Kategori: Sragen

Hemat Miliaran Rupiah, Talut Di Tangkil Sragen Kota Ini Dibuat Dari Ban Bekas


Solopos.com/Tri Rahayu

Solopos.com, SRAGEN -- Talut sungai sepanjang 86 meter dan tinggi 8,5 meter di wilayah RT 002/RW 011 Dukuh Gabusan, Desa Tangkil, Kecamatan Sragen Kota, Sragen, dibuat menggunakan ban bekas.

Cara ini dinilai menghemat biaya dibandingkan jika menggunakan beronjong kawat berisi batu. Pembangunan talut dari ban bekas itu rampung pada Senin (8/3/2021).

Warga pun kini sudah tak lagi waswas rumah mereka bakal kebanjiran atau longsor saat hujan turun. Para sukarelawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan search and rescue (SAR) bersama TNI dan warga setempat membersihkan lumpur bekas tanah uruk di jalanan kampung.

Baca Juga: Siap-Siap! Berikutnya Giliran Guru Yang Divaksin Covid-19 di Karanganyar

Pekerjaan terakhir (finishing) talut dari ban bekas di Tangkil, Sragen Kota, itu sudah selesai. Ban disusun sedemikian rupa membentuk dinding berundak setinggi 8,5 meter yang membentang menjadi talut Sungai Mungkung.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Tangkil Sertu Supar didampingi Bintara Tinggi Urusan Dalam Koramil 01/Sragen Peltu Saptono, menyampaikan pekerjaan pembuatan talut ban ini merupakan inisiasi Pemerintah Desa Tangkil. Juga dari Kodim dan tokoh masyarakat Gabusan.

Dampak Longsor

Tujuannya mengatasi dampak longsor akibat kikisan arus Sungai Mungkung. “Rencana awal perhitungan membutuhkan waktu 10 hari. Dalam praktiknya, ternyata delapan hari sudah selesai," ujarnya mewakili Dandim 0725/Sragen Letkol (Inf) Anggoro Heri Pratikno kepada Solopos.com, Senin siang.

Baca juga: Lagi, Anggaran Pengadaan Lahan JLT Sukoharjo Rp30 Miliar Digeser Untuk Penanganan Covid-19

Setiap hari ada 150 warga yang terjun bergotong-royong membangun talut dari ban bekas di Tangkil, Sragen Kota, itu. Perkiraan semula proyek itu membutuhkan 800 ban bekas ternyata membengkak menjadi total 2.200 ban bekas. "Tanah uruknya pun total menghabiskan 75 truk atau sekitar 450 meter kubik,” ujar Supar.

Supar mengatakan pembangunan talut ban ini hasil kerja sama semua pihak. Teknisinya dari tokoh masyarakat Gabusan yang kebetulan juga korban terdampak longsor Sungai Mungkung.

Ia menyampaikan tokoh masyarakat Tangkil, Sragen Kota, itu yang mengarahkan teknis pemasangan ban supaya kuat karena sudah berpengalaman memasang talut ban bekas. Biaya yang dihabiskan sekitar Rp25 juta.

Baca Juga: Ditemukan Di Gorong-Gorong Boyolali, Bayi Ini Akhirnya Punya Orang Tua Asuh

Tak Mudah Rusak

Biaya itu jauh lebih murah ketimbang jika menggunakan beronjong batu yang bisa menelan anggaran hingga Rp2 miliar. "Jadi hematnya bisa sampai miliaran rupiah. Kenapa material ban bekas yang digunakan? Ban bekas itu banyak keuntungannya, yakni tak mudah rusak, tahan terhadap air, dan yang jelas menghemat biaya,” ujar Supar.

Sebelumnya, longsor Sungai Mungkung itu mengakibatkan empat rumah warga Gabusan terkena dampak. Bahkan ada sebagian rumah warga yang ambrol karena dindingnya runtuh terbawa longsor.

Baca Juga: Pembebasan Lahan Tol Solo-Jogja Klaten Baru Kelar 5 Desa, Totalnya Rp300 Miliar

Seorang tokoh masyarakat yang juga korban terdampak longsor Sungai Mungkung, Sragen Kota, Suyadi, mengatakan setelah talut ban bekas selesai dibangun warga menjadi tenang. Lingkungan RT 002/RW 011 itu paling rawan longsor karena lokasinya berada pada tikungan aliran Sungai Mungkung.

“Sekarang warga bisa tidur nyenyak saat malam hari. Sebelumnya warga tidak tidur bila terjadi hujan di Sragen atau hujan di hulu Sungai Mungkung. Ketika ada banjir di Kali Mungkung, warga sudah tidak bingung. Meski hujan tidurnya bisa nyenyak,” ujarnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih