Heboh Pembagian Nasi Anjing di Jakarta, Ini Faktanya
Bungkus nasi anjing yang dibagikan di Jakarta. (Suara.com)

Solopos.com, JAKARTA – Video aksi sejumlah orang membagikan makanan dengan tulisan nasi anjing di Jakarta viral di media sosial.

Makanan tersebut dibagikan di sekitar Masjid Babah Alun, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang dilaporkan masyarakat pada Sabtu (25/4/2020). Kasus tersebut langsung diselidiki pihak berwajib.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, menyebut aparat Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara telah melakukan penyelidikan terkait kasus nasi anjing. Hasilnya ada kesalahpahaman dari nama makanan tersebut.

Kombes Yuri Yunus menegaskan nasi bungkus itu dibuat dari bahan yang halal.

23 Tahun Nipu Tarik Duit Keamanan di Solo, 3 Pria Tua di Pasar Kliwon Ditangkap

“Mendapati bahwa pembuatan nasi dengan bahan halal,” terangnya seperti dilansir Detik.com, Senin (27/4/2020).

Istilah nasi anjing dipilih karena anjing dianggap sebagai hewan yang setia. Selain itu porsi makanan ini juga lebih banyak ketimbang nasi kucing.

“Istilah yang digunakan dengan nama anjing karena menganggap anjing hewan setia. Dan makanan karena porsinya lebih besar sedikit dari nasi kucing. Dan diperuntukkan untuk bertahan hidup,” sambung Kombes Yusri Yunus.

Dia menduga terjadi salah persepsi antara pembuat dengan penerima nasi anjing. Adapun pihak yang mengirim nasi tersebut adalah pihak Yayasan Qahal Family.

250 Masjid di Karanganyar Minta Izin Gelar Ibadah Ramadan

Diberitakan Suara.com, warga khususnya umat muslim di sekitar Masjid Babah Alun merasa dilecehkan. Sebab, mereka diberi bantuan makanan siap santap berupa nasi bungkus berlogo kepala gukguk.

Adapun tulisan pada bungkus tersebut adalah Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting. Pasalnya mereka berasumsi makanan yang diberikan berupa olahan daging anjing. Meski demikian, masalah ini berujung damai.

Sumber: Detik.com, Suara.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom