Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12/2018). Aparat gabungan terus berusaha mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga telah menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya (Antara-Iwan Adisaputra)

Solopos.com, JAYAPURA -- Dua anggota TNI mengalami luka tembak saat sedang melakukan pengiriman logistik ke Distrik Nirkuri, Kabupaten Nduga, Papua, Rabu (24/4/2019). Serangan itu terjadi saat helikopter pembawa logistik sedang melakukan pengiriman ke Nirkuri.

Salah satu korban luka tembak adalah kru helikopter Bell 412 milik Penerbad, yakni Serda DK. Informasi yang dihimpun Antara menyebutkan penembakan itu terjadi sekitar pukul 11.10 WIT yang juga mencederai Prada MZ anggota Yonif Raider 321/GT.

Insiden penembakan itu berawal saat helikopter milik Penerbad TNI dengan pilot Mayor CPN Agus Falah sedang melakukan pengiriman logistik ke Distrik Nirkuri. Namun tiba-tiba KKB menembaki personel hingga mengenai Prada MZ pada bagian kaki kirinya.

Saat hendak mengevakuasi korban MZ, terjadi lagi penembakan hingga mengenai Serda DK di bagian punggungnya. Kapendam XVII Cenderawasih Kol Inf Muhamad Aidi mengakui adanya penembakan yang dilakukan kelompok bersenjata hingga melukai dua anggota TNI.

"Memang benar ada dua anggota TNI yang mengalami luka tembak saat pengiriman logistik atau bahan makanan ke Distrik Nirkuri, namun kondisinya stabil dan saat ini masih dalam penanganan tim dokter di RS Mitra Masyarakat Timika,” kata Aidi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten