Hasil Rapid Test di 3 Swalayan Sragen Sudah Keluar, Ada Yang Reaktif?
Dua orang petugas rapid test mengambil sampel darah dari salah satu pengunjung di Toserba Luwes Sragen, Jumat (22/5/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Hasil rapid test deteksi virus corona terhadap 85 pengunjung dan karyawan tiga toko swalayan modern di Sragen, Jumat (22/5/2020) sudah keluar.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati kepada Solopos.com, Jumat malam, mengungkapkan semua sampel darah yang diambil menunjukkan hasil nonreaktif.

Sebagaimana diinformasikan, petugas kesehatan dari Pemkab Sragen melakukan rapid test deteksi corona kepada 85 pengunjung dan karyawan tiga toko swalayan di Sragen, Jumat siang.

Ratusan Pengunjung hingga Petugas Parkir Pusat Perbelanjaan di Solo Ikuti Rapid Test Massal

Hasil rapid test di swalayan Sragen itu langsung diketahui pada sore harinya. Tiga swalayan yang jadi sasaran rapid test tersebut, pertama Toserba Luwes Sragen diikuti 26 pengunjung dan karyawan.

Kedua, toko swalayan Matahari Sragen diikuti 25 orang. Sementara di toko swalayan Mitra Sragen tes diikuti 34 orang.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama sejumlah pejabat melihat langsung aktivitas pengambilan sampel darah untuk rapid test bagi para pengunjung dan karyawan toko swalayan itu.

Beredar Kabar Sidak & Tes Covid-19 di Mal Paragon Solo, Ini Faktanya!

Sampel darah pengunjung dan karyawan swalayan untuk rapid test itu diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah DKK Sragen dan hasilnya diketahui sore harinya.

Sejumlah warga takut menjalani rapid test itu sehingga memilih tidak ikut. Meski demikian, banyak juga warga yang justru senang dan berinisiatif ikut rapid test.

Diberitahukan Melalui Telepon

Pengunjung toko swalayan Luwes asal Wonorejo, Kedawung, Sragen, Kristanto, 36, misalnya, mengaku senang ikut rapid test karena ingin mengetahui hasil dari tes tersebut ada virus atau tidak di tubuhnya.

Asyik, Warga Karanganyar Sekarang Bisa Belanja Online di 4 Pasar Tradisional Ini

Seorang pengunjung Toko Swalayan Matahari asal Taraman, Sidoharjo, Sragen, Windarti, 45, juga dengan sukarela ikut rapid test di sela-sela belanja sepatu untuk dua orang anak yatim di Matahari.

Dia baru tahu ada rapid test. Ia senang bisa ikut rapid test gratis supaya tahu sehat atau tidak.

"Saya ya baru kali ini keluar rumah karena kepepet jelang Lebaran. Biasanya selalu di rumah mengandalkan sayuran dan ikan peliharaan di rumah untuk makan sehari-hari,” ujarnya.

Kisah Dokter Pasien Covid-19 Wonogiri, Nangis Karena Tak Bisa Salaman dengan Orang Tua

Hasil rapid test di swalayan Sragen tersebut langsung diberitahukan kepada peserta tes melalui telepon. Saat menjalani rapid test, peserta diminta data identitas dan nomor telepon.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto menyampaikan ada warga yang takut untuk ikut rapid test. Dia mengatakan rapid test itu tidak perlu ditakuti karena hanya ambil sampel darah dan tidak menakutkan.

“Rapid test itu untuk antisipasi persebaran virus corona. Ya, tadi di Toserba Luwes banyak warga yang takut untuk ikut rapid test,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho