianto yang juga tidak jauh dari pos jaga. Rumah-rumah itu membelakangi rel kereta api.

Bapak satu anak itu tak berada di rumah saat Solopos.com datang. Menurut Drajat, Yulianto tidak kelihatan setelah kejadian semalam, bahkan istri dan anaknya mengungsi ke rumah kerabatnya. Menurut salah satu petugas kereta api yang enggan menyebutkan namanya, Yulianto berupaya memberi tahu masinis untuk menghentikan laju.

"Kalau tidak begitu, tabrakannya bisa lebih parah. Itu masih tabrakan karena efek pengereman. Kereta api tidak bisa langsung berhenti seketika saat direm," tutur dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pencurian di Toko Elektronik Boyolali, Uang Rp66 Juta dan 32 TV LED Raib

Pencurian terjadi di sebuah toko elektronik di Jl Pandanaran, Boyolali. Uang puluhan juta beserta puluhan barang elektronik digondol maling.

Tembok Dilubangi, Toko Elektronik di Boyolali Disatroni Maling, Kerugian Tembus Rp100 Juta

Sebuah toko elektronik di Jl Pandanaran, Boyolali, menjadi sasaran pencurian. Kejadian itu menyebabkan kerugian hingga sekitar Rp100 juta.

Meski Sudah Divaksin, Wali Kota Salatiga Terpapar Covid-19

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto terpapar Covid-19 meski telah menjalani vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac pada Februari lalu.

Perusahaan Perkebunan Serat Terbesar Hindia Belanda Ada Di Wonogiri Loh, Ini Lokasinya

Perusahaan perkebunan serat yang memproduksi tali tambang kapal, karung goni, dan lain-lain pada masa Hindia Belanda ada di Wonogiri.

Tempe Bacem Kaleng Magelang Melintasi Melintasi Pasar Dunia

Usaha menengah kecil dan mikro di Kabupaten Magelang terus berinovasi, salah satunya pengrajin tempe dalam kaleng yang justru diminati pasar luar negeri.

Covid-19 Varian India di Kudus, Ini Langkah Gubernur Ganjar

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta sejumlah pemerintah kabupaten di Jateng mencanangkan gerakan di rumah saja.

2 SMKN Jogja Ini yang Masuk Top 1.000 Sekolah Terbaik

Jogja punya sekolah menengah kejuruan negeri terbaik yang bisa lolos dalam Top 1.000 sekolah terbaik nasional berdasarkan nilai rerata TPS UTBK tertinggi pada tahun 2020.

Braak, Sepeda Motor Terjepit Seusai Tabrak Bus BST Dekat Flyover Purwosari Solo 

Kecelakaan lalu lintas antara Bus BST dan sebuah sepeda motor terjadi di Jl. Slamet Riyadi atau sisi timur Flyover Purwosari pada Minggu (13/6/2021)

Solo Uji Coba Angkutan Bus Listrik dan Bus Low Deck, Lewat Koridor Mana?

Bus listrik dan bus low deck segera diuji coba di jalanan Kota Solo, rencananya angkutan feeder juga akan diganti mobil bertenaga listrik.

Tradisi Memanggil Jin di Daerah Ini Jadi Atraksi Wisata

Tarian yang berisi tradisi memanggil jin ini telah menjadi bagian dari pertunjukan untuk menyambut tamu-tamu penting yang datang.

Tanpa Lelah, Petugas Rutin Sterilisasi Asrama Haji Donohudan Boyolali

Sterilisasi kawasan Asrama Haji Donohudan di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, terus dilakukan untuk menekan potensi persebaran Covid-19.

Tahu Bakso, Kudapan Khas Ungaran yang Bikin Nagih

Selain dikenal dengan lumpia dan juga bandeng presto, Semarang juga memiliki jajanan khas, yaitu tahu bakso yang aslinya berasal dari Kota Ungaran.