Tutup Iklan
Sejumlah warga bergotong-royong menambal jalan berlubang di Desa Ngesrep, Ngemplak, Boyolali dengan pecahan genting. Jalan yang sebelumnya sudah berlubang kerusakannya bertambah parah akibat hujan. Foto diambil Minggu (13/1/2019) pagi. (Solopos-Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, BOYOLALI-Kerusakan jalan masih tampak di di sejumlah wilayah di https://soloraya.solopos.com/read/20181218/492/959759/overload-jumlah-karamba-di-waduk-cengklik-boyolali-mencapai-2.300-unit" title="Overload, Jumlah Karamba di Waduk Cengklik Boyolali Mencapai 2.300 Unit">Boyolali. Kini. kerusakan jalan yang makin parah lantaran hujan membuat warga secara mandiri melakukan perbaikan. Warga menginginkan solusi permanen untuk kerusakan jalan.

Di Desa Ngesrep, Ngemplak, Boyolali, atau sebelah barat Bandara Adi Soemarmo, Solo, terlihat sejumlah warga menutupi lubang jalan dengan pecahan genting. Mereka menambal jalan yang sudah berlubang cukup besar di jalan menuju kawasan Waduk Cengklik tersebut. Jalan rusak itu membentang sekitar satu kilometer sepanjang desa. Tampak sejumlah lubang dengan kedalaman hingga 30 cm. Lubang-lubang jalan semakin membahayakan pengendara sepeda motor di musim penghujan karena tergenang air. Selain itu, kontur jalan yang tidak rata juga membuatnya semakin licin.

Warga bekerja bakti menutupi lubang tersebut. Mereka membawa pecahan genting yang diratakan dengan cangkul. “Harapannya agar yang lewat sini tidak jatuh, terutama motor,” ujar dia. Penutupan lubang dilakukan sejak Minggu (13/1/2019) setelah terjadi hujan angin di wilayah Ngemplak yang menyebabkan pohon tumbang.

Pantauan Solopos.com, hingga Kamis (17/1/2019) di jalan menuju https://soloraya.solopos.com/read/20181123/492/954547/festival-waduk-cengklik-boyolali-digelar-minggu-25112018-ini-agendanya" title="Festival Waduk Cengklik Boyolali Digelar Minggu (25/11/2018), Ini Agendanya">Waduk Cengklik tersebut masih terdapat banyak lubang yang belum tertutupi. Penutupan dengan menggunakan pecahan genting juga tak terlalu memberi pengaruh lantaran banyaknya sepeda motor dan kendaraan roda empat. Apalagi kerap dijumpai kendaraan berat seperti truk pasir melintas. Warga lain, Sudarmo, mengatakan seharusnya jalan tersebut diperbaiki secara permanen. “Kalau cuma pakai genting, dilindas truk juga pecah,” ujar dia, Kamis (17/1/2019).

Kerusakan jalan itu tak hanya terjadi di Desa Ngesrep, namun juga di sisi barat yang masuk wilayah Desa Ngargorejo. Sudarmo menilai perbaikan jalan cukup mendesak karena jalan ini menjadi salah satu alternatif menuju wilayah Sambi dan pusat pelayanan kesehatan https://soloraya.solopos.com/read/20180307/492/900828/satu-lagi-rumah-sakit-bakal-dibangun-di-boyolali-ini-lokasinya" title="Satu Lagi Rumah Sakit Bakal Dibangun di Boyolali, Ini Lokasinya">Rumah Sakit Islam (RSI) Banyu Bening, Sambi.

Selain itu jalan rusak juga menjadi penghubung empat desa yaitu Ngesrep dan Ngargorejo di Kecamatan Ngempak, serta Senting dan Cenden di Kecamatan Sambi. Disinggung mengenai perbaikan jalan, Kepala Desa Ngesrep, Joko Widodo mengatakan sudah berkali-kali menerima keluhan. Meski demikian pihaknya tak dapat berbuat banyak.

“Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, jadi bukan wewenang kami memperbaiki dengan dana desa (DD),” kata dia. Kini pihak pemerintah desa hanya mampu menampung keluhan-keluhan warga terkait kerusakan jalan. Keluhan tersebut akan disampaikan pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten