Hentikan Penularan Covid-19, Jangan Takut 3T!

Masyarakat diminta tak takut dengan tracing (pelacakan), testing (pemeriksaan) dan treatment (perawatan) atau biasa disingkat 3T penting untuk menghentikan penularan Covid-19.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pengambilan spesimen virus corona. (Reuters/Edgar Su)

Solopos.com, SOLO--Tracing (pelacakan), testing (pemeriksaan) dan treatment (perawatan) atau biasa disingkat 3T penting untuk menghentikan penularan Covid-19. Masyarakat diminta tidak takut saat dilakukan pelacakan dan pemeriksaan.

Selain memotong rantai penularan, 3T membantu menemukan pasien positif Covid-19 sedini mungkin. Semakin dini ditemukan, proses penangannya makin mudah dan tidak menyiksa pasien. Sebab, jika harus masuk ICU saat pasien ditemukan, peluang hidupnya berada di kisaran lima persen.

Selama ini banyak kasus terjadi seseorang yang positif Covid-19 enggan bercerita dan melaporkan dengan siapa saja mereka bertemu. Saat pergi ke kantor, ia menularkan ke teman-temannya. Dan teman-temannya menularkan lagi ke orang lain.

“Saya berharap tracking bukan hal menakutkan. Justru tracking dan testing itu adalah bagian dari bagaimana kita menolong orang, terlepas dari masalah berat apabila dia mendapatkan Covid-19,” kata Kasubbid Tracking Satgas Covid 19, dr. Kusmedi Priharto, dalam talkshow yang digelar Satgas Penanganan Covid-19, Kamis (19/11/2020).

Kusmedi menjelaskan tracing dilakukan menurut pedoman standar yang diterbitkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Setiap ada satu orang positif Covid-19 ditemukan, petugas akan mendata hingga 30 orang yang berhubungan dengan pasien tadi. Selain itu, ada target minimal pemeriksaan satu orang per 1.000 penduduk per pekan.

“Itu target hanya tujuan. Utamanya memutus rantai penularan dan menemukan pasien baru,” kata dia.

Pengin Awet Muda, Sering-Sering Konsumsi Makanan Ini Yuk

Petugas Tracing

Ketika tracing dilakukan petugas memerlukan banyak informan. Pemerintah kini menambah 7.000 petugas tracing di 10 provinsi sasaran. Mereka ditempatkan di 1.612 puskesmas di 51 kabupaten/kota. Selain itu, pemerintah juga menggerakkan ketua RT/RW, lurah, camat, dan kader kesehatan untuk mendukung tracing. Begitu ada pasien positif Covid-19, mereka akan melaporkan kepada petugas tracing itu tadi. Di kota-kota besar seperti Jakarta, tracing juga dilakukan menggunakan platform digital.

Setiap pelacakan menghasilkan data-data yang penting untuk menjadi dasar pengambilan kebijakan. Pentingnya data ini mendorong pemerintah menempatkan analis di puskesmas agar penyakit-penyakit yang ada bisa diminimalisasi persebarannya. Data ini kemudian sampai ke Kemenkes. Di sini, data kembali dianalisis sebagai bahan pembuatan kebijakan yang tepat.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B. Harmadi, mengatakan pelaksanaan 3T dan 3M membutuhkan perubahan perilaku. Namun, persepsi masyarakat selama berpandangan bahwa testing merupakan sesuatu yang menakutkan.

Tak hanya itu, masyarakat pun khawatir jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif menimbulkan stigmatisasi di lingkungannya. Padahal, seseorang mau menjalani tracing dan testing adalah pahlawan kemanusiaan sebab ia membantu memutus mata rantai penularan.

“Partisipasi masyarakat penting sekali. Satu orang positif dicari 35 orang kontak erat. Tapi begitu dapat, saya enggak mau dites. Kan enggak bisa dipaksakan harus dites. Ini masih jadi PR kita. Bukan malu atau tabu tapi ada stigmatisasi kalau mereka harus dikarantina dan lainnya,” kata Sonny.

UMK Solo Naik 2,94%, Pemkot Segera Sosialisasi

Panduan Kesehatan Mental

Pemerintah kini tengah menyusun panduan kesehatan mental untuk mengubah paradigma dan persepsi masyarakat terkait testing dan tracing ini. Melalui panduan ini diharapkan masyarakat akan berperilaku mengikuti prosedur yang ada ketika terkena tracing dan testing.

Sonny mengatakan dari hasil evaluasi aplikasi monitoring perubahan perilaku menunjukkan masyarakat mulai patuh terhadap 3M secara perlahan-lahan. Dari sekitar 7,8 juta orang yang diedukasi, ada sekitar 50.000 orang yang masih menolak. Angka ini masih terbilang besar sebab berpotensi menularkan kepada orang lain.

Ada sejumlah kota dengan tingkat kecenderungan penolakan tertinggi yakni Jogja, Jambi, dan Papua. “Tiga daerah ini kami perkuat. Sampai pandemi ini belum berakhir, kita harus disiplin dan komitmen harus kuat [terhadap 3T dan 3M],” ujar Sonny.

Berita Terbaru

Sah! PPKM Diperpanjang hingga 8 Februari 2021

Solopos.com, JAKARTA -- Pemerintah resmi memperpanjang penerapan PPKM hingga 8 Februari 2021. Keputusan itu disampaikan Ketua Komite Penanganan COVID-19...

3 Mantan Presiden AS Bermasker Hadiri Pelantikan Biden

Solopos.com, JAKARTA — Tiga mantan presiden Amerika Serikat menghadiri pelantikan Joe Biden dan Kamala Harris, Rabu (20/1/2021) waktu setempat....

Menteri BUMN Optimistis Vaksinasi Nakes Lindungi & Perangi Covid-19

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri BUMN, Erick Thohir optimistis vaksinasi periode pertama yang ditujukan kepada tenaga kesehatan atau nakes akan...

Jangan Takut Vaksin Covid-19

Solopos.com, SOLO--Masyarakat tak perlu takut mengikuti vaksinasi untuk Covid-19 yang dimulai pada 14 Januari 2021. Vaksin yang beredar sudah...

Ahli Epidemiologi: Vaksin Covid-19 Tak Bisa Gantikan Protokol Kesehatan

Solopos.com, SOLO -- Meski sudah ada vaksin Covid-19, masyarakat tetap harus disiplin terhadap protokol kesehatan, terutama bagi mereka yang...

Vaksin Pfizer Kata Bio Farma Masih On Progress

Solopos.com, JAKARTA — Juru Bicara PT Bio Farma Persero Bambang Heriyanto mengakui proses pengadaan vaksin Covid-19 dengan pihak Pfizer...

Menilik Cara Singapura dan China Atasi Pandemi

Solopos.com, SOLO--Negara Singapura dan China bisa menjadi contoh cerita sukses dalam penanganan pandemi Covid-19 meski belakangan kedua negara itu...

Hoaks Minum Minyak Kayu Bikin Hasil Swab Negatif

Solopos.com, SOLO--Sebuah unggahan di media sosial menyebutkan meminum air putih dicampur minyak kayu putih dan berkumur pakai betadine membikin...

Hasil Survei Kemenag: Tokoh Agama Punya Peran Penting dalam Program Vaksin Covid-19

Solopos.com, SOLO--Dengan ditemukannya vaksin memberi harapan baru di tengah pandemi Covid-19 bagi masyarakat. Uji klinis, uji halal, dan uji...

Catat! Ini Cara Registrasi dan Verifikasi Penerima Vaksin Covid-19

Solopos.com, JAKARTA — Calon penerima vaksin Covid-19 dalam program vaksinasi massal pemerintah diharuskan melakukan verifikasi dan registrasi seusai menerima...