Logo SEA Games 2019. (Instagram)

Solopos.com, SOLO - Atlet Indonesia, Shalfa Avrila Siani, dicoret dari kontingen Indonesia jelang gelaran SEA Games 2019. Rumor yang berkembang, Shalfa yang bertanding di cabang senam dicoret karena tak perawan.

Shalfa merupakan pesenam artistik asal Kediri. Dia kemudian masuk pelatnas senam di Gresik, Jawa Timur. Namun, dia dicoret dari pelatnas pada pertengahan November 2019 lalu. Pencoretan itu dianggap karena isu keperawanan. Kabar itu didengar oleh orang tua Shalfa yang menjemput anaknya di Gresik setelah diputuskan dicoret.

KONI Jatim lantas membantah kabar tersebut. Menurut KONI, Shalfa yang berusia 17 tahun didegradasi karena alasan indispliner dan prestasi bukan karena isu keperawanan.

Terkait kehebohan ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (kemenpora) pun angkat bicara. Kemenpora mengingatkan kepada seluruh anggota kontingen Indonesia dari berbagai cabang olahraga agar tak membuat kehebohan.

"Kemenpora cukup prihatin dengan kejadian tersebut. Kami langsung berkomunikasi dengan Persani. Yang benar, katanya, terkait dengan masalah kondisi prestasinya, jadi tidak ada hubungannya dengan masalah, mohon maaf, cek keperawanan," demikian pernyataan Kemenpora seperti dilansir detik.com, Jumat (29/11/2019).

"Sesuai dengan Perpres 95 tahun 2017, hak promosi dan degradasi atlet memang ada di cabor, bukan di kemenpora maupun KONI. Tetapi, jika benar pemulangan atlet karena dugaan keperawanan, kami akan tindak tegas, karena ini masalah privasi dan kehormatan seseorang, juga tidak ada hubungannya dengan soal prestasi."

"Kepada seluruh cabor, kami ingatkan untuk tidak menimbulkan kehebohan sekecil apapun, karena itu akan berdampak luas pada konsentrasi kontingen Indonesia secara keseluruhan."

Sumber: detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten