Hati-Hati Saat Lintasi JLK Wonogiri, Tebing di Kanan Kirinya Rawan Longsor
Pekerja menyingkirkan bongkahan tanah material longsor yang jatuh di badan JLK Wonogiri ruas antara dekat Mapolres hingga Desa Pare, Selogiri, belum lama ini. (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pengguna Jalan Lingkar Kota (JLK) Wonogiri, khususnya ruas dekat Mapolres-Desa Singodutan, Selogiri, diimbau ekstra hati-hati saat melintasi jalan dekat tebing.

Tebing itu sering longsor karena belum dibuatkan talut. Pantauan Solopos.com, di ruas JLK dekat tebing selama beberapa hari terakhir, tebing longsor sejumlah lokasi JLK.

Ada yang area longsornya luas, tetapi ada pula yang tidak terlalu luas. Saat Solopos.com mengecek awal pekan lalu, ada bongkahan tanah yang memenuhi sebagian badan JLK.

Beberapa pekerja menyingkirkan bongkahan tanah itu ke tepi jalan. Kendati berbahaya, tak sedikit orang yang justru berada di area terancam terdampak longsor.

Penderita Virus Corona Makin Sulit Terdeteksi, Terinfeksi Tapi Tak Sakit

Mereka yang mayoritas remaja itu berswafoto, berfoto kelompok, atau memfoto sepeda motor berlatar jalan berdinding tebing di kedua sisinya.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, JLK dekat tebing terdapat di segmen I antara ruas dekat Mapolres hingga Desa Pare, Selogiri.

Panjang tebing di tepi JLK lebih kurang 800 meter. Tinggi tebing bervariasi. Ada yang lebih dari 5 meter dan ada pula yang 2 meter hingga 3 meter.

DKK Karanganyar Cek Sampel Organ 27 Tikus di Gawanan Colomadu

Seluruh tebing yang rawan longsor belum dilapisi talut atau dikuatkan dengan beton. Tebing yang dipasangi talut hanya di bagian dekat permukiman warga.

Tebing berpotensi longsor karena strukturnya bukan bebatuan, tetapi tanah padas. Terlebih, bagian atasnya banyak pepohonan yang akar-akarnya sudah terpotong.

Kondisi itu menambah beban tebing. Tebing itu terbentuk dari hasil pemaprasan bukit. Pekerja memapras bukit menggunakan alat berat.

Survei Capres 2024: Ada Prabowo, Anies Baswedan, Sampai Ganjar Pranowo

Pengguna JLK, Ibrahim, 50, warga Purwosari, Kecamatan Wonogiri, menilai Pemkab sebaiknya tak membuka JLK untuk angkutan berat dan kendaraan umum terlebih dahulu sebelum seluruh tebing diperkuat talut.

Saat ini tebing membahayakan pengguna jalan. Tebing sewaktu-waktu bisa longsor ke jalan. Potensi longsor lebih besar saat hujan deras mengguyur.

Menurut dia lebih baik pengguna jalan tak melintas di JLK ruas tersebut saat atau setelah hujan untuk menghindari hal-hal tak diinginkan.

Viral Pernyataan Perempuan Bisa Hamil karena Berenang, Ini Klarifikasi KPAI

“Terakhir saya melintas menggunakan sepeda motor roda tiga membawa istri dan saudara. Saya pas lewat agak waswas karena khawatir tebing longsor. Alhamdulillah saat melintas tidak ada tebing yang longsor,” kata Ibrahim.

Sebelumnya Ibrahim tidak tahu ada ruas jala yang berada dekat tebing.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat dimintai konfirmasi menyatakan struktur tebing dekat JLK akan dikuatkan tahun ini. Teknisnya akan dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Korban Meninggal Susur Sungai Sempor SMPN 1 Turi Sleman: 10 Perempuan Pakai Rok Panjang

Namun, langkah itu tak bisa langsung direalisasikan karena Pemkab harus meminta izin terlebih dahulu kepada Perum Perhutani.

Menurut dia, anggaran yang dibutuhkan tak terlalu besar. Lelaki yang akrab disapa Jekek itu menyebut penganggarannya bisa mendahului APBD Perubahan.

Hal itu karena proyek tersebut masuk kategori mendesak. Jalan yang dekat tebing akan dibuatkan jarak agar tidak terlalu mepet tebing.

“Tak hanya memperkuat struktur tebing, kami juga akan mengupayakan pengadaan kelengkapan perhubungannya,” kata Bupati.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho