Hati-Hati Warga Klaten! Tak Cuma Corona, DBD Juga Mengintai
Ilustrasi demam beradarah. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, KLATEN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten meminta warga tetap mengantisipasi merebaknya kasus demam berdarah dengue atau DBD di saat pandemi Covid-19. Gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di rumah masing-masing diminta tetap dilakukan.

Hingga pekan ke-14 tahun 2020, Dinkes mencatat ada 131 kasus DBD di Klaten. Dari jumlah itu, sebanyak empat orang meninggal dunia. Angka kasus DBD sepanjang 2019 tercatat sekitar 320 kasus dengan lima orang meninggal dunia.

Beredar Info Tenaga Medis Di Sukoharjo Diusir Dari Indekos, Cek Faktanya!

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan PSN tetap menjadi kegiatan utama untuk mencegah kian berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue penyebab demam berdarah.

Kegiatan itu dilakukan dengan membersihkan tempat-tempat penampungan air secara rutin. Selain itu, membersihkan lokasi-lokasi yang bisa menimbulkan genangan air dan berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Hasil Tes Negatif Corona, 7 ABK Kapal Pesiar AS Pulang Ke Klaten Tetap Karantina 14 Hari

Anggit tak menampik mewabahnya Covid-19 membuat kegiatan antisipasi penyakit DBD terpengaruh. Kegiatan PSN melalui juru pemantau jentik (Jumantik) untuk sementara waktu tak bisa dilakukan serentak lantaran ada aturan menjaga jarak, tak berkerumun, serta imbauan tetap di rumah guna mencegah persebaran Covid-19.

Meski terkendala protokol-protokol tersebut, Anggita menuturkan tak berarti kegiatan PSN untuk sementara ditiadakan. “Meski berada di rumah, kegiatan PSN tetap dilakukan di rumah masing-masing. Memastikan kondisi lingkungan tidak ada jentik nyamuk. Kami mengimbau warga tetap waspada Covid-19 dan DBD,” kata Anggit saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (10/4/2020).

PDP Corona Madiun Meninggal, Keluarga Pasien Dikarantina

Jaga Kebersihan

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Klaten, Wahyuning Nugraheni, mengatakan mewabahnya Covid-19 berdampak pada kegiatan-kegiatan berkerumun ditiadakan termasuk kegiatan pemantauan jentik hingga penyuluhan massal.

“Tetapi upaya-upaya pencegahan DBD tetap harus dilakukan selain tetap melakukan upaya pencegahan persebaran Covid-19. Kami tetap mengimbau warga menjaga kebersihan baik di dalam dan di luar rumah masing-masing untuk memastikan tidak ada jentik-jentik nyamuk,” tutur dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom