Kepolisian mengunjungi rumah pria stroke disiksa (Detikcom)

Solopos.com, JAKARTA -- Jagat media sosial dihebohkan beredarnya sebuah video penyiksaan terhadap seorang pria yang disebut-sebut menderita stroke dan alheimer oleh istrinya.

Dalam video yang diunggah oleh pengelola akun @ndorobeii, Selasa (17/12/2019), terdengar suara perempuan yang diduga pelaku. Dia mengaku lelah mengurusi suaminya yang sakit stroke.

NTT Jadi Destinasi Wisata Nomor 1 di Dunia yang Ramah di Kantong

"Pagi-pagi gua bangun, anterin dia cek darah ya," ujar perempuan itu.

Dalam video tersebut, pelaku meminta uang Rp1 miliar jika suaminya ingin bercerai darinya. "Kalau dia mau pisah sama gua boleh. Bayar Rp1 miliar sama syaratnya dia stroke lagi di ranjang. Tolong jagain dia hanya di ranjang aja," ucapnya.

Pelamar CPNS Wonogiri 2019 Ketahuan Merekayasa IPK

Pelaku mendekati korban lalu memukulnya berkali-kali dengan tongkat. Korban hanya bisa berteriak kesakitan atas pukulan tersebut.

Sontak aksi tak terpuji tersebut membuat netizen geram dan menuding pelaku tak memiliki cinta yang tulus kepada suaminya. Pada kolom komentar unggahan @ndorobeii, netizen pengguna akun @firdausnasution1908 dan @asiyati_rasid mengatakan lelah mengurus orang sakit adalah wajar, namun bukan dengan menyiksa.

Ini Pengakuan Pelaku Pembunuhan Mahasiswi UIN Makassar

"Kdg kesel ngurus org sakit si manusiawi, tp klo udh smp nyiksa gt bnr tega nya si gk manusiawi lg gila bnrrr.. ketauan cinta nya atas dsr apa," bebernya.

"Jgain orang sakit apa lagi stroke emang butuh tenaga extra ya.. Tpi gak perlu gebukin jga kasian malah tambah gak sembuh2. Klo cuma marah n ngomel2 wajar sih soalnya mang jgain orang sakit trus tingkahnya kayak anak kecil itu masyaallah luar biasa pokoknya west. Ketok nek ibuk iku gak tulus syangnya," tambah pengguna akun @asiyati_rasid.

Mahasiswi UIN Makassar yang Dibunuh Pacar Sosok Periang

Kejadian tersebut dikonfirmasi oleh Kapolsek Penjaringan, Jakarta Utara, DKI Jakarta, AKBP Imam Rifai. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (11/12/2019) di rumah korban yang berlokasi di Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan. Polisi pun melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP).

"Iya memang kami mendapatkan laporan dari masyarakat dan sudah kami cek ke TKP pada hari itu. Tapi itu baru viral sekarang ya," terang Imam kepada Detik.com, Selasa.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten