Suasana pleno penghitungan suara hasil Pemilu 2014 oleh KPU Gunungkidul, Minggu (11/5/2014). (Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja)

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Di kompleks kantor Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Minggu (11/5/2014), KPU Gunungkidul menggelar pleno terbuka penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPRD.

Rapat diikuti Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) serta saksi dari setiap partai politik. Proses rapat berjalan lancar tanpa ada protes dari saksi. Panwaslu pun menerima hasil rapat.

Ketua KPU Gunungkidul Zaenuri Ikhsan menuturkan dari hasil pleno diketahui harga kursi termahal yakni di Daerah Pemilihan V dengan bilangan pembagi pemilih (BPP) 10.545 suara. Untuk Dapil I harga kursi yakni 10.299 suara, Dapil II 10.185 suara, Dapil III 9.761 suara dan Dapil IV 9.584 suara.

“Dari Pemilu 2009 hingga 2014, harga kursi paling mahal di Dapil V,” ujarnya seusai pleno. Dari seluruh calon terpilih, tidak ada yang memenuhi BPP. Hanya satu calon terpilih dari PDIP, Suharno, yang hampir memenuhi BPP.

Suharno yang bertarung di Dapil I mendapatkan 10.214 suara. Jika dibandingkan dengan BPP di Dapil I, Suharno masih kurang 85 suara. Namun, dibandingkan BPP dari dapil II, II dan IV, suara Suharno sudah melebihi bilangan pembagi pemilih.

Untuk perebutan kursi pada Pemilu 2014 ini, PDIP unggul dengan menguasai 11 kursi sedangkan Partai Hanura paling sedikit dengan satu kursi. Pemilu kali ini pun membuat Partai Persatuan Pembangunan, Partai Bulan Bintang dan Partai Karya Perjuangan Indonesia gigit jari karena tidak mendapatkan kursi sama sekali.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah PPP Gunungkidul M.Nur Aziz mengaku ikhlas dengan hasil pemilu karena secara struktural partai memang ada yang belum siap. Kondisi finasial juga memengaruhi karena partai tak mampu membayar banyak saksi seperti partai lain.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten