Warga melihat dampak bencana tanah longsor di Dukuh Grintingan, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, Senin (18/3/2019). (Istimewa/Suwarno)

Solopos.com, BOYOLALI -- Bencana alam tanah longsor di Dukuh Grintingan, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, Minggu (17/3/2019) lalu sekarang sudah hampir sepekan berlalu.

Saat itu, tebing di pinggir jalan kampung setempat longsor hingga materialnya menutup jalan. Sedangkan talut penahan jalan di sisi lainnya sepanjang 30 meter setinggi 7 meter juga longsor ke arah lembah.

Material tanah yang menutup jalan sudah dibersihkan sehari berikutnya oleh warga secara gotong-royong. Akses yang menghubungkan dukuh-dukuh di Desa Lencoh dan dukuh-dukuh di Desa Jrakah ini pun bisa dilalui kembali.

struktur wajah singa

Longsoran tanah di Boyolali membentuk struktur mirip wajah singa. (Istimewa)

Meski demikian, masyarakat tetap harus berhati-hati karena jalan itu tidak lagi tertahan talut yang terbawa longsor. Belakangan, musibah yang awalnya seperti biasa saja justru menarik perhatian.

Warga yang memperhatikan dengan teliti foto-foto dari lokasi longsor itu mendapati sesuatu yang mengejutkan. Warga baru menyadari pada foto salah satu bagian talut longsor itu ada sesosok wajah.

Ada yang mengatakan sosok itu mirip wajah singa, namun ada pula yang menyebut mirip kambing dan bahkan disebut mirip wajah manusia. Merasa penasaran dengan foto-foto itu, sebagian warga berdatangan ke lokasi untuk mengamati wajah misterius tersebut.

Warga kemudian menghubungkan hal ini dengan cerita-cerita zaman dahulu. Salah satu perangkat desa Lencoh, Bagiyo, mengatakan konon sebagian warga melihat sesosok laki-laki tua berbaju serbahitam di salah satu sudut talut longsor itu.

Namun laki-laki itu kemudian hilang dari penglihatan di sekitar tanah yang kini muncul struktur tanah mirip wajah tersebut. “Dulu di pojok kampung itu dipasang tolak bala. Kadang ada yang menjumpai bapak-bapak tua berpakaian hitam di sudut yang longsor itu terus menghilang,” ujarnya kepada Solopos.com, Jumat (22/3/2019).

Sementara itu, berdasarkan pengamatan Solopos.com terhadap foto-foto yang dihimpun dari warga sehari setelah longsor, memang ada sebagian tanah longsor yang strukturnya membentuk mulut, hidung, dan mata. Namun demikian, bisa jadi struktur itu hanya sebuah kebetulan atau hasil proses alami.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten