Hebat! Kecamatan di Karanganyar Ini Tidak Pernah Ada Satu Pun Kasus Positif Covid-19
Gugus tugas Kecamatan Karangpandan berfoto di halaman kantor Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, saat hendak melaksanakan penyemprotan disinfektan beberapa waktu lalu. (Istimewa/Camat Karangpandan Sugiyarto)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Karangpandan menjadi satu-satunya kecamatan di Kabupaten Karanganyar yang hingga kini zero kasus positif Covid-19.

Sejak kasus pertama pasien positif Covid-19 di Kabupaten Karanganyar terkonfirmasi pada 10 April 2020, hingga Sabtu (1/8/2020), Karangpandan tidak mencatatkan satu pun kasus positif.

Hasil pengecekan Solopos.com di akun resmi Instagram Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, data tabel persebaran Covid-19 di Karanganyar mulai diunggah pada 27 Maret 2020.

Tinggal di Rumah Baru, Mbah Minto Klaten Tetap Masak Pakai Anglo Jadul

Saat itu belum ada kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Karanganyar. Pemkab menyerukan agar warga dari seluruh penjuru dunia kembali ke wilayah masing-masing.

Mereka yang menghadiri acara Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, juga diminta kembali. Pemerintah mulai membatasi mobilitas warga terutama ke wilayah pandemi Covid-19, seperti Jabodetabek.

Kasus pertama terkonfirmasi positif Covid-19 muncul pada 10 April 2020. Sejumlah kecamatan di Kabupaten Karanganyar mencatatkan kasus positif Covid-19 hingga Sabtu (1/8/2020).

Peluang Putri Woelan Cucu PB XII Jadi Cawali Solo Penantang Gibran di Pilkada 2020

Kecuali, satu kecamatan, yakni Karangpandan. Hingga Sabtu, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Karangpandan, Karanganyar, masih nol.

Peran Seluruh Pihak

Camat Karangpandan yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Karangpandan, Sugiyarto, menyampaikan kondisi itu tidak terlepas dari peran serta seluruh pihak.

Terutama masyarakat di tingkat rukun tetangga (RT). Mereka waspada dan peduli terhadap setiap orang yang masuk ke wilayah masing-masing.

Kota Solo Masih Zona Merah Covid-19, 6 Kabupaten di Soloraya Zona Oranye & Kuning

"Alhamdulillah, semoga terus kondusif [tidak kasus positif Covid-19 di Karangpandan, Karanganyar]. Kami sebagai gugus tugas bekerja sama, forkopimca, sukarelawan, dan masyarakat. Setiap saat memantau ke desa, pasar, terminal, dan lokasi rawan kerumunan. Sosialisasi protokol kesehatan, 3M itu," ujar Sugiyarto saat berbincang dengan Solopos.com melalui telepon, Minggu (2/8/2020).

Dia juga menyebut keaktifan setiap desa di Karangpandan. Total ada 11 desa dan setiap desa membuat program kegiatan dalam upaya pencegahan persebaran Covid-19 di wilayah masing-masing.

Laki-Laki Lebih Rentan, Bahaya Selfie 5 Kali Lipat Serangan Hiu

Salah satunya rutin menyemprotkan disinfektan. Rata-rata penyemprotan disinfektan dilakukan dua pekan sekali. Penyemprotan melibatkan sukarelawan Karangpandan yang sering disebut Rendan.

"Setiap desa aktif terutama kalau ada orang bukan penduduk setempat. Mengacu program provinsi, Jogo Tonggo. Mayoritas yang bergerak pemuda di desa. Mereka akan langsung waspada, greteh ngecek, tanya siapa yang masuk ke kampung. Desa juga mengalokasikan dana untuk penanganan Covid-19. Salah satunya kan untuk beli disinfektan," tutur dia.

Relawan Jeng Putri: Peluang Cucu PB XII Jadi Cawali Solo Nyaris Tertutup, Tapi...

Tentang kepulangan warga Karanganyar dari perantauan, Sugiyarto bukannya melarang. Dia tidak menutup mata bahwa sejumlah kasus di Kabupaten Karanganyar terjadi karena warga mudik dari wilayah risiko tinggi kasus positif Covid-19 ke Kabupaten Karanganyar.

Oleh karena itu, pemerintah kecamatan mengimbau warga setempat agar membujuk kerabat maupun keluarga mereka untuk menunda kepulangan.

Semua Jalan Kampung Dibuka

"Semua jalan kampung sudah dibuka, tetapi masyarakat masih waspada. Yang punya keluarga di luar kota diimbau jangan pulang dulu. Lebaran lalu maupun Iduladha, sedikit sekali yang pulang. Ketua RT ambil kebijakan, pemudik langsung lapor dan cek ke bidan apabila muncul gejala tertentu," tutur dia.

Sudah Berusia 4 Tahun, Lahan Kebun Jati Di Tawangsari Sukoharjo Malah Terbakar

Sugiyarto mengakui penerapan protokol kesehatan mengalami kendala. Salah satunya kesadaran masyarakat mengenakan masker.

Dia mencontohkan kesadaran pedagang di Pasar Karangpandan mengenakan masker saat beraktivitas di pasar. Padahal, dia mengklaim gugus tugas rutin melaksanakan sosialisasi ke pasar tradisional di Karangpandan.

"Itu pasti ada yang malas pakai masker. Setiap kali kami keliling, sosialisasi itu sangu masker. Kami rutin sosialisasi ke pasar dua kali dalam satu pekan. Nomor satu itu pakai masker, penting. Tetapi ada pedagang yang enggak pakai, kami beri. Lain waktu dioperasi lagi ya lupa lagi, minta lagi, ya dikasih lagi," ujar dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom