Tutup Iklan
Hasil Penelitian: Virus Corona Memicu Kerusakan Otak
Ilusrasi otak. (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Hasil penelitian terbaru menyebutkan virus corona penyebab wabah Covid-19 memicu kerusakan otak. Seperti diketahui, virus dengan nama SARS-CoV-2 ini menyerang sistem pernapasan manusia yang dapat menyebabkan peradangan paru-paru.

Tetapi hasil penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan University College London (UCL), Inggris, menyebutkan ternyata virus corona dapat menyebabkan gelombang kerusakan otak. Berupa komplikasi neurologis parah, termasuk peradangan, psikosis (gangguan realita), dan delirium (gangguan mental yang dapat menyebabkan kebingungan).

Mahasiswa S3 di Jogja Ditemukan Meninggal di Kos-Kosan, Ada Bekas Muntahan

Strok

Hasil studi yang dipublikasi pada jurnal Lancet Psychiatry itu meneliti 125 pasien yang terinfeksi virus corona. Strok menjadi kompliklasi yang paling umum pasien Covid-19. Hasil penelitian itu menunjukkan 77 dari 125 pasien terpapar virus corona mengalami strok lantaran terdapat darah yang menggumpal di otak.

“Ini adalah potret penting komplikasi terkait Covid-19 yang bisa terjadi di otak pada pasien rawat rumah sakit. Sangat penting bagi kami untuk terus menggali informasi ini karena akan membantu pemahaman kita terhadap virus seutuhnya,” terang peneliti University College London, Profesor Sarah Pett, seperti dikutip dari Detik.com, Kamis (9/7/2020).

Bingung

Selanjutnya 39 dari 125 pasien Covid-19 menunjukkan tanda-tanda kebingungan atau perubahan perilaku yang mencerminkan gangguan mental. Dari 39 pasien, sembilan orang mengalami disfungsi otak yang tidak spesifik atau ensefalopati, dan tujuh lainnya mengalami inflamasi otak atau ensefalitis.

“Kami sekarang membutuhkan studi yang lebih detail untuk memahami mekanisme biologis dari hari ini. Jadi kami bisa mencari terapi potensial yang bisa diberikan,” terang peneliti dari Liverpool University, Benedict Michael.

Gunung Merapi Menggembung, Segawat Apa Kondisinya?

Hasil peneliti komplikasi otak ini hanya terfokus pada pasien terinfeksi virus corona dengan gejala parah. Sampai saat ini dampak terbesar dari Covid-19 ialah gangguan pernapasan.

Namun hasil riset ini dapat memperkuat pernyataan beberapa ahli saraf dan dokter spesialis sebelumnya yang menyatakan terdapat bukti dampak Covid-19 pada otak.

Badai Sitokin

Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, dr Mursyid Bustami, SpS (K) KIC MARS, mengatakan Covid-19 dapat berdampak pada kerusakan otak dan saraf. Hal ini berkaitan dengan badai sitokin serta reaksi imunitas yang muncul berlebihan.

Berprestasi Sejak Kecil, Ini Cita-Cita Anjun Maulana Sragen 

“Nah reaksi imunitas ini kadang-kadang berlebihan munculnya, jadi berlebihan produksi sitokin ini melawan kuman dari virus yang masuk ke dalam tubuh, tapi sitokin ini bereaksi berlebihan seperti membabi buta yang disebut badai sitokin,” terangnya.

Badai sitokin berdampak buruk bagi tubuh pasien terjangkit Covid-19 lantaran menyerang organ penting seperti jantung dan otak. Sementara ahli saraf di Western University, Kanada, Adrian Owen, khawatir dengan jumlah pasien Covid-19 yang terus bertambah,

Ngambek Tak Dibelikan Kue Ultah, Bocah Tanon Sragen Nekat Gowes Sampai Ngawi 

“Kekhawatiran saya. Saat ini kita punya jutaan orang yang terinfeksi Covid-19. Jika dalam satu tahun ada 10 juta orang yang sembuh, orang-orang itu akan memiliki defisit kognitif. Itu akan memengaruhi kemampuan mereka dalam bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari,” seperti dikutip dari Reuters.

Sementara itu, Michael zandi, pemimpin penelitian dari UCL’s Institute Neurologi mengatakan masih perlu pembuktian lebih lanjut untuk menunjukkan hasil nyata dampak paparan virus corona terhadap otak.

“Apakah kita akan benar-benar melihat adanya kerusakan dalam skala besar pada otak? Ini masih harus diteliti lagi,” ungkapnya. (Yunita Dewi Nur Rohmah/JIBI/Solopos.com)

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho