Ilustrasi Hepatitis (Solopos/Whisnupaksa)

Madiunpos.com, PACITAN -- Penyakit hepatitis A yang mewabah di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menjadikan daerah itu berstatus kejadian luar biasa (KLB). Tercatat sebanyak 877 warga Pacitan terserang hepatitis A, di mana 53 orang di antaranya menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit.

Dilansir Detikcom, Sabtu (29/6/2019), kasus hepatitis A di Pacitan kali pertama ditemukan di Kecamatan Sudimoro, Kamis (13/6/2019). Awalnya hanya ada dua orang mengidap gejala kuning pada mata dan kulit. Dalam tempo singkat angka penderita hepatitis A di Pacitan naik menjadi 16 orang.

Dinas Kesehatan setempat menerjunkan semua kekuatan untuk mengendalikan penularan penyakit yang disebabkan virus itu. Tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Jatim dan lembaga di bawah Kemenkes juga diturunkan.

Sepuluh hari kemudian atau Sabtu (22/6/2019), Dinkes pacitan mencatat sebanyak 429 orang positif mengidap hepatitis A. Tiga hari berikutnya angka itu naik menjadi 581 orang. Pemkab menetapkan status KLB (kejadian luar biasa).

"Kalau memang ini memang harus KLB, ya kita KLB," kata Bupati Indartato ditemui wartawan di depan Halking (halaman wingking) Pendopo Kabupaten Pacitan, Selasa (25/6).

Usai ditetapkan KLB, tindak lanjut penanganan hepatitis A di Pacitan melibatkan pemerintah di level lebih tinggi. Namun tren peningkatan angka penderita masih terus terjadi. Rabu (26/6/2019), jumlah penderita tercatat 701 orang. Angka itu terus naik menjadi 824 dan 877 penderita pada dua hari berikutnya.

Awalnya kasus Hepatitis A di Pacitan terkonsentrasi di Kecamatan Sudimoro. Namun dalam perkembangannya, sebaran juga terjadi di wilayah tetangga. Seperti Kecamatan Ngadirojo dan Tulakan.

Bahkan belakangan penderita hepatitis juga ditemukan di wilayah Puskesmas Tegalombo dan Arjosari. Padahal jarak antara lokasi temuan pertama dengan titik kasus terakhir terpaut puluhan kilometer. 

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Eko Budiono, penularan antarwilayah kecamatan itu terjadi karena mobilitas warga. Berdasarkan penelusuran, sebelum kejadian ada warga Arjosari yang menghadiri pesta pernikahan di Sudimoro.

Setelah kembali ke daerah asal mereka langsung menunjukkan gejala layaknya Hepatitis A. Semula hanya ditemukan dua penderita. Namun dua hari berikutnya jumlah itu naik menjadi 33 orang.

"Ada perloncatan ke kecamatan sebelah. Yaitu Tegalombo dan Arjosari. Karena itu mereka sempat berkunjung ke Kecamatan Sudimoro. Itu pola perkembangannya," terang Eko Budiono kepada detikcom, Sabtu pagi.

Eko menjelaskan meski penularan masih terjadi namun angkanya cenderung menurun. Bersamaan upaya memutus rantai serangan, pihaknya juga menurunkan tim promosi kesehatan ke 171 desa yang ada. Mereka bertugas menyosialisasikan PHBS (pola hidup bersih dan sehat).

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya           


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten