Hendak Selfie, Mahasiswi Hilang Terseret Ombak Pantai Logending Kebumen
Anggota Basarnas Cilacap tengah melakukan pencarian korban tenggalam di kawasan Pantai Logending, Kebumen, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (12/9/2020). (Semarangpos.com-Basarnas SAR Semarang)

Solopos.com, KEBUMEN – Aksi swafoto atau selfie yang membahayakan nyawa terjadi di Kebumen. Kali ini, selfie berujung tragis itu dialami seorang mahasiswa Universitas Harapan Bangsa Purwokerto, Ika Listiyani.

Gadis berusia 20 tahun itu hanyut terseret ombak di Pantai Logending, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (Jateng), saat hendak melakukan selfie, Sabtu (12/9/2020).

Kepala Basarnas Cilacap, I Nyoman Sidakarya, membenarkan adanya kejadian itu.

Fix, KPU Klaten Tetapkan DPS Pilkada 963.179 Orang

Ia mengaku kali pertama mendapat informasi adanya orang tenggelam di Break Water Pantai Logending dari personel Polariud Logending, Bripka Sumadi.

Awalnya, ungkap Nyoman, korban bersama teman lelakinya, Ashar, 26, warga Kroya RT 012/RW 006, bertemu di Sampang, Kabupaten Cilacap. Keduanya lalu berangkat ke Pantai Logending sekitar pukul 09.30 WIB.

“Sesampainya di pantai korban bermain-main di bibir pantai. Saat di bibir pantai itu, korban berswafoto. Namun, tiba-tiba datang ombak yang menghantam korban. Korban pun terseret arus dan tenggelam,” terang Nyoman.

Dicoret dari Daftar Penerima BSNT, Warga Sragen Ini Bantah Dapat Bantuan Ganda

Dia menambahkan setelah mengetahui kejadian itu, teman korban langsung melapor ke pihak berwenang.

Menggelar Operasi Pencarian Korban

Mendapat laporan itu, Nyoman pun langsung memberangkatkan satu regu penyelamat dari Basarnas Cilacap. Regu penyelamat langsung menggelar operasi pencarian bersama tim SAR yang sudah ada di lokasi.

“Selain pencarian di Pantai Logending, kita juga masih melakukan upaya pencarian terhadap nelayan yang tenggelam di Pantai Jatikontal. Hari ini merupakan pencarian hari kelima terhadap nelayan itu,” terang Nyoman.

Cerita Ojol Dihukum Bersihkan Sungai Gegara Tak Pakai Masker di Solo: Malunya Minta Ampun!

Dalam pencarian itu, Basarnas Cilacap juga dibantu personel dari sejumlah instansi.

Seperti dari Polairud Logending, Pos AL Logending, Polsek Ayah, BPBD Kebumen, PMI Kebumen, SAR Lawet Perkasa, SAR Elang Perkasi, RAPI, Orari, SAR MTA, Banser, Ubaloka, dan warga sekitar.

Kasus selfie berujung maut atau menyebabkan hilangnya nyawa seseorang memang kerap terjadi. Korban biasanya melakukan selfie atau swafoto di objek foto yang indah tanpa menghiraukan bahaya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom