Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Solopos.com, JAKARTA -- Jagat media sosial beberapa waktu lalu sempat digemparkan dengan sebuah video yang menampilkan paduan suara gereja yang berkolaborasi dengan grup rebana.

Video yang diunggah oleh pengelola akun Twitter @KatolikG, Minggu (24/11/2019) ini dambil saat perayaan di Gereja Paroki Kristus Raja Surabaya. Info tersebut diperoleh dari salah satu netizen yang berkomentar pada video tersebut.

"Info ini tadi hari raya kristus raja semesta alam, dalam rangka memperingati ulang tahun Paroki yang ke 89... Semoga kehadiran gereja mampu membawa kerukunan Disekitarnya," tulis akun @KatolikG

"Iki Gerejo ku [ini gerejaku]...Paroki Kristus Raja Surabaya," ungkap @FrankShadows88.

Mendagri Pertanyakan Khilafah dan Penegakan Hukum Sendiri di AD/ART FPI

Dari video tersebut terlihat lima pria berseragam ala grup hadrah sedang memainkan rebana mengiringi alat musik kibor. Mereka mengiringi paduan suara yang sedang menyanyikan lagu religi umat Nasrani.

Video tersebut mengundang beragam komentar dari netizen. Di aplikasi Baca Berita, dua netizen malah menuding apa yang muncul dalam video itu adalah bentuk toleransi yang kebablasan.

Kaum Intoleran Tak Dihukum, Pembubaran Ibadah di Yogyakarta Kian Merebak

"Toleransi yg kebablasan, dalam Islam jelas Laku diinukum waliadiin bagiku agamaku bagimu agamamu. Jadi dalam Islam orang yang dapat menjalankan ibadahnya masing-masing serta saling menghormati dengan agama orang lain. Tapi tidak juga mencampuradukkan masalah ibadah dengan ibadah agama orang lain, tapi masalah sosial budaya bebas sepanjang tidak bertentangan dengan agama," komentar pengguna akun Abdullloh Sirojul Munir.

"Salah memahami toleransi, akhirnya jadi toleransi kebablasan," tambah pengguna akun Ervan Chans.

Pembubaran Ibadah Hindu di Bantul, Polisi Sangkal Bela Kaum Intoleran

Meski demikian, banyak netizen yang menilai sebaliknya. Aksi tersebut dinilai positif dan mencerminkan keindahan kebersamaaan sehingga bisa menjadi contoh yang baik.

"Indahnya kebersamaan dalam perbedaan. Walaupun berbeda tapi tujuannya sama yakni memuliakan Tuhan," kata pengguna akun Thomas Eduard Gunthardt.

Meningkatnya Gejala Intoleransi di Periode Kedua Jokowi

"Ini contoh yang baik...!!! Wahai kelompok manusia yang sering memaksakan kehendak, celikan matamu dan sedengkan telingamu!!! Contohlah peristiwa di atas!!!" imbuh pengguna akun Sapta Nugraha.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten