Hasil Survei di Jawa Timur: Masyarakat Tahu Covid-19, Tapi Ogah-Ogahan Terapkan Protokol Kesehatan

Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur melakukan survei pemahaman tentang Covid-19 sekaligus kepatuhan menerapkan protokol kesehatan.

SOLOPOS.COM - Peluncuran Buku Pedoman Perubahan Perilaku Penanganan Covid-19 di Jakarta, Jumat (16/10/2020). (Istimewa/Satgas Penanganan Covid-19)

Solopos.com, JAKARTA -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jawa Timur melakukan survei terhadap pemahaman masyarakat tentang Covid-19 sekaligus kepatuhan mereka menerapkan protokol kesehatan.

Hasilnya, pemahaman masyarakat tentang Covid-19 dan perilaku baru terkait pandemi ini cukup baik.

Namun meski paham, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, dr. Joni Wahyuhadi, mengatakan dalam implementasi protokol kesehatan tidak sebaik pemahamannya.

5.962 UMKM Karanganyar Daftar Bantuan Sosial Tahap 6, Tahap 7 Dibuka Pada Tanggal Ini

Joni melalui aplikasi Zoom dari Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya, Jumat (16/10/2020), menjelaskan perubahan perilaku terhadap ketaatan protokol kesehatan tidak cukup hanya sebatas tahu dan mengerti.

“Maka protokol kesehatan ditegakkan dengan melibatkan polisi dan tentara untuk menggelar operasi yustisi," kata dr. Joni seperti dikutip dari laman resmi Satgas Penanganan Covid-19, Sabtu (17/10/2020).

Sementara itu, agar pemahaman masyarakat terkait Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan sama di semua kalangan, Satgas Penanganan Covid-19 meluncurkan Buku Pedoman Perubahan Perilaku Penanganan Covid-19.

Terapkan Protokol Kesehatan J3K, Gojek Tuai Pujian dari Mitra dan Pelanggan

Acuan Bersama

Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan, mengatakan buku ini ditunggu masyarakat sebagai acuan bersama dalam menerapkan perubahan perilaku di masa pandemi.

Lilik menjelaskan mulai dari bulan Maret sampai Oktober 2020 ini banyak perubahan yang berbeda-beda sehingga membingungkan masyarakat. Masyarakat memahami Covid-19, namun penerapan protokol kesehatan berbeda-beda.

Organisasi-organisasi masyarakat dan sejumlah lembaga membuat buku acuan tersendiri yang pemahamannya agak berbeda. Akibatnya ketika sosialisasi masyarakat menjadi bingung. "Maka buku ini yang kita tunggu-tunggu sebagai acuan kita semua dari Sabang sampai Merauke, termasuk kami di BNPB," ujar Lilik melalui aplikasi Zoom.

Unggah Kisah Bocah Aceh Dibunuh Saat Cegah Ibu Diperkosa, UAS Sebut Rangga Mati Syahid

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Hari B. Harmadi, selaku tim penyusun buku Pedoman Perubahan Perilaku Penanganan Covid-19, menceritakan perbedaan persepsi yang muncul saat membahas strategi penanganan bersama tim pakar.

Ia membayangkan perbedaan yang sama pun bakal dialami masyarakat. Guna menghindari itu, buku pedoman perubahan perilaku terkait Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan ini hadir untuk menyamakan persepsi.

"Makanya persepsi kita harus kita samakan, terutama bagi para pengambil kebijakan. Kami berkesimpulan perlu menyusun buku pedoman Perilaku yang baku dan berlaku untuk semua," ujar Sonny.

Berita Terbaru

Satgas Covid-19: Masyarakat Wajib Disiplin 3M Saat Libur Panjang

Solopos.com, JAKARTA - Satgas penanganan Covid-19 nasional mengingatkan masyarakat untuk disiplin penerapan protokol kesehatan saat libur panjang pada Desember...

Inilah Dampak Negatif Pendidikan Jarak Jauh Menurut Kemendikbud

Solopos.com, JAKARTA — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkap dampak negatif pendidikan jarak jauh (PJJ) pada siswa. Kenyataan pahit...

Kiprah Sukarelawan Memutus Penularan Corona

Solopos.com, SOLO--Peran sukarelawan baik medis maupun nonmedis penting dalam membantu memutus penularan virus corona. Mereka bergabung dari pelosok-pelosok tanah...

Pakar Imunisasi: Rantai Distribusi Vaksin Covid-19 Telah Siap Hingga Puskesmas

Solopos.com, SOLO -- Rantai distribusi vaksin Covid-19 diklaim telah siap hingga level daerah atau Puskesmas. Hal ini membuktikan keseriusan...

Menekan Covid-19 dari Klaster Keagamaan

Solopos.com, SOLO--Klaster keagamaan menjadi klaster yang cukup besar di Indonesia. Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta memperlihatkan dari 17 klaster...

Mahfud MD Ikut Komentari Sikap Rizieq Syihab soal Tes Covid-19

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD kembali mengomentari Muhammad Rizieq Syihab secara pribadi....

Ingat! Kerumunan Bisa Memicu Munculnya Klaster Baru Covid-19

Solopos.com, SOLO - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengingatkan masyarakat agar menghindari kerumunan selama pandemi Covid-19. Pasalnya,...

Kiprah Petani Milenial Sukses di Tengah Pandemi

Solopos.com, SOLO--Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang terus tumbuh di tengah pandemi. Pada kuartal I 2020 sektor pertanian...

Pemerintah Mengejar Target Pemeriksaan Covid-19, Bagaimana Hasilnya?

Solopos.com, SOLO--Pemerintah Indonesia terus mengejar ketertinggalan target jumlah pemeriksaan (testing) sebagaimana disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hasil itu perlahan-lahan...

Hentikan Penularan Covid-19, Jangan Takut 3T!

Solopos.com, SOLO--Tracing (pelacakan), testing (pemeriksaan) dan treatment (perawatan) atau biasa disingkat 3T penting untuk menghentikan penularan Covid-19. Masyarakat diminta...