Hati-Hati Lewat Jalan Ngemplak-Nogosari Boyolali, Sedang Ada Perbaikan

Ruas jalan penghubung Kecamatan Ngemplak dengan Kecamatan Nogosari di Desa Pandeyan, Ngemplak, Boyolali, sedang diperbaiki. Pelaksana proyek memberlakukan sistem buka tutup untuk arus lalu lintas.

Hati-Hati Lewat Jalan Ngemplak-Nogosari Boyolali, Sedang Ada Perbaikan

SOLOPOS.COM - Papan peringatan perbaikan terpasang di ruas jalan Ngemplak-Jeron di Desa Pandeyan, Ngemplak, Boyolali, Minggu (26/5/2019). (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, BOYOLALI — Ruas jalan penghubung Kecamatan Ngemplak dengan Kecamatan Nogosari di Desa Pandeyan, Ngemplak, Boyolali, sedang diperbaiki. Pelaksana proyek memberlakukan sistem buka tutup untuk arus lalu lintas.

Pengendara harus berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut. Pantauan Solopos.com, Minggu (26/5/2019), betonisasi jalan dilakukan di sebagian ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemkab Boyolali.

Akibatnya ruas di sisi barat harus ditutup sepanjang 300 meter. Sementara kendaraan hanya dapat melintas di ruas sisi timur untuk satu lajur kendaraan. Kendaraan roda empat mesti mengantre untuk melewati jalan tersebut.

Sedangkan kendaraan roda dua dibelokkan melewati jalan-jalan perkampungan. Sebagai informasi, ruas jalan Ngemplak-Nogosari menjadi jalan utama penghubung empat desa yaitu Pandeyan, Kismoyoso, dan Giriroto di Kecamatan Ngemplak, serta Jeron di Kecamatan Nogosari.

Jalan ini rusak parah sejak dua tahun lalu lantaran kerap dilewati truk dan kendaraan berat. Warga bahkan sempat menutup beberapa ruas jalan kampung sebagai antisipasi kerusakan lantaran padatnya arus kendaraan.

Salah satu pengguna jalan, Winarsih, berharap perbaikan jalan segera selesai agar lalu lintas dapat kembali normal dan nyaman. “Saya tiap hari lewat sini, semoga jalannya bagus,” ungkap Winarsih.

Sementara itu, mantan Kepala Desa Pandeyan, Sukasno, mengatakan keluhan kerusakan jalan dari warga sudah berulang kali dia terima. Dia berharap perbaikan jalan terealisasi dan selesai untuk kenyamanan bersama.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.

Lima Makanan dan Minuman Ini Mampu Atasi Dehidrasi

Jangan abaikan rasa haus apalagi di musim kemarau, karena itu salah satu sinyal bahwa tubuh Anda sedang mengalami dehidrasi.

12 Daerah di Jawa-Bali Naik ke PPKM Level 4, Ini Daftarnya

Sebanyak 12 daerah naik ke PPKM Level 4, sembilan daerah turun ke PPKM Level 3, dan satu daerah turun ke PPKM Level 2.

Ada Buruh Kena PHK Belum Dapat Pesangon, FKSPN Karanganyar Mengadu ke DPRD 

FKSPN Karanganyar mengadu ke DPRD tentang masalah buruh berupa pesangon setelah kena PHK dan tali asih buruh meninggal yang belum dibayarkan.

Kelabui Petugas, Seorang Napi Lapas Madiun Kabur

Seorang narapidana atau napi Lapas Klas I Madiun bernama Peprianto kabur dari penjara dengan cara pura-pura ke kamar kecil untuk kencing.