Heboh! Viral Video Mesum 30 Detik, Diperankan Pelajar SMK di Salatiga

Viral sebuah video yang memperlihatkan perbuatan mesum yang diduga dilakukan pelajar sebuah SMK di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng).

 Ilustrasi video museum. (Dok. Solopos)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi video museum. (Dok. Solopos)

Solopos.com, SALATIGA –– Masyarakat Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), tengah dihebohkan dengan beredarnya video mesum yang diduga melibatkan pelajar sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah tersebut. Video berdurasi 30 detik itu tersebar di berbagai platform media sosial, salah satunya Whatsapps (WA).

Dalam video itu memperlihatkan dua pelajar, laki-laki dan perempuan, tengah duduk di sebuah warung. Di depan mereka ada sebuah meja kecil, gelas minuman, asbak dan rokok.

PromosiSerang Koloni Monyet Denmark 1958, Monkeypox Berevolusi Infeksi Manusia

Sang pria terlihat mengenakan kaus olahraga berwarna merah dan celana pendek. Sementara perempuan, memakai seragam rok panjang dan baju warna ungu.

Baca juga: Video Siswi di Kudus Bugil Viral, Ini Kata Pihak Sekolah

Kedua pasangan itu terlihat saling berciuman, dan melakukan perbuatan mesum yang tidak senonoh dilakukan pelajar, terlebih di tempat umum.

Kedua pasangan yang diduga masih pelajar itu pun tidak sadar jika perbuatan mesumnya direkam video hingga tersebar dan viral. Bahkan dalam video itu, terdengar suara perekam yang merekam aksi mesum pasangan tersebut.

Seorang warga Kota Salatiga, Dian, mengaku mendapat rekaman video mesum yang diduga pelajar SMK di Salatiga itu dari grup Whatsapp, Kamis (25/11/2021). “Saya sudah lihat tapi langsung saya hapus. Kalau melihat kaus yang dikenakan si laki-laki itu, sepertinya pelajar salah satu SMK di Salatiga,” ujarnya kepada Solopos.com, Minggu (28/11/2021).

Sementara lokasi atau tempat terjadinya perbuatan mesum itu diduga di warung yang terletak di kawasan Jalan Lingkar Salatiga (JLS). Lokasi itu selama ini memang kerap digunakan pasangan muda-mudi untuk menghabiskan waktu luang atau nongkrong dan berpacaran.

Baca juga: Kasus Video Mesum Jogja, Netizen Sandingkan Foto Pelaku dengan Tayangan di ILC

Sementara itu, Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polres Salatiga, AKP Hari Slamet Trianto, mengaku akan mencari informasi lebih lanjut terkait video mesum yang diduga pelajar Salatiga, yang saat ini viral. Hal itu dikarenakan rekaman video itu sangat meresahkan warga Kota Salatiga.

“Kalau ada kejadian yang meresahkan warga atau menjadi perhatian, pasti akan kita tidaklanjuti,” ujar Hari.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

10 Prajurit TNI Membantu Local Strongman Mengelola Kerangkeng Manusia

+ PLUS 10 Prajurit TNI Membantu Local Strongman Mengelola Kerangkeng Manusia

Sepuluh orang prajurit TNI ditetapkan menjadi tersangka kasus penganiayaan dan penyiksaan penghuni kerangkeng manusia di rumah Bupai Langkat nonaktif, Provinsi Sumatra Utara, Terbit Rencana Peranginangin.

Berita Terkini

Waduh! Perlintasan Sebidang KA di Ambarawa Ditutup, Warga Bongkar Paksa

Warga Desa Losari Ambarawa melakukan pembongkaran portal penutup perlintasan sebidang kereta api atau KA yang ada di desanya, padahal rawan kecelakaan.

Begini Kesaksian Pekerja Pabrik di Semarang saat Tanggul Laut Jebol

Pekerja pabrik di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, harus dievakuasi menyusul banjir rob yang diakibatkan tanggul laut jebol.

Penilap Bansos di Ngaringan Apakah Bisa Dipecat? Ini Jawaban Bupati

Kasus ASN di Kantor Kecamatan Ngaringan yang menilap bansos warga yang meninggal dunia sudah ditangani Polres Grobogan.

Tanggul di Semarang Jebol, PLN Respons Cepat Amankan Jaringan Listrik

PLN terpaksa harus mengamankan sebanyak 408 gardu distribusi yang menyalurkan listrik ke sebanyak 35.000 pelanggan.

Banjir Rob di Semarang, PLN Lakukan Pemadaman Listrik

Banjir rob yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), akibat jebolnya tanggul laut direspons PLN dengan melakukan pemadaman listrik di wilayah yang terdampak.

Banjir Rob Landa 4 Daerah di Jateng, Ganjar: Siapkan Posko Darurat!

Sejumlah daerah di kawasan pesisir utara Jawa Tengah atau Jateng dilanda banjir rob pada Senin (23/5/2022).

Kejaksaan dan Kepolisian Ikut Awasi Pelaksanaan Proyek di Grobogan

Kejaksaan Negeri Grobogan dan Polres Grobogan dilibatkan dalam proses pengawasan pelaksanaan pekerjaan konstruksi, barang dan jasa di Kabupaten Grobogan.

Banjir Rob Terjang Rumah Warga di Semarang Gegara Tanggul Jebol

Banjir rob melanda kawasan pesisir Kota Semarang, tepatnya daerah dekat Pelabuhan Tanjung Emas, akibat jebolnya tanggul penahan air.

Begini Curhatan Warga Semarang Jadi Langganan Banjir Rob

Banjir rob sudah menjadi peristiwa yang jamak bagi warga Kampung Tambakrejo, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Banjir Rob Genangi Pesisir Pati, Tanggul Laut Jebol

Sejumlah desa di pesisir Kabupaten Pati, Jawa Tengah, digenangi banjir rob.

Hangus Terbakar, Jembatan Juwana Pati Segera Dibongkar

Jembatan Juwana di Kabupaten Pati, Jawa Tengah diusulkan segera dibongkar.

46 Hektare Mangrove Terancam Tol Semarang-Demak, Relokasi Bukan Solusi

Hutan mangrove atau bakau seluas 46 hektare terancam oleh pembangunan tol Semarang-Demak. Langkah merelokasi hutan mangrove itu bukan solusi.

Banjir Rob Setinggi 2 Meter Terjang Kota Semarang

Peristiwa banjir rob dengan ketinggian lebih dari 2 meter melanda daerah pesisir di Kota Semarang, Senin (23/5/2022).

Diklaim Punah, Ini Cerita Kemunculan Harimau Jawa di Sejumlah Tempat

Harimau Jawa diklaim telah punah sejak 1980-an, meski demikian cerita tentang kemunculan binatang ini masih sering terdengar hingga sekarang.

Ratusan Jiwa di Jawa Tengah Dipasung Karena Alasan Malu dan Aib

Sepanjang 2021, jumlah warga di Jawa Tengah yang hidup terkungkung dan dipasung karena mengalami gangguan jiwa mencapai 390 orang, oleh keluarganya sendiri dengan alasan malu atau aib keluarga dan tidak dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD).