Hasil Survei Disdik Klaten: Mayoritas Orang Tua Setuju Pembelajaran Tatap Muka Saat Pandemi
Ilustrasi sekolah (Freepik)

Solopos.com, KLATEN — Mayoritas orang tua siswa SD dan SMP Kabupaten Klaten menyetujui pembelajaran tatap muka kembali bergulir meski pandemi Covid-19 belum berlalu.

Hanya, pembelajaran tatap muka hingga kini belum ada kepastian kapan bakal bergulir. Persetujuan orang tua terkait pembelajaran tatap muka itu berdasarkan hasil survei Dinas Pendidikan (Disdik) yang meminta persetujuan orang tua siswa sekitar dua pekan lalu.

Dari total 90.013 siswa SD, sebanyak 74.326 siswa atau 82,57 persen orang tuanya setuju dengan pembelajaran tatap muka. Sementara dari total 42.637 siswa SMP, sebanyak 35.521 atau 83,32 persen orang tuanya setuju pembelajaran tatap muka.

Pilkada Sragen: KPU Nyatakan Berkas Persyaratan Yuni-Suroto Lengkap, Hanya Butuh Perbaikan

Kepala Disdik Klaten, Wardani Sugiyanto, mengatakan Disdik juga melakukan survei kesiapan sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

Sebanyak 92 persen SD dan 98 persen SMP siap menggelar pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Prasarana Pendukung

Kesiapan sekolah itu termasuk ketersediaan sarana dan prasarana pendukung seperti tempat cuci tangan pakai sabun, alat pengukur suhu. Juga alat penyemprot disinfektan dan kelengkapan obat-obatan.

Muscablub Pemuda Pancasila Solo, 7 Orang Siap Gantikan Almarhum Danang Liestianto Jadi Ketua

Selain itu sekolah Klaten juga siap dengan alat pelindung diri (APD) bagi petugas cleaning service, penjaga sepeda, serta petugas penyambutan kehadiran siswa saat pembelajaran tatap muka.

Wardani menjelaskan sudah pernah ada pelatihan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 untuk guru dan karyawan serta kepada orang tua siswa.

Selain itu, ada pemetaan guru rentan serta pemetaan tempat tinggal siswa. Meski seluruh persiapan sudah oke, belum ada kepastian kapan pembelajaran tatap sekolah Klaten akan bergulir.

Terminal Bus Ir Soekarno Klaten Sepi Sejak Jakarta Kembali Terapkan PSBB

Hal itu menyusul situasi Covid-19 Klaten yang belum berada pada zona aman. Pada pekan ini, situasi Covid-19 Klaten berada pada zona oranye atau risiko sedang.

“Sebenarnya tinggal pencet tombol. Teman-teman sekolah juga sudah kami minta pasang kuda-kuda. Kalau sudah berada pada zona kuning saja sudah bisa [pembelajaran tatap muka]. Kemendikbud sudah mengizinkan,” kata Wardani, Senin (14/9/2020).

Berlangsung Secara Terbatas

Wardani menegaskan saat sekolah Klaten menggelar pembelajaran tatap muka, kegiatan belajar mengajar berlangsung secara terbatas.

Perkembangan Covid-19 Solo: Positif Tambah 12 Orang, 8 Pasien Jadi Perhatian Khusus

Siswa masuk dengan sistem sif serta mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Tahap pertama sebelum pembelajaran tatap muka bergulir yakni pelatihan protokol kesehatan.

Pelatihan itu untuk membiasakan siswa dan guru dengan tatanan baru. Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan survei itu penting untuk memetakan kesiapan sekolah menggelar tatap muka.

“Dari hasil survei, 82 persen orang tua sudah mengizinkan atau sudah siap jika anak-anak mereka mengikuti pembelajaran tatap muka. Tentunya orang tua mengizinkan dengan berbagai pertimbangan,” kata Mulyani.

Tim Puslabfor Polda Jateng Olah TKP Kebakaran Pabrik Telukan Sukoharjo, Hasilnya?

Hanya, Mulyani mengatakan tak ingin gegabah memberlakukan pembelajaran tatap muka bagi siswa sekolah Klaten. Kegiatan belajar mengajar tatap muka tetap menunggu situasi Covid-19 aman.

Mulyani menegaskan tak perlu simulasi sebelum pembelajaran tatap muka bergulir. “Tidak perlu ada simulasi sudah siap kok. Intinya tinggal menunggu kondisi Klaten stabil [berada pada zona hijau], kami masuk,” jelasnya.

Pengecekan Sarana

Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Kemalang, Wuri Handayani, mengatakan sudah melakukan serangkaian persiapan menuju pembelajaran tatap muka.

Wabup Sragen: Semua Bisa Bantu Satpol PP Tertibkan Pelanggar Protokol Kesehatan!

Ada sekitar 23 sekolah tingkat SD serta dua SMP negeri wilayah Kemalang, Klaten, dan pembelajaran tatap muka sudah siap.

Wuri mengatakan sebelumnya juga sudah ada pengecekan sarana dan prasarana sekolah menyesuaikan protokol kesehatan. Selain itu ada pemeriksaan kesehatan kepada para tenaga pendidik dan nonkependidikan.

“Begitu juga dengan pendataan siswa. Sampai sekarang untuk yang terkena Covid-19 nihil,” jelas Wuri.

Pilkada Sukoharjo: Tim Pemenangan Etik-Agus Laporkan Sejumlah Akun Medsos Ke Polisi, Kenapa?

Wuri berharap pembelajaran tatap muka sekolah Klaten bisa bergulir kembali dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Selama pembelajaran jarak jauh, ada sejumlah kendala. Selain masalah sinyal ponsel yang sulit, para siswa pada beberapa wilayah Kemalang juga sudah jenuh mengikuti pembelajaran secara daring.

Menyediakan Face Shield

“Saya yakin kalau semuanya patuh dengan protokol kesehatan, tetap akan aman-aman saja,” jelasnya.

Dampak Kebakaran Pasar Cepogo Boyolali: 41 Kios dan 552 Los Hangus Terbakar

Salah satu guru SDN 1 Kendalsari, Klaten Sardju, mengatakan masing-masing siswa saat ini sudah menyiapkan berbagai perlengkapan untuk pembelajaran tatap muka.

Hal itu seperti menyediakan face shield secara mandiri yang bakal mereka gunakan saat mengikuti pembelajaran tatap muka.

Terkait sarana dan prasarana sekolah, Sardju menegaskan sudah siap sejak jauh-jauh hari. Sardju juga menguraikan mayoritas orang tua siswa SDN 1 Kendalsari menghendaki pembelajaran tatap muka kembali bergulir.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom