Heboh Taksi Terbang, Ini Rekam Jejak EHang dari China

Heboh taksi terbang dari perusahaan teknologi China yang bakal menjalani uji coba terbang di Bali, Oktober mendatang.

 Taksi Terbang EHang saat melakukan pendaratan di Museum Penerbangan Estonia. (Gambar: ehang.com)

SOLOPOS.COM - Taksi Terbang EHang saat melakukan pendaratan di Museum Penerbangan Estonia. (Gambar: ehang.com)

Solopos.com, SOLO – Belakangan ini publik dibikin heboh oleh kehadiran EHang, taksi terbang bikinan perusahaan platform teknologi autonomous aerial vehicle (AAV) atau kendaraan udara otonom dari China. Pecinta maupun permerhati transportasi umum di tanah air pun penasaran karena EHang si taksi terbang ini bakal menjalani uji coba di Bali.

Sebagaimana dilansir Detik.com, EHang dijadwalkan melayang di Bali Oktober mendatang. Sementara ini, EHang dikabarkan parkir di diler Prestige Image Motorcars, Jakarta Utara.

Sebelum di Bali, EHang seri diklaim berhasil terbang mulus di Bandara Tratum, Estonia. Dalam rilis 3 September lalu, EHang seri 216 terbang dengan skenario penerbangan penumpang VIP dari Bandara Tartu dan mendarat di Museum Penerbangan Estonia.

Baca Juga:  Bahaya Tabrakan di Udara? Inilah Sistem Operasi Taksi Terbang yang Diperkenalkan EHang

Dikutip dari ehang.com, penerbangan ini dilakukan tanpa penumpang dan lebih fokus mendemonstrasikan lepas landas dan mendarat vertikal. Dalam kesempatan itu, EHang terbang membawa logistik keperluan pengiriman paket.

Sebelumnya, EHang 216 juga menjalani terbang perdana di Okayama, Jepang setelah  memeroleh izin terbang uji coba dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang. Berdasarkan rilis yang dikeluarkan 4 Juni 2021 yang menyematkan tayangan video itu, EHang 216 masih terbang tanpa penumpang.

“Saya sangat senang bahwa uji coba penerbangan mobil terbang pertama di Jepang berlangsung di tanah Okayama. Kami memiliki harapan yang tinggi untuk mobil terbang sebagai generasi baru untuk industri yang sedang berkembang. Kami berharap dapat mengembangkan mobil terbang sebagai layanan sosial melalui kerjasama publik-swasta,” kata Hashimoto Gaku, seorang Dewan Perwakilan Jepang.

Baca Juga: Daftar Harga Wuling yang Masih Bisa Dibeli dengan Program Subsidi PPnBM

EHang seri 216 juga diuji terbang di atas Laut China Selatan. Penerbangan wisata ini dimulai dari Distrik Hengqin Baru dan berakhir di Pulau Dong Ao, Kota Zhuhai. Rute pernerbangan ini disebut-sebut sebagai potensi pasar penerbangan dengan skenario rute wisata.

EHang mengklaim hasil uji coba tersebut lebih aman, efisien dan bebas emisi karbon dibanding dengan kapal feri atau helikopter.

Pamer Fungsi

Selain melakukan berbagai demo penerbangan rute penumpang, EHang juga beberapa kali pamer pilihan penggunaan teknologi ini. EHang sempat diuji dalam misi pemadaman kebakaran, pelayanan ambulans udara dan sempat ditunjukkan membantu dalam misi pengiriman logistik untuk pasien Covid.

Simulasi penanganan kebakaran dengan EHang itu disiarkan pada 2 Agustus lalu. Dengan EHang Falcon Seri B, latihan penyelamatan kebakaran dilakukan di Kota Laixi, Qingdao, Provinsi Shandong, China.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, EHang seri tersebut mampu menembak kaca dan menyemburkan air untuk pemadaman api.

Baca Juga: E-Toll Expired Gara-gara Kelamaan di Rest Area? Tenang Saldo Tak Berkurang

Sementara EHang 216 atau seri pengiriman logistik dikerahkan untuk upaya pencegahan dan pengendalian epidemi. Dengan rute Pearl River di Guangzhou, EHang seri tersebut disebut telah berhasil mengirimkan bantuan logistic tanpa kontak ke area karantina pasien.

Rekam Jejak EHang

Sebenarnya, EHang baru mendeklarasikan diri dengan produk taksi terbang sejak 5 September 2019. Perusahaan yang berkantor pusat di Guangzhou ini memperkenalkan penerbangan udara otonom tanpa pilot.

Baru pada 15 Januari 2020, EHang menerbitkan kontrak proyek masa depan atau yang sering disebut dengan white paper. Ini mereka lakukan sebagai awal langkah mengubah transportasi secara global dengan wawasan desain kendaraan, gambaran umum aplikasi dan lanskap peraturan serta pengoptimalan jalur kendaraan udara otonom atau UAM untuk kepentingan komersialisasi.

Baca Juga: Daftar Harga Suzuki Satria Hiu di Soloraya

Jauh sebelum itu, tepatnya Agusuts 2015, perusahaan teknologi transportasi udara tersebut mulai mengklaim mendapatkan pembiayaan sebesar $42 juta. Pembiayaan tersebut disebut meningkatkan 100 kali performa startup drone China dibanding 16 bulan sebelumnya.

EHang Seri 184

EHang segera bergerak dan meluncurkan produk transportasi udaranya dengan EHang 184. Produk ini dilengkapi empat sisi penyangga delapan baling-baling.

Baru pada Januari 2017, kabar perkembangan EHang 184 dirilis. EHang 184 disebut sebagai teknologi yang tak sesederhana sebutan drone besar. Produk ini disebut pernah diuji coba dan berhasil terbang stabil dengan beban penumpang di titik tetap pada tiga ruang dimensi.

Tim insinyur EHang 184 berharap beberapa hambatan bisa mereka pecahkan dan uji coba bisa dilakukan di area dengan jaringan 4G.

EHang lalu mendapatkan sertifikat AS9100C berdasarkan standar manajemen sistem untuk penerbangan udara dan industri penerbangan. Hal itu mereka rilis pada 3 Agustus 2017.

Manajemen menyiarkan rekaman uji coba EHang 184 dengan penumpang pertama dan mampu menembus kecepatan 130 km/jam. EHang mengumumkan produk tersebut akan aman dan siap digunakan dalam waktu dekat.

EHang resmi membangun persuahaan program pilot AAV penumpang pada 6 Februari 2018. Setelah itu, EHang terlihat aktif menjalin kerjasama di dunia luar.

Baca Juga: Panduan Membawa Barang Menggunakan Sepeda Motor

Sebagaimana penampilan EHang  saat menjalani uji coba di Stadion Vieena, Austria pada 4 April 2019. Perusahaan tersebut memanfaatkan momentum Festival 4GAMECHANGERS untuk unjuk gigi.

EHang 216 baru dideklarasikan sebagai taksi terbang mulai 5 September 2019.  Mereka segera melakukan langkah strategis dengan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak.

Berbagai uji coba penerbangan dilakukan, seperti di Amerika, tepatnya di Carolina Utara pada 8 Januari 2020. Izin operasional penerbangan juga didapatkan EHang dari otoritas penerbangan sipil Norwegia pada 16 Maret 2020.


Berita Terkait

Berita Terkini

Ajaib! Aksi Nangkring Pembalap Pertamina Mandalika

Pembalap Moto2 dari Pertamina Mandalia, Bendsneyder melakukan atraksi spontanitas untuk menyelamatkan diri di sesi latihan balapan.

Sambut Balapan Mandalika, Wisudawan di Lombok Berpakaian Balap

Sambut balapan di Mandalika, wisudawan Poltekpar ikuti wisuda drive thru mengenakan kostum balap.

Kelamaan Parkir Selama Pandemi, Waspada Ban Mobil Alami Flat Spot

Waspada kelamaan parkir bisa bikin ban mobil alami kasus flat spot.

Wuling Formo S Diperkenalkan, Harga Rp150 Jutaan

Wuling Formo S diperkenalkan dan dibanderol dengan harga Rp150 Jutaan.

Honda Jazz: Kisah Berakhir di Februari, Dilepas Mantan Seharga?

Harga Honda Jazz Oktober 2021 di Kota Solo dan sekitarnya.

Harley Davidson LiveWire Tanpa Suara Blar... Lha Pakai Tenaga Listrik!

LiveWire, Harley-Davidson tanpa suara garang karena menggunakan tenaga listrik.

Pandemi, Sekitar 1,5 Juta Pekerja Otomotif Indonesia Selamat dari PHK

Pekerja di industri otomotif indonesia disebut seluruhnya selamat dari badai PHK.

Bidik Pengusaha Kurir, Isuzu Luncurkan Traga Blind Van

Isuzu Indonesia luncurkan mobil untuk mendukung pengusaha bisnis kurir dan logistik.

Masalah Fuel Pump dan ECU, Toyota Recall 2 Jenis Mobil

Toyota recall dua jenis mobil, salah satunya Toyota 86.

Unik, Mobil Listrik Tiga Roda Berbekal Fitur Tambang Kripto

Mobil listrik tiga roda berbekal fitur trading kripto.

Coba Tanya Kakek, Kenal Bus Tua di Kota Solo Ini?

Nostalgia bus tua yang pernah beroperasi di jalanan Kota Solo.

6 Kisah Gagal Nanjak di Karanganyar, Nomor 3 Sulit Dilupakan

6 Kisah gagal menanjak di beberapa medan jalan di Karanganyar.

Kendaraan Serbu Antar Presiden Jokowi, Ganas Juga Spesifikasinya

Spesifikasi kendaraan taktis (Rantis) P6 ATAV V1 atau kendaran serbu segala medan yang ditunggangi Presiden Jokowi di Tarakan.

Daihatsu Ajak Sahabat Bagikan Cerita Terbaik

Daihatsu kembali mengajak Sahabat Daihatsu untuk berbagi cerita melalui program bertajuk Daihatsu Setia: Daihatsu Seiring Waktu.

Setelah Thomas Cup, Bendera Indonesia Tak Berkibar di Sirkuit Mandalika

Bendera Indonesia terancam tak berkibar di Sirkuit Mandalika