Heboh Resepsi Pernikahan Warga Solo: Digeruduk Anggota Arisan hingga Dibubarkan Satpol PP

Acara resepsi pernikahan di Mojosongo, Solo, berubah menjadi kehebohan gara-gara digeruduk anggota arisan dan dibubarkan Satpol PP.

 Korban dugaan arisan online bodong membawa karangan bunga saat menghadiri resepsi pernikahan terduga pelaku penipuan arisan online bodong di Serut, Mojosongo, Jebres, Solo, Minggu (12/9/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Korban dugaan arisan online bodong membawa karangan bunga saat menghadiri resepsi pernikahan terduga pelaku penipuan arisan online bodong di Serut, Mojosongo, Jebres, Solo, Minggu (12/9/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Acara resepsi pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru menjadi nestapa. Itu lah yang dialami JG, seorang warga Mojosongo, Jebres, Solo, yang menggelar resepsi pernikahan di rumahnya, Minggu (12/9/2021).

Saat resepsi berlangsung, sejumlah perempuan tiba-tiba datang. Mereka mengaku sebagai anggota arisan online yang digelar JG, sang mempelai. Mereka juga mengirim karangan bunga bertuliskan tuntutan agar si pengantin mengembalikan uang mereka.

Para wanita itu merasa tertipu lelang arisan yang ditawarkan JG. Mereka mengaku sudah menyetorkan uang puluhan juta hingga ratusan juta rupiah kepada JG.

Namun, setelah beberapa bulan berjalan uang mereka tidak kunjung kembali seutuhnya. “Saya sudah masuk uang arisan Rp161 juta tapi baru dikembalikan Rp14 juta,” kata salah satu anggota arisan, Bara Nuina.

Baca Juga: Tak Hanya Digeruduk Korban Arisan Fiktif, Resepsi Nikah Warga Solo ini Juga Dibubarkan Satpol PP

Peserta lainnya ada yang menyetor Rp25 juta dan seharusnya dikembalikan pada April 2021. Namun sampai September 2021 tdak ada kejelasan pengembalian uang itu.

Bara mengungkapkan JG sempat berjanji mengembalikan uang arisan para anggota namun janji itu tak juga dipenuhi. Para anggota arisan pun dibuat geram ketika JG tidak merespons tiap kali dihubungi. Pun ketika para anggota arisan mendatangi rumah JG tak pernah membuahkan hasil.

Terjadi Keributan

Para anggota arisan kian geram ketika mendengar kabar JG malah menyelenggarakan resepsi perikahan. “Dia belum bayar utang tapi malah menggelar resepsi,” ujar anggota arisan lainnya, Ananda, yang ikut menggeruduk resepsi pernikahan JG di Mojosongo, Solo.

resepsi pernikahan solo
Petugas melipat kursi tamu undangan saat pembubaran acara resepsi pernikahan di Mojosongo, Solo, Minggu (12/9/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Sempat terjadi keributan saat para perempuan anggota arisan itu mendatangi acara resepsi pernikahan tersebut. Keluarga pengantin berhasil mengusir para perempuan tersebut.

Baca Juga: Heboh Arisan Fiktif di Mojosongo Solo, Kapolresta: Jangan Terlena dengan Tawaran Fantastis!

Namun, kehebohan tidak berhenti sampai di situ. Tak lama setelah insiden dengan para perempuan anggota arisan, petugas gabungan Satpol PP dan Polsek Jebres, Solo, giliran mendatangi lokasi resepsi.

Namun, kedatangan petugas gabungan tidak ada kaitannya dengan anggota arisan diduga fiktif yang diselenggarakan JG. Petugas mendatangi acara resepsi perikahan di Mojosongo, Solo, itu setelah mendapat laporan dari masyarakat karena resepsi itu melanggar aturan PPKM.

Dilarang Gelar Hajatan di Rumah

Sesuai aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, warga Solo masih dilarang menggelar hajatan di rumah. Hajatan atau resepsi pernikahan hanya boleh digelar di gedung atau hotel dengan jumlah tamu dibatasi maksimal 20 orang.

Baca Juga: Pernikahan Wong Solo Digeruduk Gegara Gelar Arisan Fiktif, Korban Mengaku Rugi Ratusan Juta

Sedangkan resepsi pernikahan yang digelar JG di rumahnya, Mojosongo, Solo, mengundang sekitar 100 orang. Hal itu jelas melanggar aturan PPKM sehingga petugas gabungan pun tak ragu-ragu lagi untuk membubarkan acara hajatan itu.

“Tenda pernikahan, kursi, dan perlengkapannya langsung kami minta bersihkan saat itu juga,” jelas Kepala Satpol PP Solo Arif Darmawan kepada wartawan, Minggu.


Berita Terkait

Berita Terkini

Pengurukan Tanah Dimulai, Sukoharjo Segera Miliki GOR Tipe B

Proses pembangunan gedung olahraga (GOR) tipe B di Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, dimulai dengan pengurukan tanah.

Polisi Temukan Barang Bukti Elektronik dalam Kasus Gilang

Ada temuan barang bukti elektronik yang ditemukan Polresta Solo terkait kasus kematian mahasiswa UNS Solo, Gilang Endi Saputra. Bukti tersebut tengah dianalisis Labfor Polda Jateng.

Ke Rumah Duka, Kapolresta Solo Serahkan SPDP Kepada Ayah Gilang

Kepada ayah Gilang Endi Saputra, Kapolresta Solo memastikan akan mengusut kasus tuntas kasus kematian mahasiswa UNS Solo itu saat Diklat Menwa.

Kasus Diklat Menwa UNS Solo: 26 Saksi Diperiksa Polisi, Ada Tersangka?

Polisi sejauh ini sudah memeriksa 26 orang saksi dalam kasus dugaan kekerasaan berujung meninggalnya salah satu peserta Diklat Menwa UNS Solo.

Siap-Siap, Ini 36 Daftar Agenda Seni dan Budaya di Klaten 2021

Daftar 36 agenda seni dan budaya akan digelar di Klaten hingga Desember mendatang.

Tancap Gas, Wankes Klaten Gelar 36 Kegiatan Saat PPKM Level 2

Dewan Kesenian (Wankes) Klaten langsung tancap gas menggelar 36 event/kegiatan seni dan budaya di Klaten di tengah PPKM Level 2.

Protes Kematian Anjing Canon Kembali Mengalir dari Solo

Protes atas kematian seekor anjing di Pulau Banyak, Aceh Singkil, setelah ditangkap Satpol PP terus mengalir dari Kota Solo.

Biaya Tak Terduga Rp110 Miliar Kota Solo Baru Terserap Rp60 Miliar

Terkendalinya pandemi Covid-19 membuat anggaran BTT dalam APBD 2021 Kota Solo senilai Rp110 miliar baru terserap Rp60 miliar.

Solidaritas untuk Gilang Meluas, Mahasiswa UMS Gelar Aksi Siang Ini

Gerakan solidaritas untuk Gilang Endi Saputra, seorang peserta diklat Resimen Mahasiswa Menwa (Menwa) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang meninggal dunia akhir pekan lalu terus meluas.

Ada Petisi Bubarkan Menwa UNS Solo, Lebih 13.000 Orang Tanda Tangan

Terdapat petisi online yang mengajak untuk bubarkan Menwa UNS Solo buntut dari kasus meninggalnya seorang mahasiswa UNS setelah mengikuti diksar.

Restorasi Ekonomi Ala Mas Bro

emangat seorang Budiono Rahmadi melakukan restorasi ekonomi seolah tak terbendung. Sepak terjangnya pada bidang kewirausahaan terus berkembang dan memberikan inspirasi.

Menabung di Tabungan Bersama Boyolali, Berhadiah Ayla

Kali ini tiga nasabah Tabungan Bersama mendapatkan masing-masing satu mobil Daihatsu Ayla yakni Supiyem, nasabah PT BPR Guna Daya, Suyatman dan Redatiningsih yang keduanya merupakan nasabah PT BPR Bank Boyolali (Perseroda).

Pererat Kerukunan, Moderasi Beragama Harus Diperkuat

Wakil Bupati Boyolali, Wahyu Irawan, mengatakan rendahnya sikap moderasi terjadi lantaran ada fanatisme berlebihan dalam beragama.

Jumat Berkah dengan Rice Bowl Suwir I Am In Love

I Am In Love Panggang menyiapkan program rice bowl ayam suwir untuk menyasar Jumat Berkah.

Terungkap, Kronologi Motor Vs Motor yang Telan 1 Korban Jiwa di Sragen

Kanit Laka Satlantas Polres Sragen mengungkapkan kronologi kecelakaan antara dua sepeda motor di Jl. Sukowati yang menelan satu korban jiwa pada Rabu (27/10/2021) malam.