Kendaraan melintas di kawasan jembatan Bakalan, di Kecamatan Ampel, Boyolali, Selasa (28/5/2019). (Solopos-Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, BOYOLALI — Kawasan jembatan Bakalan, di Kecamatan Ampel, dan jalur antara exit tol Mojosongo hingga Jalan Solo-Semarang, dipetakan sebagai titik rawan kemacetan di wilayah Boyolali.

Hal itu sesuai hasil rapat koordinasi (rakor) stake holder Boyolali yang berlangsung pekan lalu di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali.

Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro melalui Kasatlantas AKP Febriyani Aer mengatakan berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, kawasan jembatan Bakalan terjadi penumpukan kendaraan baik pada arus mudik maupun arus balik.

Kondisi ini disebabkan penyempitan jalan di jembatan tersebut, sehingga kendaraan dari dua arah (Semarang-Solo/sebaliknya) harus mengantre untuk melintas pada masing-masing satu jalur.

“Di jembatan itu memang ada penyempitan jalan. Sehingga kendaraan yang tadinya melaju pada empat lajur harus mengurangi kecepatan karena jalan menyempit, terjadilah penumpukan,” ujarnya kepada solopos.com, Selasa (28/5/2019).

Sementara itu, kehadiran tol Trans Jawa memang diproyeksi mengurangi kepadatan arus lalu lintas pada jalur arteri. Namun menurutnya, kemacetan di kawasan jembatan Bakalan tetap harus diwaspadai.

Selain jembatan Bakalan, kawasan rawan macet lainnya adalah jalur antara exit tol Mojosongo menuju Jalan Solo-Semarang sepanjang 1,5 km via markas PT Wijaya Karya (Wika), Mojosongo.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali Untung Raharjo mengatakan potensi kemacetan karena jalur tersebut sangat sempit sehingga jika kendaraan yang keluar tol banyak, akan terjadi penumpukan.

“Ada potensi kemacetan antara pintu keluar tol Mojosongo ini sampai jalan Solo-Semarang, karena jalurnya sempit sehingga kendaraan harus berjalan pelan,” ujarnya. Untuk mengantisipasinya, pihak terkait mendirikan pos pantau di jalur tersebut.

Pada sisi lain, jalur keluar tol Mojosongo ini sebenarnya telah dipersiapkan melalui kawasan Alun-alun Lor. Kendaraan yang melewati alun-alun ini akan terbagi ke beberapa jalur sehingga kepadatan akan berkurang.

Namun jalur sepanjang sekitar 1 km ini belum selesai dibangun. Berdasar pemantauan, jalur itu baru selesai pengecorannya pada 1 lajur.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten