Haul Habib Ali Ditiadakan, Potensi Pendapatan Rp200 Miliar Menguap
Pengumuman peniadaan acara Haul Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi di Masjid Riyadh, Solo, 5 Desember 2020. (Instagram @masjidriyadhsolo)

Solopos.com, SOLO – Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi yang digelar rutin setiap tahun kali ini ditiadakan. Sedianya event tersebut digelar pada 5 Desember 2020, namun ditiadakan karena sejumlah alasan.

Salah satu kerabat keluarga Al Habsyi, Abdullah Assegaf, mengatakan potensi pendapatan sekitar Rp200 miliar dipastikan menguap. Pasalnya, peringatan haul Habib Ali selalu mendatangkan berkah bagi masyarakat Kecamatan Pasar Kliwon.

Mereka mengais rezeki dari berjualan di sepanjang Jl. Kapten Mulyadi hingga area sekitar Masjid Riyadh. Tak hanya berjualan piranti beribadah, tapi juga kuliner, pernak-pernik, suvenir dan sebagainya.

Legenda Onggo-Inggi dan Gundul Pringis yang Gentayangan di Jembatan Jurug Lawas Solo

Mereka juga menyewakan sebagian rumah untuk jadi homestay memanfaatkan tamu-tamu yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri.

“Potensi pendapatan senilai Rp200an miliar hilang. Setelah bertahun-tahun digelar, memang baru kali ini ditiadakan. Masyarakat sudah berharap. Tapi bagaimana lagi,” kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (19/11/2020).

Abdullah mengatakan tak hanya mendatangkan berkah bagi warga sekitar, namun ratusan pedagang dari berbagai daerah di Indonesia juga turut kebagian rezeki.

Modus Jual Jamu Keliling, Komplotan Maling Bobol Rumah Kosong di Madiun

Umumnya, pedagang peci, sajadah, dan sejenisnya yang datang dari Jawa Barat dan Jawa Timur, atau daerah lain di Jawa Tengah. Pihaknya meminta masyarakat tak datang mengingat pandemi masih berlangsung.

“Kami enggak bisa bilang apakah akan ada Haul untuk internal keluarga atau tidak. Yang pasti kami meminta agar masyarakat tak datang,” ucap Abdullah.

Geger Jenazah Pasien Covid-19 RSUD Moewardi Solo Tertukar, Cek Faktanya

Ia menyebut pendapatan senilai Rp200an miliar itu juga datang dari travel yang membawa pengunjung ke Masjid Riyadh. Hitungan itu muncul jika per orang menghabiskan uang senilai Rp1 juta dan pengunjungnya mencapai 200.000.

“Enggak punya sektor bisnis resmi tapi rumah tangga juga dapat. Ya, tahun ini enggak dapat apa-apa. Mau bagaimana lagi, kami ingin menekan persebaran virus SARS CoV-2,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom