Hasil Pleno KPU: Gibran-Teguh Menang Pilkada Solo 2020, Raih 86,55% Suara
Cawali-cawawali Pilkada Solo 2020 dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO – Pasangan cawali-cawawali Solo dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dipastikan memenangkan kontestasi Pilkada 2020. Mereka memborong 225.451 suara atau 86,55 persen dukungan.

Jumlah itu unggul jauh dari perolehan rivalnya, Bagyo Wahyono dan FX Supardjo alias Bajo yang hanya meraih 35.054 suara atau 13,45 persen dukungan.

Data itu diperoleh berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilkada 2020 oleh KPU Solo di The Sunan Hotel Solo, Rabu (16/12/2020) siang.

Jajan ke Warung Lupa Bawa Duit, Kades Glodogan Klaten Ninggal Sepatu Bermerek sebagai Jaminan

Dari data itu juga diketahui perolehan suara Bajo masih kalah dengan jumlah suara tidak sah sebanyak 35.476. Bahkan suara Bajo di bawah jumlah minimal dukungan sebagai cawali-cawawali jalur perseorangan yaitu 35.870 atau 8,5 persen dari jumlah DPT Pemilu tahun 2019.

Rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilkada 2020 dihadiri saksi kedua pasangan cawali-cawawali dan unsur Bawaslu Solo. Seusai rekapitulasi suara, masing-masing saksi pasangan cawali-cawawali menandatangani berita acara hasil penghitungan suara.

"Hari ini kami lakukan penetapan perolehan suara untuk pemilihan walikota dan wakil walikota Solo sesuai dengan keputusan tadi, karena surat keputusan ini bisa menjadi objek permohonan gugatan terkait dengan hitungannya hasil penghitungan hasil pemilihan. Paslon nomor 01 mendapat 225.451 suara, sedangkan Paslon 02 dapat 35.055 suara," ujar Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti.

Hasil Akhir Raih 46,66% Suara, Joswi Kalah dari EA di Pilkada Sukoharjo 2020

Dengan sudah ditetapkannya hasil perolehan suara Pilkada 2020, dia menerangkan, KPU Solo tinggal mempunyai satu tahapan lagi yang harus diselesaikan. Tahapan itu yakni penetapan pasangan calon terpilih.

Tahapan itu dilakukan setelah dipastikan tidak ada potensi atau tidak ada permohonan perselisihan hasil pemilihan di Mahkamah Konstitusi.

"Untuk memastikan itu maka kami tetap menunggu pencatatan perkara oleh MK diregister perkara konstitusi. Kalau lihat jadwalnya di MK itu pencatatan PRPK itu tanggal 18 januari 2021," sambung Nurul.

Nenek 70 Tahun Ditemukan Meninggal di Samping Bak Sampah Kantor BP3D Boyolali



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom